Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Yopi Kilangin: Sistem Pengelolaan Proyek di PT Freeport Indonesia Sarat Praktik KKN

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Tokoh masyarakat Amungme Yosep Yopi Kilangin menilai sistem pengelolaan proyek di PT Freeport Indonesia (PTFI) sama sekali tidak mengakomodasi kepentingan masyarakat asli. Pasalnya, kata Yopi, kebijakan pengelolaan proyek PTFI yang diatur oleh Department Contract Group dan Department Central Service sarat dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Kedua departemen yang mengurus berbagai proyek konstruksi di lingkungan PTFI, menurut Yopi hanya mengakomodasi kepentingan kontraktor besar milik warga non Papua, sementara pengusaha asli Papua khususnya suku Amungme dan Kamoro sama sekali tidak diperhatikan.

“Selama ini Freeport selalu mengatakan bahwa mereka telah memperhatikan orang asli Papua (OAP), orang Amungme dan Kamoro. Itu hanya slogan saja, realitanya tidak demikian. Para pelaksana di kedua departemen itu bermain kiri kanan dengan kontraktor besar untuk bisa mendapat fee,” kata Yopi Kilangin di Timika, Kabupaten Mimika, Senin (16/4/2018).

(Baca Juga: John Djonga: Tanpa Pengawasan, Program Jokowi di Papua Tidak akan Berhasil)

Menurut Yopi, imbauan Presiden Joko Widodo agar perusahaan investasi memperhatikan masyarakat sekitar dengan melibatkan mereka dalam kegiatan perusahaan seperti proyek, tidak berlaku di PTFI.

“Hanya sejumlah perusahaan besar dari luar Papua yang terus menerus mendapat proyek atau pekerjaan untuk mendukung operasional perusahaan. Sementara warga asli Amungme dan Kamoro hanya menjadi penonton menyaksikan kekayaan alamnya dieksploitasi,” kata putra almarhum Mozes Kilangin, salah seorang tokoh Amungme yang ikut menandatangani January Agreement 1974.

Yopi menuturkan, pekan lalu salah seorang pengusaha lokal bernama Anton Bugaleng mengamuk saat mengikuti lelang proyek Freeport yang diadakan oleh Department Contract Group. Anton, kata Yopi, mengamuk karena saat itu tidak ada pengusaha asli Papua yang ikut lelang, dan semuanya berasal dari luar Papua.

“Masa selama 50 tahun Freeport beroperasi tidak mampu untuk mendidik orang asli Papua khususnya Amungme dan Kamoro menjadi pengusaha. Ini benar-benar omong kosong, Freeport ini penipu besar,” ucap mantan Ketua DPRD Mimika periode 2004-2009 itu.

Ia berharap Presiden Jokowi bersama para menterinya memberi perhatian serius terhadap program pemberdayaan masyarakat lokal yang dilakukan oleh PT Freeport di Kabupaten Mimika, Papua. “Kami berharap Bapak Presiden Jokowi memperhatikan masalah ini sehingga kami tidak menjadi penonton di balik segala kemegahan yang ada di Freeport,” ujar Yopi.

(Baca Juga: OAP Harus Jadi Pemimpin di Papua)

Ia mengatakan anggaran operasional Freeport di Mimika dalam setahun bisa mencapai ratusan miliar dan bahkan triliunan rupiah. Seharusnya, kata Yopi, dengan anggaran operasional yang sangat besar itu juga bisa dinikmati oleh OAP, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro yang berada di sekitar areal tambang untuk mengangkat derajat kesejahteraan mereka.

Yopi juga meminta petinggi Freeport McMoRan, selaku perusahaan induk PTFI yang berada di Amerika Serikat seperti Mc Arnold dan Richard Adkerson agar mengoreksi total staf yang bekerja di Departement Contract Group dan Departement Central Service yang selama ini ia nilai menghambat pemberdayaan pengusaha asli Papua.

“Orang-orang yang ada dalam kontrak grup itu harus dikoreksi. Mereka itulah yang bermain, yang biasa memberikan fee besar, mereka itulah yang biasanya selalu diminta untuk ikut lelang. Kebijakan yang begini membuat orang Amungme dan Kamoro tidak akan pernah mampu bersaing dengan orang lain,” kata Yopi. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua5 hari ago

Yonif 754/ENK Gelar Baksos Ciptakan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

TIMIKA, HaiPapua.com – Sebagai bentuk kepedulian dalam kemanunggalan TNI dan rakyat, Satuan Batalyon Infanteri 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan Baksos dengan membagikan...

Tanah Papua1 minggu ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga4 minggu ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua4 minggu ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua4 minggu ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua1 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita1 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua2 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 bulan ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.