Connect with us
isidisini

Nasional

Samuel Enock: Para TKA Tidak Dideportasi Tapi Diproses Hukum

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Kabupaten Mimika Jesaja Samuel Enock memastikan akan memproses hukum perusahaan dan oknum yang memfasilitasi puluhan tenaga kerja asing (TKA) bekerja di sejumlah perusahaan tambang emas di Kabupaten Nabire.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kantor Imigrasi Tembagapura Kabupaten Mimika mengamankan 37 warga negara asing (WNA) yang bekerja tanpa izin bekerja di 4 lokasi tambang rakyat di Distrik (Kecamatan) Makimi, Kabupaten Nabire.

“Ada 21 WNA yang sudah ditahan di Kantor Imigrasi Tembagapura sejak 10 Juni lalu. Ke-21 WNA itu masing-masing 1 orang asal Korea Selatan, 4 orang asal Jepang dan 16 orang lainnya asal Tiongkok. 16 WNA lainnya saat ini masih diamankan di Nabire dan nanti akan menyusul ke Timika untuk menjalani pemeriksaan,” kata Samuel di Timika, Kabupaten Mimika, Jumat (22/6/2018) kemarin.

(Baca Juga: Kantor Imigrasi Klas II Tembagapura Amankan 37 Tenaga Kerja Asing di Nabire)

Menurut Samuel Enock, ke-21 WNA yang sudah menjalani pemeriksaan di Timika terindikasi melakukan tindak pidana keimigrasian dengan beraktivitas sebagai tenaga kerja menggunakan visa kunjungan wisata dan kunjugan tinggal sementara.

“Mereka disangkakan melanggar Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp500 juta. Jadi mereka tidak dideportasi, tetapi semua diproses hukum,” kata Samuel Enock menegaskan.

Mempidanakan Korporasi

Selain memproses hukum para WNA, Samuel Enock juga berencana memproses hukum orang-orang atau korporasi yang berperan memfasilitasi para WNA ini bekerja tanpa izin keimigrasian.
Pasalnya, dari hasil pemeriksaan terungkap keterlibatan dari orang-orang maupun korporasi yang berperan memfasilitasi para WNA ini bekerja menggunakan visa kunjungan wisata.

“Mereka dapat disangkakan melanggar Pasal 122 huruf (b) UU Keimigrasian, bagi orang yang menyuruh melakukan atau dalam hal ini orang-orang yang memfasilitasi mereka termasuk pihak perusahaan,” kata Samuel.

Ia mengaku telah mengidentifikasi beberapa nama termasuk seorang pemilik perusahaan yaitu PT Pasific Mining Jaya (PT PMJ) berinisial BE, yang bertanggung jawab dalam kasus ini. Proses terhadap para oknum tersebut segera ditingkatkan ke tahap pemeriksaan.

(Baca Juga: Spirit Perpres 20/2018 Tentang TKA untuk Memproteksi Tenaga Kerja Nasional)

Penangkapan terhadap puluhan tenaga kerja asing ilegal ini berawal dari laporan masyarakat dan lembaga masyarakat adat di Nabire. Pihak Imigrasi menduga masih ada ratusan WNA lainnya yang tidak memiliki izin kerja berada di Nabire melakukan aktivitas penambangan.

“Ini semua dalam rangka tegaknya kedaulatan negara. Negara hadir memberikan isyarat kepada setiap orang asing bahwa ada Pemerintah dan penegak hukum yang mengatur tentang kegiatan mereka,” ucap Samuel Enock. (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua3 hari ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita4 hari ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 minggu ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua1 minggu ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 minggu ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita2 minggu ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua2 minggu ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi4 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita4 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita1 bulan ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.