Connect with us

Tanah Papua

Tak Sebanding Keuntungan Freeport, Jonan Minta Dana Kemitraan Ditingkatkan

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan sejumlah proyek pengembangan masyarakat yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika, Kamis (2/5/2019) kemarin.

Sejumlah proyek pengembangan masyarakat yang diresmikan, yakni Sekolah Asrama Taruna Papua, Asrama Solus Populi, SD/SMP dan Asrama di Beanegogom, kampung Tsinga, distrik (kecamatan) Tembagapura, SD/SMP dan Asrama Putri di kecamatan Mimika Barat, SD/SMP dan rumah guru di kecamatan Mimika Timur Jauh.

Selain itu, Private Wing dan Klinik BPJS Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Lapangan Terbang Ainggogin di kampung Arwanop, Tembagapura, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA Mikro Hidro) di kampung Banti, Tembagapura, dan Pusat Pelatihan Terpadu Alkinemok Kamoree (PPTAK).

“Proyek pengembangan masyarakat yang diresmikan ini di antaranya dikelola dalam kemitraan bersama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK),” ujar Vice President Corporate Communications PTFI, Riza Pratama.

(Baca Juga: Pemerintah Resmi Ambilalih Freeport, Presiden: Papua Dapat 10 Persen)

LPMAK adalah lembaga pengelola dana kemitraan PTFI, yang diperuntukkan bagi pengembangan masyarakat di sekitar area operasi PTFI dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Saat ini, kata Riza, LPMAK mengelola 5 sekolah asrama untuk anak-anak Papua, baik di Papua dan luar Papua dengan total peserta asrama berjumlah 1.003 pelajar.

“Proyek pengembangan masyarakat seperti sekolah berpola asrama dan fasilitas kesehatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di sekitar area operasi PTFI,” kata Riza.

Masyarakat di Sekitar Tambang

Direktur Utama PTFI Toni Wenas mengatakan bahwa sebuah perusahaan tidak akan bertahan jika tidak bertumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Demikian juga dengan kehadiran PTFI selama 50 tahun berada di Tanah Papua yang telah memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Kami berharap agar proyek pengembangan masyarakat yang diresmikan hari ini oleh Menteri ESDM, dapat betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat. Apa yang dicita-citakan, apa yang kami harapkan dan semua pihak harapkan bahwa keberadaan PTFI di Tanah Papua ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda yang butuh pendidikan dan hal lainnya sehingga bisa jadi penerus kita semua,” ujar Toni.

(Baca Juga: Yopi Kilangin: Sistem Pengelolaan Proyek di PT Freeport Indonesia Sarat Praktik KKN)

Dari awal keberadaannya di Papua, kata Toni, PTFI telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat. Sejak dimulainya Januari agreement pada 1974 dan terus berevolusi hingga pada 1996 berubah menjadi dana kemitraan yang dikelola LPMAK.

“Dana kemitraan ini jumlah 1 persen dari pendapatan kotor perusahaan atau sekitar US$60 juta atau sekitar Rp900 miliar pada 2018. Ini belum terhitung dengan dana community development yang langsung dikelola PTFI sebesar US$40 juta. Jika ditotal, dana pengembangan masyarakat sebesar US$100 juta,” papar Toni.

Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan sejumlah proyek pengembangan masyarakat yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di antaranya melalui dana kemitraan yang dikelola LPMAK di Kabupaten Mimika, Kamis (2/5/2019). (Humas Kementerian ESDM)

Dana Kemitraan Perlu Ditingkatkan

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap program pengembangan masyarakat dapat ditingkatkan agar dapat memberi manfaat yang maksimal bagi masyarakat Papua khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasi PTFI.

“Masyarakat sekitar wilayah kerja PTFI saat ini mendapat limpahan dana pengembangan masyarakat sebesar 1 persen dari nilai penjualan (produk) PTFI. Saya berharap agar dana pengembangan masyarakat dapat ditingkat menjadi 2 persen agar manfaatnya dapat dirasakan lebih besar lagi bagi seluruh masyarakat Papua, bahkan seluruh Tanah Papua jika bisa,” ujar Jonan.

“Program pengembangan masyarakat saat ini sudah bukan lagi dalam bentuk sumbangan seperti Corporate Social Responsibility (CSR), tapi merupakan bagian yang utuh dari kegiatan operasional perusahaan. Ini merupakan harapan Bapak Presiden,” kata Jonan menambahkan.

(Baca Juga: Divestasi Saham Freeport, Upaya Pemerintah Berdaulat di Pertambangan)

Menurutnya, kegiatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemda, masyarakat, dan perusahaan untuk mengawal pelaksanaan program ini.

“Diharapkan melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dapat memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar tambang, tidak terkecuali PTFI,” papar Jonan.

Khusus untuk program pengembangan masyarakat di bidang kesehatan, Jonan meminta untuk memperbanyak pembuatan klinik di wilayah-wilayah yang layanan kesehatannya masih kurang.

“Tolong dibuat klinik di wilayah-wilayah yang kurang mendapat layanan kesehatan. Ini penting, kalau bapak mau bikin, itu bikin klinik, sarana air bersih dan sebagainya, kami bantu dari Badan Geologi Kementerian ESDM. Nanti kita bantu bikin sarana air bersih yang bisa langsung diminum,” kata Jonan.

Selanjutnya untuk sektor kelistrikan, Jonan juga memerintahkan agar program-program yang ada dapat dituntaskan seluruhnya.

“Pengembangan listrik di banyak daerah terpencil dengan memanfaatkan potensi sumber energi setempat, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kalau bisa diperbanyak. Sebanyak 7.600 sambungan listrik rumah tangga dengan nilai Rp5,6 miliar akan diselesaikan tahun ini untuk Papua dan Papua Barat,” ujar Jonan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau RS Mitra Masyarakat yang dikelola LPMAK melalui dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia. (Humas Kementerian ESDM)

Sektor Tambang Tertinggal Dibandingkan Migas

Menyinggung mengenai permintaannya kepada PTFI untuk menaikkan dana kemitraan, menurut Jonan, karena yang diberikan saat ini masih kurang jika dibandingkan dengan hasil yang didapatkan PTFI setiap tahunnya.

“Ya, harus serius dong,” kata Jonan kepada wartawan saat meninjau RSMM.

Untuk alokasi dana pengembangan masyarakat, kata Jonan, pada umumnya sektor pertambangan masih tertinggal dibandingkan dari sektor migas yang mampu memberikan hingga 10 persen kepada daerah di mana mereka beroperasi.

“Sebenarnya di pertambangan umum ini agak ketinggalan. Kalau di migas itu setiap daerah pasti dapat 10 persen. Itu untuk memberdayakan masyarakat yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat,” ujar Jonan.

(Baca Juga: PT Freeport Indonesia Sepakat Jadi Sponsor Persipura)

Namun, Jonan mengakui program pengembangan masyarakat yang telah dilakukan PTFI saat ini sudah sangat baik. Dengan berbagai fasilitas yang telah dibangun, baik fasilitas pendidikan dan kesehatan serta program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi kerakyatan yang sudah berjalan.

“Tapi kalau Freeport ini sudah baik. Mereka sudah bisa kembangkan rumah sakit, sekolah, dan banyak bidang yang harus didorong untuk mengembangkan masyarakat,” tutur Jonan.

Saat ditanya mengenai keterkaitan dana kemitraan dengan saham 10 persen milik pemerintah daerah, menurut Jonan, tidak ada kaitan. Saham sepenuhnya dikelola oleh pemda, sementara dana kemitraan wajib diberikan PTFI kepada masyarakat pemilik ulayat.

“Kalau saham 10 persen itu, tanya sama bupati atau gubernur, mau digunakan untuk apa dananya kalau sudah ada hasil. Tapi, itu bukan untuk mengganti dana kemitraan yang kita minta dinaikkan menjadi 2 persen itu,” pungkas Jonan. (Rex)

Berita terbaru

Nasional23 jam ago

Presiden Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk 2020

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat berpartisipasi dan menyukseskan Sensus Penduduk 2020. Presiden mengatakan data kependudukan yang valid...

Nasional2 hari ago

Presiden Jokowi: Kedaulatan NKRI Harga Mati, Tidak Ada Tawar Menawar

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa isu utama yang paling penting dalam pertahanan negara adalah kedaulatan. Karena itu,...

Tanah Papua3 hari ago

TNI-Polri Gagalkan Transaksi Jual Beli Senpi, Satu Anggota KKSB Tewas Tertembak

NABIRE, HaIPapua.com – Tim gabungan TNI-Polri berhasil menggagalkan transaksi jual beli senjata api (senpi) di Kampung Nifasi, Distrik (kecamatan) Makimi,...

Ekonomi4 hari ago

Tunggakan Puluhan Miliar, PDAM Jayapura Akan Tertibkan Pelanggan Nakal

JAYAPURA, HaIPapua.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Jayapura akan melakukan penertiban besar-besaran pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air....

Tanah Papua5 hari ago

85 Prajurit Kodam Jaya Diperbantukan di Sejumlah Satuan Teritorial Baru di Papua

JAYAPURA, HaIPapua.com – Sebanyak 85 prajurit TNI-AD dari Kodam Jayakarta yang akan diperbantukan di Kodam XVII Cenderawasih tiba di Bandar...

Tanah Papua5 hari ago

Legislator Desak Polisi Atasi Begal di Timika

TIMIKA, HaIPapua – Legislator DPRD Mimika, Papua, Tansil Ashari mendesak aparat kepolisian resort Mimika untuk segera mengatasi aksi pembegalan yang...

Tanah Papua6 hari ago

Tiga Terdakwa Penjual Amunisi Menanti Vonis di Pengadilan Negeri Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Kasus jual beli amunisi yang melibatkan 3 warga Timika segera memasuki sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN)...

Tanah Papua1 minggu ago

LMA Tsingwarop Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Tiga Kampung

TIMIKA, HaIPapua.com – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsinga, Waa/Banti dan Aroanop (Tsingwarop) berkomitmen memperjuangkan hak-hak dasar warga dari tiga kampung...

Tanah Papua1 minggu ago

Kegiatan Belajar Mengajar di SD YPPK Titigi Belum Aktif

TIMIKA, HaIPapua.com – Usai libur Natal dan Tahun Baru, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD YPPK Titigi, Kabupaten Intan Jaya...

Nasional1 minggu ago

BMKG: Kecil Kemungkinan Asap dari Australia Menyebar ke Wilayah Indonesia

JAKARTA, HaIPapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai kecil kemungkinan asap dari kebakaran hutan di Australia akan menyebar...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.