Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Satgas Pamtas Yonif 501 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 2 Kilogram Ganja dari PNG

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – “Jadikan setiap langkah kita sebagai ibadah.” Kalimat motivasi Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf Eko Antoni Chandra kepada anggotanya dalam mengamankan wilayah perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).

Motivasi ini terbukti ampuh hingga memasuki bulan ke-6 penugasan tak pernah mengendurkan pengawasan wilayah pserbatasan Papua. Buktinya, Satgas Pamtas Yonif 501 Kostrad kembali mengamankan 2 warga PNG yang hendak menyelundupkan 2 kilogram ganja ke wilayah Indonesia.

(Baca Juga: Satgas Yonif 501 Kostrad Kembali Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Vanili)

Menurut Eko Antoni, penyelundupan 2 kilogram ganja kering ini berhasil digagalkan Satgas Pamtas Yonif 501 Kostrad Pos Skamto, saat melakukan razia di Jalan Arso-Keerom, Kabupaten Keerom, Senin (20/8/2018) dini hari sekitar pukul 01.20 WIT.

“Kedua pelaku berinisial TK (18) dan PV (30), membawa barang haram itu menggunakan kendaraan roda empat dari Arso, Kabupaten Keerom, dengan tujuan Jayapura, Kota Jayapura. Mereka menyimpan ganja kering ini dalam karung kecil,” ujar Eko Antoni dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/8/2018) malam.

Dari pemeriksaan, kata Eko Antoni, diketahui bahwa TK (18) dan PV adalah warga PNG. TK (18) berdomisili di Desa Bewani, Distrik Nimboran, PNG, sementara PV (30) berdomisili di Desa Kuipons, Distrik Nimboran, PNG.

“Mereka mengaku 2 kilogram ganja kering siap edar itu milik rekan mereka yang berinisial FN yang tinggal di Desa Bewani, PNG. Rencananya ganja ini akan dijual ke Jayapura,” kata Eko Antoni.

Satgas Pamtas Yonif Para Raider 501 Kostrad Pos Skamto gagalkan penyelundupan 2 kilogram ganja yang dibawa 2 warga PNG. (Satgas Yonif 501 Kostrad)

Setelah pemeriksaan, kata Eko Antoni, selanjutnya kedua tersangka bersama barang bukti diserahkan ke Polres Keerom dan diterima oleh Bripka Edy Hamonangan. Saat menerima kedua tersangka, Bripka Edy menyampaikan apresiasi telah membantu kepolisian memutus rantai peredaran narkoba yang marah di wilayah Kabupaten Keerom.

“Kedua warga PNG ini, dapat disangkakan melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” kata Eko Antoni.

(Baca Juga: PLTA Sederhana Jadi Kado HUT Kemerdekaan untuk Warga Kampung Kriku)

“Kami tak henti-hentinya mengimbau seluruh masyarakat Papua agar berpikir dahulu sebelum bertindak. Dalam ajaran agama manapun dan UU sudah ditegaskan bahwa narkoba adalah barang terlarang yang tidak ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Terlebih lagi ada ancaman dan sanksi pidana yang akan kita terima apabila kita bermain main dengan narkoba. Jauhi narkoba sekarang juga sebelum terlambat,” kata Eko Antoni menambahkan. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua3 hari ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita4 hari ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 minggu ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua1 minggu ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 minggu ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita2 minggu ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua2 minggu ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi4 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita4 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita1 bulan ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.