Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sirip Hiu dan Vanili

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad berhasil menggagalkan upaya penyelundupan vanili dan sirip hiu dari Papua Nugini (PNG), Minggu (29/4/2018) kemarin. Terbongkarnya upaya penyelundupan ini, bermula ketika satgas pengamanan perbatasan RI-PNG ini menggelar razia di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Saat itu, ada seorang warga negara PNG berinisial SW (19) mengendarai mobil avanza dengan nomor polisi DS 1457 AG dari arah Kampung Mosso hendak menuju Kelurahan Koya Barat. Ketika diperiksa, SW diketahui membawa 10 kilogram vanili dan 3 kilogram sirip hiu.

“Ketika diperiksa oleh anggota, SW (19) tidak dapat menunjukkan surat lintas batas yang sah. Karena tidak punya dokumen lintas batas yang resmi kemudian warga PNG ini dibawa ke Pos Satgas untuk dimintai keterangan,” kata Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf Eko Antoni Chandra dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/4/2018).

Dari hasil pemeriksaan di Pos Satgas, kata Eko, SW (19) diketahui adalah warga PNG yang beralamat di Lae City, Provinsi Morobe. Dari pengakuannya, sirip hiu dan vanili itu ia dapat dari PNG dan rencananya akan dijual kembali di Koya Barat. “Setelah bukti cukup, kami langsung menyerahkan SW (19) ke Pos Polisi Perbatasan di Skouw, Distrik Muara Tami untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Eko.

(Baca Juga: Perbatasan RI-PNG Rawan Transaksi Narkotika)

Kepala Pos Polisi Skouw, Ipda Kasrun menyampaikan terima kasih kepada Satgas Pamtas 501 Kostrad yang telah berpartisipasi aktif mencegah masuknya barang ilegal ke wilayah Papua. Kasrun mengakui bahwa wilayah perbatasan ini menjadi pintu masuk oknum pelintas batas ilegal menyelundupkan barang-barang ilegal ke Papua.

“Wilayah perbatasan ini sangat luas, sehingga peran aktif Polri bersama TNI di wilayah perbatasan sangatlah diperlukan untuk mencegah berbagai upaya tidak kejahatan di wilayah perbatasan,” kata Kasrun.

Saat penyerahan tersangka, Eko menegaskan bahwa Satgas Pamtas 501 Kostrad telah berkomitmen untuk menjaga perbatasan dan akan menindak segala macam bentuk pelanggaran hukum di wilayah perbatasan. Menurut Eko, upaya penyelundupan yang dilakukan oleh SW (19) merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.

“Berdasarkan Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dalam Pasal 113 dijelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia yang tidak melalui pemeriksaan oleh pejabat imigrasi di tempat pemeriksaan imigrasi akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100 juta,” kata Eko. (Mas)

Berita terbaru

Dermaga Pelabuhan Portsite PT Freeport Indonesia Dermaga Pelabuhan Portsite PT Freeport Indonesia
Tanah Papua2 minggu ago

Danbrigif 20/3 Kostrad Lepas 330 Prajurit Lattuk Raider

Timika, Haipapua.com – Komandan Batalyon Infanteri 755/20/3 Kostrad Mayor Inf Afrianto Dolly beserta 330 orang prajurit jajaran Brigif 20/3 Kostrad dilepas...

Tanah Papua1 bulan ago

Yonif 754/ENK Gelar Baksos Ciptakan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

TIMIKA, HaiPapua.com – Sebagai bentuk kepedulian dalam kemanunggalan TNI dan rakyat, Satuan Batalyon Infanteri 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan Baksos dengan membagikan...

Tanah Papua1 bulan ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga2 bulan ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua2 bulan ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua2 bulan ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua2 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita2 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua2 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua3 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.