Connect with us
isidisini

Nasional

Virus Corona dan Penularannya

Published

on

JAKARTA, HaIPapua.com – Pemerintah telah menetapkan status keadaan tertentu darurat bencana menyusul penyebaran wabah penyakit akibat virus corona atau yang dikenal dengan nama Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Seiring temuan ada warga terjangkit wabah ini, Presiden Joko Widodo lalu mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tertanggal 13 Maret 2020. Dalam Keppres ini, Presiden menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator.

Guna penanganan wabah ini, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo telah dua kali mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19.

SK Kepala BNPB Nomor 9.A Tahun 2020 tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 32 hari terhitung sejak 28 Januari 2020 hingga 28 Februari 2020.

Pada 29 Februari, lalu diterbitkan SK Kepala BNPB Nomor 13.A Tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat wabah penyakit akibat virus corona yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak 29 Februari hingga 29 Mei 2020.

Lalu apa sebenarnya virus corona ini.

Disadur dari dokumen pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI, virus corona atau Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat.

Virus corona ini adalah zoonosis yaitu penyakit pada binatang yang dapat ditularkan kepada manusia secara langsung atau ditularkan melalui serangga.

Sejauh ini diketahui ada 2 jenis virus corona yang menyebabkan penyakit yang menimbulkan gejala berat yaitu Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia, sementara MERS dari unta ke manusia.

Covid-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab Covid-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Sejauh ini belum diketahui hewan yang menjadi sumber penularan Covid-19.

Tanda dan gejala umum infeksi Covid-19, antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus Covid-19 yang berat dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia), sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru.

Pada 31 Desember 2019 lalu, kantor perwakilan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) di Tiongkok melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya (etiologi) di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Pada 7 Januari 2020, para peneliti di Tiongkok mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya itu sebagai jenis baru virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pada 30 Januari 2020, WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi yang meresahkan dunia. Penambahan kasus Covid-19 berlangsung sangat cepat dan sudah menyebar antarnegara.

Hingga 19 Maret 2020 pukul 16.00, total kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 191.127 kasus yang tersebar di 160 negara dengan 7.807 penderita meninggal dunia.

Sementara di Tanah Air, jumlah kasus Covid-19 sebanyak 309 yang tersebar di 16 provinsi. Dari jumlah tersebut, 25 pasien meninggal dunia dan 15 orang dinyatakan sembuh.

Berdasarkan bukti ilmiah, Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan penderita dan terkena partikel air liur penderita (droplet) baik secara langsung atau yang menempel di benda. Covid-19 diketahui tidak menular melalui udara.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Selain itu, menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) saat berada di fasilitas kesehatan terutama unit gawat darurat. (Fox)

Berita terbaru

Tanah Papua8 jam ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua3 hari ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua3 hari ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita5 hari ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua6 hari ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi3 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita3 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita3 minggu ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Berita3 minggu ago

Pasien Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Menjadi 91 Kasus

TIMIKA, Haipapua.com – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynol Ubra mengumumkan penambahan kasus baru...

Tanah Papua4 minggu ago

DPRD Mimika Bentuk Tim Satgas Terkait Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika telah membentuk Tim Satuan Tugas Satgas DPRD yang akan melakukan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.