Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Yonif Para Raider 501 Kostrad Kembali Gagalkan Penyelundupan Vanili dari PNG

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Batalyon Infanteri Para Raider 501 Kostrad kembali menggagalkan upaya penyelundupan vanili seberat 3 kilogram yang dilakukan dua orang warga negara PNG, Selasa (5/6/2018) kemarin.

Komandan Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf Eko Antoni mengatakan dua warga negara PNG berinisial SB dan JO diamankan di Pos Perbatasan setelah ketahuan membawa vanili seberat 3 kilogram tanpa dokumen. Dari pengakuan kedua warga PNG tersebut, vanili tersebut rencananya akan dijual ke salah satu tempat di Kota Jayapura.

“Saat dilakukan pemeriksaan di Pos Perbatasan, mereka ketahuan membawa vanili seberat 3 kilogram dari tas milik SB. Saat ditanya mengenai dokumen vanili ini, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen yang dimaksud,” kata Eko Antoni melalui keterangan tertulisnya.

(Baca Juga: Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sirip Hiu dan Vanili)

Selanjutnya, kata Eko Antoni, pihaknya lalu berkoordinasi dengan Balai Karantina Pertanian Kota Jayapura. “Kami sudah melimpahkan kasus upaya penyelundupan vanili ini kepada pihak Balai Karantina Pertanian Kota Jayapura. Dua warga PNG, yakni SB dan JO beserta barang bukti berupa vanili seberat 3 kilogram juga sudah diserahkan kepada petugas Balai Karantina Pertanian,” kata Eko Antoni.

Petugas Balai Karantina Pertanian Kota Jayapura Sukirman menegaskan ada 2 dampak yang akan ditimbulkan jika produk pertanian masuk ke wilayah Indonesia tanpa disertai dokumen dari Balai Karantina.

Pertama, kata Sukirman, karena tanpa disertai dokumen dari Balai Karantina yang berarti tidak memiliki lisensi kesehatan sehingga dikhawatirkan vanili tersebut mengandung penyakit atau zat berbahaya, dan apabila dikonsumsi bisa menyebarkan virus penyakit kepada masyarakat. Dampak lain jika produk ini dibiarkan maka akan mengundang oknum-oknum lain yang akan melakukan kegiatan serupa dengan menyelundupkan barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia.

“Jadi bukan sekedar nilai dari 3 kilogram vanili ini, tapi ada dampak besar jika barang-barang ilegal masuk tanpa dokumen karantina. Kami dari pihak Balai Karantina menyampaikan terima kasih kepada Satgas 501 Kostrad yang telah membantu kami mencegah keluar masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia,” kata Sukirman.

(Baca Juga: Satgas Pamtas Yonif 501 Kostrad Gelar Patroli Kesehatan di Kampung Pitewi)

Menurut Eko Antoni, kedua warga negara PNG ini disangkakan telah melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. “Pada Pasal 31 UU Nomor 16 Tahun 1992 dijelaskan bahwa barang siapa yang dengan sengaja melanggar ketentuan yang disebut di dalam Pasal 5 tersebut, dipidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp150 juta,” kata Eko Antoni.

“Jadi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah perbatasan agar selalu mentaati aturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah, karena setiap pelanggaran terhadap aturan tersebut punya konsekuensi hukum,” kata Eko Antoni menambahkan. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua5 hari ago

Yonif 754/ENK Gelar Baksos Ciptakan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

TIMIKA, HaiPapua.com – Sebagai bentuk kepedulian dalam kemanunggalan TNI dan rakyat, Satuan Batalyon Infanteri 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan Baksos dengan membagikan...

Tanah Papua1 minggu ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga4 minggu ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua4 minggu ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua4 minggu ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua1 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita1 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua2 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 bulan ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.