Connect with us
isidisini

Tanah Papua

RSMM Timika Polisikan Manajer PLN Timika Dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Kuasa Hukum Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Eus Berkasa melaporkan Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Timika ke Polres Mimika dalam kasus dugaan pemerasan. Eus menjelaskan laporan ini bermula ketika ada tagihan lisan dari PLN ke RSMM sebesar Rp8,7 miliar disertai ancaman pemutusan aliran listrik karena meteran listrik di RSMM tidak berfungsi.

“Kami pada hari ini secara resmi melaporkan manajer PT PLN cabang Timika ke sentra pelayanan Polres Mimika. Kami melaporkan dugaan tindak pidana pemerasan. Ini berkaitan dengan permintaan sejumlah uang disertai ancaman pemutusan aliran listrik,” ujar Eus Berkasa di Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (20/2/2018) kemarin.

Pihak PLN membuat tagihan sebesar Rp8,7 miliar dengan alasan karena RSMM telah melakukan kelalaian yang mengakibatkan meteran listrik di rumah sakit itu tidak berfungsi selama 10 hari. Padahal, kata Eus, RSMM telah melapor ke PLN sejak hari pertama meteran listrik tidak berfungsi, namun baru direspon 3 hari kemudian. Saat melakukan pengecekan itu mereka tidak menemukan penyebab meteran tidak berfungsi.

Pada hari ke-10, barulah petugas melakukan pemeriksaan dengan serius dan menemukan ada salah satu fungsi dari meteran yang tidak dinormalkan sehingga alat pengukur itu tidak berfungsi. “Dari proses 10 hari itu, kami menilai PLN melakukan pembiaran. Bahkan mereka lalu memanggil pihak RSMM dan meminta membayar tagihan susulan sebesar Rp8,7 miliar dengan ancaman melakukan pemutusan aliran listrik,” kata Eus.

(Baca Juga: Yanuar Nugroho: Negara Harus Hadir Menjawab Masalah Kesehatan di Papua)

Menurut Eus, RSMM menolak membayar sejumlah uang yang diminta PLN karena menilai jumlah sebesar itu tidak sebanding dengan pemakaian selama 10 hari.

Sebelum melaporkan kasus ini ke Polres Mimika, kata Eus, pihaknya sudah dua kali melayangkan somasi (teguran) namun tidak direspon oleh pihak PLN. Bahkan, mereka lalu melaksanakan ancamannya dengan memutus aliran listrik di RSMM pada 22 Januari lalu.

“Mengapa RSMM tidak membayar tagihan itu, karena kami menilai jumlah sebesar itu tidak rasional. Kalaupun ada kelalaian, apakah harus didenda dengan bayaran sefantastis itu. Tentu kami akan membayar jika kami lalai, tapi akan sebesar itu?” kata Eus.

RSMM, kata Eus, telah mengajak pihak PLN untuk membentuk tim investigasi bersama namun mereka tetap bersikeras menagih sejumlah uang dengan alasan menuduh RSMM telah melakukan pencurian daya. Saat ini RSMM hanya bergantung kepada generator listrik sehingga membuat pelayanan terhadap pasien tidak maksimal.

“Pemutusan listrik ini mengakibatkan pelayanan di RSMM menjadi tidak maksimal, padahal rumah sakit milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Amungme Kamoro (LPMAK) sebagian besar melayani warga 7 suku yang jumlahnya tidak sedikit,” kata Eus.

PLN Mimika Tidak Punya Itikad Baik

Wakil Direktur RSMM, Laurens Hokeng mengatakan pihaknya terpaksa melaporkan Manajer PLN Timika karena tidak mencerminkan institusi pelayan masyarakat yang baik. Pasalnya, kata Laurens, saat melakukan pemutusan aliran listrik dilakukan secara sembunyi-sembunyi, padahal sudah ada proses surat menyurat dan pertemuan dengan pihak PLN selama beberapa kali.

“Kami sudah berupaya berdialog dengan mereka, namun mereka berkeras memberlakukan aturan internal mereka dan menuduh kami mencuri daya, padahal saat mereka memeriksa hanya permasalahan switch saja, dan kondisi meteran masih tersegel. Yang lebih miris, saat melakukan pemutusan mereka hanya datang menitip surat di sekretariat, dan langsung melakukan pemutusan aliran. Beruntung saat itu ada petugas kami sehingga bisa langsung menjalankan generator,” kata Laurens.

(Baca Juga: Menkes Ungkap 4 Faktor Penghambat Pelayanan Kesehatan di Papua)

Terkait masalah ini, Laurens mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Yayasan Caritas dan Keuskupan Timika serta pihak LPMAK dan PT Freeport Indonesia. Menurut Laurens, semua stakeholder RSMM sudah mendukung upaya hukum ini, mengingat tagihan itu jauh diatas tagihan bulanan RSMM ke PLN yang berkisar Rp150-an juta perbulan.

“Kami sudah menjadi pelanggan sejak 2014 lalu dan selama itu tidak ada permasalahan dengan PLN. Bahkan mereka membantu kami saat generator kami rusak pada pertengahan 2016 lalu. Namun karena adanya tagihan sepihak ini, kami merasa perlu untuk mengingatkan PLN sebagai lembaga pelayan masyarakat seperti rumah sakit agar tidak berlaku sewenang-wenang,” kata Laurens.

“Bayangkan, rumah sakit sebesar ini saja bisa mereka perlakukan seperti ini, lalu bagaimana dengan perusahaan kecil atau rumah tangga,” kata Laurens,

Mengadu ke Presiden

Tidak adanya solusi dengan PLN, kata Eus, pihak RSMM dan Yayasan Caritas sudah bersurat ke PLN Wilayah di Jayapura selaku atasan dari PLN Ranting Timika. Selain itu, mereka juga sudah bersurat ke Kementerian BUMN, Kesehatan, ESDM dan Ombudsman RI agar permasalahan ini cepat selesai.

“Kami sangat berharap agar kasus ini segera diselesaikan, dan kami sudah mendapat tanggapan dari Ombudsman RI jika PLN tidak menyelesaikan maka kasus ini segera diambilalih karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat asli orang Papua (OAP),” kata Eus.

(Baca Juga: John Djonga: Tanpa Pengawasan, Program Jokowi di Papua Tidak akan Berhasil)

Eus mengaku juga tengah menyusun gugatan perdata karena akibat pemutusan listrik sepihak ini mengakibatkan RSMM mengalami kerugian materiil dan imaterial. Kerugian materiil, kata Eus, akibat pemutusan listrik itu RSMM harus mengeluar biaya operasional kurang lebih Rp20 juta perhari.

“Sementara kerugian imaterial, karena pemutusan aliran listrik ini pelayanan kesehatan di RSMM menjadi tidak maksimal. Beruntung saat ini, generator masih baik, jika terjadi kerusakan maka jika ada pasien yang meninggal di ICU atau yang sedang dioperasi maka itu bagian dari kerugian imaterial,” kata Eus. (Rex)

Berita terbaru

Tanah Papua1 jam ago

DLH Mimika Diminta Serius Tangani Sampah di TPS Nawaripi

TIMIKA, HaiPapua.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua diminta untuk serius menangani sampah sehingga tidak terjadi penumpukan di...

Berita1 hari ago

Pemkab Mimika Akan Beri Stimulan Bagi Tiga Pelaku Usaha

TIMIKA, HaiPapua.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, akan memberikan stimulan bagi para pelaku usaha secara khusus pelaku usaha perhotelan,...

Tanah Papua1 hari ago

Lemasa Imbau Warga Mimika Patuhi Instruksi Bupati

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme, mengimbau kepada seluruh warga kabupaten Mimika untuk mematuhi instruksi bupati Mimika Eltinus...

Tanah Papua2 hari ago

Tokoh Nilai Bantuan YPMAK ke Pusat dan Provinsi Papua Tidak Efisien

TIMIKA, HaiPapua.com – Partisipasi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 di tingkat...

Tanah Papua3 hari ago

Amankan Jalur Penerbangan, Pasukan TNI Duduki Markas KKSB di Distrik Serambakon

JAYAPURA, HaIPapua.com – Pasukan TNI berhasil mengusir Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Komandan Korem...

Tanah Papua3 hari ago

Pendulang Emas Tradisional Ditemukan Tewas di Kali Kabur Mil 22

TIMIKA, HaIPapua.com – Modestus Welerubun (29) ditemukan tewas setelah terseret arus di Kali Kabur Mil 22, Timika, Kabupaten Mimika, Senin...

Tanah Papua3 hari ago

KKSB Serang Kantor Freeport Kuala Kencana, Satu Pekerja Asing Tewas

TIMIKA, HaIPapua.com – Dua pekerja tertembak akibat penyerangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Senin (30/3/2020)....

Tanah Papua3 hari ago

OTK Tembak Karyawan Freeport di Kuala Kencana

TIMIKA, HaiPapua.com – Sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Joni Botak, pada Senin (30/03/2020)...

Penyerahan APD dan uang Rp2 miliar Penyerahan APD dan uang Rp2 miliar
Tanah Papua3 hari ago

YPMAK Bantu RP2 Miliar dan APD Untuk Penanganan Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Tim Gugus...

Puluhan karton minuman yang disita anggota Polres Mimika pada Jumat (29/03/2020) Puluhan karton minuman yang disita anggota Polres Mimika pada Jumat (29/03/2020)
Tanah Papua5 hari ago

Polisi Sita Minuman Beralkohol Yang Dijual di Luar Jam Yang Ditentukan

TIMIKA, HaiPapua.com – Jajaran Polres Mimika menyita puluhan karton minuman keras beralkohol dari penjual yang masih berjualan di luar waktu...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.