Connect with us

Tanah Papua

Satgas Pamtas yang Baru Harus Segera Beradaptasi di Wilayah Penugasan

Published

on

MERAUKE, HaIPapua.com – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) bertugas untuk menjaga dan menciptakan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini (PNG). Selain itu, Satgas Pamtas juga harus membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat yang bermukim di wilayah perbatasan agar kehidupan mereka bisa meningkat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa memimpin upacara penerimaan dan pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG wilayah selatan di Lapangan Makorem 174/ATW Merauke, Sabtu (15/9/2018).

(Baca Juga: Cantiasa: Satgas Pamtas RI-PNG Berperan Mengamankan Beranda Terdepan NKRI)

Upacara tersebut dihadiri prajurit dari Satgas Yonif Mekanis 521/Dadaha Yudha yang akan menggantikan Satgas Yonif 315/Garuda di wilayah Merauke, serta Satgas Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya yang akan menggantikan Satgas Yonif Raider 323/Badak Putih Kostrad dan Satgas Yonif Raider 500/Sikatan di wilayah Tanah Merah, Boven Digoel.

“Mewakili Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, saya menyampaikan terima kasih kepada Satgas lama yang sudah melaksanakan tugas dan menunjukkan karyanya. Kepada Satgas yang baru, selamat melaksanakan tugas, kita menunggu karyamu selama bertugas di Papua,” kata Cantiasa.

Cantiasa berpesan kepada Satgas yang baru agar tidak terlena saat menjalankan tugas dan harus tetap siap siaga dalam segala situasi. Ia berharap agar Satgas yang baru bisa secepatnya beradaptasi dengan wilayah tugasnya.

“Prajurit pengganti harus segera beradaptasi, mengenal topografi, jangkauan, dan jumlah penduduk di wilayah penugasan. Dan yang tidak kalah penting adalah merebut hati kelompok separatis untuk mengajak mereka menjadi warga negara yang baik,” ujar Cantiasa.

Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa saat memberikan pengarahan kepada Satgas Pamtas RI-PNG wilayah selatan di Lapangan Korem 174 ATW Merauke. (Pendam XVII Cenderawasih)

Menurutnya, pembangunan suatu daerah bisa terlaksana jika masyarakat di wilayah tersebut bebas dari gangguan dan ancaman. Jika situasi daerah tidak kondusif, TNI wajib bertindak untuk memberikan rasa aman bagi warga.

“Tapi kalau ada kelompok tertentu yang melawan dengan mengangkat senjata, angkat senjatamu, jangan takut, karena kau sudah dilatih untuk menjaga keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ke depan kan humanisme dan soft power, karena mereka juga saudara kita,” kata Cantiasa menambahkan.

(Baca Juga: Cantiasa: Jangan Pernah Menyakiti Hati Rakyat)

Dengan bekal ilmu yang dimiliki, hendaknya prajurit Satgas bisa berinovasi membantu kesusahan yang dialami warga yang bermukim di daerah pedalaman, terluar, dan tertinggal. Ia juga berpesan agar melihat potensi generasi muda Papua yang bisa masuk TNI, sehingga ke depan merekalah yang akan menjaga wilayah Papua.

“Sebelum melaksanakan itu semua, saya juga mengingatkan agar para prajurit tidak lupa untuk berdoa, sebab segala kekuatan berasal dari Yang Maha Kuasa,” ucap Cantiasa.

Di penghujung amanatnya, Cantiasa berpesan kepada prajurit yang hendak kembali ke kesatuan agar tidak membawa flora dan fauna yang dilindungi.

“Kepada prajurit yang sudah menyelesaikan tugas, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan untuk setiap keberhasilan selama bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah selatan,” kata Cantiasa. (Ong)

Berita terbaru

Nasional1 minggu ago

Presiden Jokowi Kaji Usulan Pemekaran Wilayah di Papua

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo berjanji akan menindaklanjuti aspirasi pemekaran wilayah di Provinsi Papua. Hal tersebut disampaikan Presiden saat...

Nasional1 minggu ago

Presiden Akan Tempatkan 1.000 Sarjana Muda Papua di BUMN

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Dalam pertemuan itu,...

Tanah Papua1 minggu ago

Ratusan Mahasiswa Tinggalkan Kota Studi, Gubernur Papua Kelabakan

JAYAPURA, HaIPapua.com – Mulutmu harimaumu. Slogan ini mungkin menggambarkan respons emosional Gubernur Papua Lukas Enembe menanggapi insiden di Asrama Mahasiswa...

Tanah Papua1 minggu ago

Polisi Amankan 20 Simpatisan ULMWP yang Diduga Terlibat Kerusuhan Jayapura

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian terus memburu pelaku perusakan dan pembakaran dalam unjuk rasa anti-rasis yang berujung kerusuhan di Jayapura, Kamis...

Tanah Papua1 minggu ago

Polisi Temukan Empat Jasad Pendulang dalam Kondisi Hangus

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian Resor Asmat menemukan 4 jasad dalam kondisi hangus saat melakukan penyisiran di lokasi tambang emas ilegal...

Tanah Papua2 minggu ago

3 Pendulang Luka Bacok Diserang OTK di Distrik Seradala, Yahukimo

TANAH MERAH, HaIPapua.com – Tiga pendulang emas tradisional dari Distrik (kecamatan) Seradala, Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke RSUD Boven Digoel, Kabupaten...

Nasional2 minggu ago

Presiden Santap Siang Bersama Pemenang Festival Gapura Cinta Negeri Asal Papua

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo secara khusus mengundang pemenang Festival Gapura Cinta Negeri asal Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten...

Tanah Papua2 minggu ago

Kantor Imigrasi Sorong Deportasi 4 WNA Pendukung Papua Merdeka

SORONG, HaIPapua.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong mendeportasi 4 warga negara asing (WNA) asal Australia, Senin (2/9/2019). Ke-4...

Nasional2 minggu ago

Presiden Terima 10 Nama Calon Pimpinan KPK

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo menerima Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka,...

Nasional2 minggu ago

Presiden Tantang Pakar Hukum Tata Negara Respons Perubahan Global

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo membuka Konferensi Hukum Tata Negara ke-6 di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/9/2019). Acara tersebut...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.