Connect with us

Tanah Papua

Satgas Yonif 501 Kostrad Kembali Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Vanili

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Wilayah Perbatasan negara menjadi pintu masuk berbagai jenis barang ilegal ke wilayah Republik Indonesia. Belum maksimalnya pengawasan yang dilakukan aparat selama ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dari aktivitas ilegal di wilayah perbatasan ini.

Hal ini terbukti dari sepak terjang Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI yang berulang kali menggagalkan penyelundupan narkoba dan berbagai jenis hasil bumi bernilai ekonomis tinggi seperti vanili.

(Baca Juga: Wilayah Perbatasan RI-PNG Rawan Peredaran Narkoba, Ini Buktinya…)

Seperti yang dilakukan Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501 Kostrad dalam sepekan terakhir yang kembali menggagalkan upaya penyeludupan vanili serta narkoba di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).

“Keinginan untuk mendapat keuntungan besar dari aktivitas ilegal ini membuat para pelaku cenderung nekad dan tidak pernah jera meski harus berhadapan dengan konsekuensi hukum,” kata Komandan Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf Eko Antoni Chandra.

Eko Antoni mencontohkan ketika patroli Satgas 501 patroli di hutan Distrik Muara Tami perbatasan RI-PNG dan memergoki dua orang yang diduga hendak melakukan transaksi vanili, Rabu (25/7/2018) kemarin.

Saat melihat patroli, dua orang tersebut langsung kabur meninggalkan tas mereka ke wilayah PNG. Saat diperiksa, di dalam tas tersebut berisi 6,9 kilogram vanili tanpa dokumen resmi. Vanili selundupan itu selanjutnya diamankan di Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Para Raider 501 Kostrad untuk didata dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Karantina Pertanian Skouw.

“Penyelundupan vanili dari PNG sudah kesekian kali diamankan oleh anggota Satgas Pamtas, namun pelaku tidak juga jera. Besarnya keuntungan dari penjualan vanili ini diduga menjadi pemicu pelaku nekad, kucing-kucingan dengan aparat,” kata Eko Antoni.

Yang lebih miris, kata Eko Antoni, maraknya penyelundupan narkoba jenis ganja dari wilayah PNG. Saat melakukan sweeping di depan Pos Kotis Satgas Yonif 501 Kostrad di Skouw, anggota mengamankan satu warga PNG berinisial TP (21) membawa 29 paket ganja kecil dan 10 paket ganja besar dengan berat keseluruhan 400 gram.

(Baca Juga: Yonif Para Raider 501 Kostrad Kembali Gagalkan Penyelundupan Vanili dari PNG)

“Dari hasil pemeriksaan, TP (21) yang berdomisili di Waromo, PNG, mengaku sebagai kurir untuk membawa ganja milik rekannya berisial JN. Rencananya, ganja ini hendak dibawa ke seseorang di Jayapura yang sudah memesan barang haram ini,” kata Eko Antoni.

Setelah pemeriksaan, kata Eko Antoni, selanjutnya tersangka TP (21) diserahkan ke Pos Polisi Skouw untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kapospol Skouw Ipda Kasrun menyampaikan terima kasih atas bantuan Satgas Yonif 501 Kostrad yang menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ini.

“Wilayah perbatasan ini memang sangat strategis bagi pengedar narkoba. Melalui sinergitas antara TNI-Polri serta peran masyarakat yang bisa mencegah penyelundupan ini,” kata Ipda Kasrun.

Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Pos Koya Koso amankan warga Keerom berinisial OS (30) membawa puluhan botol miras berbagai merk. (ist)

Miras dan Ganja

Sebelumnya, pada Jumat (20/7/2018) lalu, sweeping serentak yang digelar Pos Satgas Yonif 501 Kostrad juga mengamankan 200 gram pake ganja siap edar dan 42 botol minuman beralkohol atau minuman keras (miras).

“Sweeping serentak pada malam hari ini dilakukan menyusul laporan temuan 4 pemuda berpesta ganja di samping jalan menuju Distrik Nafri. Dari tangan para pemuda yang kabur sesaat melihat anggota Satgas berupa 3 linting ganja dan 1 paket ganja yang sudah terpakai seberat 80 gram,” ujar Eko Antoni.

Dari sweeping serentak itu, kata Eko Antoni, anggota Pos Koya Koso mengamankan 42 botol miras berbagai jenis yang dibawa oleh warga Kampung Bompay, Distrik Waris, Kabupaten Keerom berinisial OS (30).

“OS (30) mengaku membeli 42 botol miras itu di Abepura dan selanjutnya akan dijual kembali kepada pekerja proyek di Bompay,” ujar Eko Antoni.

(Baca Juga: Yonif 501 Kostrad dan PNGDF Jalin Kerja Sama Pengamanan Perbatasan RI-PNG)

Pada saat yang sama, anggota Pos Skamto juga mengamankan seorang pemuda berinisial FK (17) warga Sentani, Kabupaten Jayapura membawa 2 paket ganja kering siap edar seberat 200 gram.

Dalam pemeriksaan, kata Eko Antoni, FK (17) mengaku mendapatkan barang haram itu dari rekannya di Pir 5, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. FK (17) mengaku menukar telepon genggam merk Samsung miliknya untuk mendapatkan 2 paket ganja yang rencananya ia pakai bersama rekan-rekannya di Sentani.

“Miris, karena kecanduan sehingga FK (17) nekad menukar barang berharga miliknya dengan ganja. Berulang kali kami sampaikan, jauhi barang haram itu karena tidak bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu, para tersangka yang ketahuan memiliki atau memakai narkoba akan terkena sanksi hukum,” kata Eko Antoni.

Ia mengatakan, OS (30) yang kedapatan membawa miras disangkakan melanggar Pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. Sementara, FK (17) disangkakan melanggar Pasal 111 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp8 miliar.

“Keduanya sudah diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Eko Antoni. (Ong)

Berita terbaru

Nasional1 minggu ago

Presiden Jokowi Kaji Usulan Pemekaran Wilayah di Papua

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo berjanji akan menindaklanjuti aspirasi pemekaran wilayah di Provinsi Papua. Hal tersebut disampaikan Presiden saat...

Nasional1 minggu ago

Presiden Akan Tempatkan 1.000 Sarjana Muda Papua di BUMN

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Dalam pertemuan itu,...

Tanah Papua1 minggu ago

Ratusan Mahasiswa Tinggalkan Kota Studi, Gubernur Papua Kelabakan

JAYAPURA, HaIPapua.com – Mulutmu harimaumu. Slogan ini mungkin menggambarkan respons emosional Gubernur Papua Lukas Enembe menanggapi insiden di Asrama Mahasiswa...

Tanah Papua1 minggu ago

Polisi Amankan 20 Simpatisan ULMWP yang Diduga Terlibat Kerusuhan Jayapura

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian terus memburu pelaku perusakan dan pembakaran dalam unjuk rasa anti-rasis yang berujung kerusuhan di Jayapura, Kamis...

Tanah Papua1 minggu ago

Polisi Temukan Empat Jasad Pendulang dalam Kondisi Hangus

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian Resor Asmat menemukan 4 jasad dalam kondisi hangus saat melakukan penyisiran di lokasi tambang emas ilegal...

Tanah Papua2 minggu ago

3 Pendulang Luka Bacok Diserang OTK di Distrik Seradala, Yahukimo

TANAH MERAH, HaIPapua.com – Tiga pendulang emas tradisional dari Distrik (kecamatan) Seradala, Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke RSUD Boven Digoel, Kabupaten...

Nasional2 minggu ago

Presiden Santap Siang Bersama Pemenang Festival Gapura Cinta Negeri Asal Papua

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo secara khusus mengundang pemenang Festival Gapura Cinta Negeri asal Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten...

Tanah Papua2 minggu ago

Kantor Imigrasi Sorong Deportasi 4 WNA Pendukung Papua Merdeka

SORONG, HaIPapua.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong mendeportasi 4 warga negara asing (WNA) asal Australia, Senin (2/9/2019). Ke-4...

Nasional2 minggu ago

Presiden Terima 10 Nama Calon Pimpinan KPK

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo menerima Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka,...

Nasional2 minggu ago

Presiden Tantang Pakar Hukum Tata Negara Respons Perubahan Global

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo membuka Konferensi Hukum Tata Negara ke-6 di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/9/2019). Acara tersebut...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.