Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Terkatung 3 Tahun, 14 Anggota DPRP Jalur Otsus Akhirnya Dilantik

Published

on

Jayapura, HaIPapua.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yunus Wonda melantik 14 anggota DPRP melalui mekanisme pengangkatan periode 2014-2019 dalam rapat paripurna istimewa di Ruang Sidang DPRP, Kota Jayapura, Rabu (13/12/2017).

Pelantikan 14 anggota DPRP ini sekaligus mengakhiri polemik pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) untuk Provinsi Papua. Pada Pasal 6 ayat (2) disebutkan DPRP terdiri atas anggota yang dipilih dan diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dalam rapat paripurna, Yunus mengatakan dinamika pro kontra 14 kursi membuat semua pihak semakin kuat dan terus berjuang menjawab satu persatu isi UU Otsus meski harus berhadapan dengan berbagai dinamika.

“Kita semua harus meyakini semua isi UU Nomor 21 Tahun 2001. Suka tidak suka, senang tidak senang harus ada kebersamaan Otsus. Siapa yang akan melaksanakan Otsus, kita sebagai anak negeri yang harus menjawab,” kata Yunus Wonda.

Yunus mengapresiasi keberanian gubernur dan wakil gubernur Papua mendorong pelantikan 14 anggota DPRP melalui mekanisme pengangkatan ini. Selain itu peran besar dari berbagai fraksi di DPRP yang tergabung dalam pansus 14 kursi sehingga pelantikan dapat terlaksana.

“Lebih baik anak negeri yang menghancurkan negeri ini, daripada orang lain. Karena kita sebagai anak negeri, kita sudah tahu dari mana kita harus memulai membangun negeri ini,” kata Yunus menegaskan.

Emban Tanggung Jawab Berat

Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya mengatakan tanggung jawab yang diemban 14 anggota DPRP ini sungguh berat. Pasalnya, karena melalui mekanisme pengangkatan sehingga secara tidak langsung harus memposisikan diri sebagai mitra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

“Sebagai anggota DPRP melalui mekanisme pengangkatan, harus memposisikan diri sebagai mitra Pemprov Papua. Oleh karena itu, wajar dan satu keharusan bagi anggota DPRP untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan fungsi, tugas dan wewenangnya,” kata Enembe.

Enembe mengingatkan sebagai anggota DPRP tak akan lepas dari pengawasan masyarakat sehingga setiap anggota hendaknya mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan serta mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

“Bekerjalah dengan penuh kesungguhan, penuh pengabdian dan penuh tanggung jawab. Karena pertanggungjawabannya dihadapan masyarakat dan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Enembe.

Status Otonomi Khusus yang disematkan Pemerintah Pusat kepada Provinsi Papua hendaknya semaksimal mungkin dipakai untuk meningkatkan kemakmuran rakyat khususnya orang asli Papua (OAP). Namun, kata Enembe, harus tetap menjamin dan menghargai kesetaraan dan keragaman kehidupan masyarakat di Tanah Papua.

“Melalui Otsus maka kita diberikan kewenangan yang lebih luas untuk mengatur dan mengurus diri sendiri, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkas Enembe. (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua3 hari ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita4 hari ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 minggu ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua2 minggu ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 minggu ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita2 minggu ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua2 minggu ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi4 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita4 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita1 bulan ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.