Connect with us
isidisini

Nasional

Presiden Ungkap Alasan Memilih Yasonna, ST Burhanuddin, dr Terawan, dan Tito Karnavian

Published

on

JAKARTA, HaIPapua.comPresiden Joko Widodo telah mengumumkan dan melantik menteri negara dan pejabat setingkat menteri yang akan membantunya 5 tahun ke depan.

Ada sejumlah nama terpilih dalam Kabinet Indonesia Maju menjadi polemik di masyarakat terkait rekam jejak sebelumnya. Sehari berselang setelah pelantikan, Presiden pun mengungkapkan alasan memilih sejumlah menteri yang menjadi polemik di masyarakat.

(Baca Juga: Presiden Jokowi Umumkan Kabinet Indonesia Maju)

Dalam kabinet Indonesia Maju, Presiden kembali memilih Yasonna Laoly untuk menjabat Menteri Hukum dan HAM. Politisi PDI Perjuangan ini menjadi sorotan publik ketika ngotot mendorong revisi UU KPK yang akhirnya memicu gelombang unjuk rasa akhir September lalu.

Presiden mengaku memberikan tugas kepada Yasonna untuk memperbaiki dan mengoreksi apa yang perlu diperbaiki pemerintah. Secara khusus, Presiden menugaskan Yasonna untuk menyelesaikan omnibus law yang menurutnya sebagai pekerjaan besar untuk memperbaiki pelayanan publik.

“Bagaimana kurang lebih 74 undang-undang (UU) itu bisa direvisi sekaligus sehingga bisa memperbaiki pelayanan-pelayanan publik yang ada, pelayanan kepada dunia usaha, sehingga betul-betul cipta lapangan kerja itu konkret bisa kita lakukan. Saya kira tugas menteri ada di situ. Termasuk juga yang berkaitan dengan tata kelola yang ada di lapas (lembaga pemasyarakatan),” ujar Presiden kepada wartawan di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Jaksa Agung

Sanitiar (ST) Burhanuddin yang terpilih sebagai Jaksa Agung juga tak luput dari sorotan publik. Adik politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin ini, diketahui adalah jaksa karier yang pensiun pada 2014 lalu dengan jabatan terakhir sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

(Baca Juga: Pesan Presiden Kepada Menteri Kabinet Indonesia Maju)

Terkait penunjukan ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung, menurut Presiden, karena ia membutuhkan orang yang berasal dari internal agar lebih memahami hal-hal di dalam Kejaksaan Agung.

“Kemudian Pak Jaksa Agung juga saat bertemu dengan saya, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan proses-proses perbaikan internal dan juga yang berkaitan dengan pencegahan korupsi. Saya kira itu yang saya sangat tertarik,” kata Presiden.

Menteri Kesehatan

Presiden juga mengungkapkan alasan memilih Letjen TNI dr Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan meski tengah berpolemik dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena tudingan melakukan pelanggaran kode etik kedokteran Indonesia.

Presiden menilai dr Terawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto berpengalaman dalam hal manajemen kesehatan. Buktinya, kata Presiden, ia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam memimpin RSPAD.

“Menteri ini titik beratnya lebih pada pengelolaan, lebih kepada manajemen. Baik itu manajemen anggaran, baik itu manajemen personalianya yang ada di Kementerian Kesehatan, baik manajemen mendistribusikan anggaran agar betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Presiden.

“Sehingga menterinya harus memiliki pengalaman dan manajemen yang baik. Saya lihat dr Terawan dalam mengelola RSPAD memiliki kemampuan,” kata Presiden menambahkan.

(Baca Juga: Presiden Jokowi Paparkan 5 Fokus Kerja Pemerintah Periode 2019-2024)

Alasan lain, kata Presiden, karena dr Terawan memiliki rekam jejak yang diakui di dunia internasional, yakni pernah menjabat Ketua International Committee on Military Medicine (ICMM), sebuah organisasi dokter militer dunia. Pengalaman lapangan sebagai dokter militer juga sangat dibutuhkan untuk menghadapi bencana dan ancaman endemik.

“Kita ini selalu berada dalam posisi bencana dan ancaman endemik di Indonesia masih ada. Saya lihat waktu beberapa kali saya undang, orientasinya adalah preventif. Itu yang akan lebih dititikberatkan. Artinya yang berkaitan dengan pola hidup sehat, pola makan yang sehat, olahraga yang sehat, bukan titik beratnya pada mengurusi yang telah sakit. Membuat rakyat kita sehat. Saya kira itu,” ujar Presiden.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri)

Pada kesempatan itu, Presiden juga menjelaskan alasan menempatkan Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri.

Menurutnya, Tito memiliki pengalaman di lapangan dan hubungan dengan daerah yang baik saat menjabat sebagai Kapolri. Untuk itu, Presiden memberi tugas kepada Tito untuk mengawal cipta lapangan kerja agar investasi di daerah bisa berjalan dengan baik.

“Kemudian juga saya sampaikan yang berkaitan dengan pelayanan, utamanya di bidang yang berkaitan dengan pelayanan publik di daerah-daerah agar bisa dikoordinasi dengan baik dengan seluruh kepala daerah yang ada sehingga tata kelola dalam pelayanan kepada dunia usaha, dunia bisnis, dalam investasi, itu betul-betul bisa ramah, cepat, dan kita harapkan penciptaan lapangan kerja bisa dilakukan,” kata Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. (Fox)

Berita terbaru

Tanah Papua3 hari ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga3 minggu ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua3 minggu ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua3 minggu ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua1 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita1 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua1 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua1 bulan ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita1 bulan ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.