Connect with us

Nasional

Presiden Ingin Calon Pimpinan KPK yang Berkomitmen Memberantas Korupsi

Published

on

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo menerima panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Pansel yang beranggotakan sembilan orang tersebut sebelumnya telah dibentuk dan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 54/P Tahun 2019 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Masa Jabatan Tahun 2019-2023. Keppres tersebut ditandatangani pada 17 Mei 2019.

Usai pertemuan, ketua pansel Yenti Garnasih mengatakan dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Tanah Air yang diharapkan akan semakin baik.

“Presiden menyampaikan komitmen atas pencegahan dan pemberantasan korupsi terutama mulai sekarang dan empat tahun ke depan setelah nanti komisioner terbentuk,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden.

(Baca Juga: Presiden Tetapkan Pansel Calon Pimpinan KPK Masa Jabatan 2019-2023)

Presiden juga menyampaikan amanahnya bagi pansel calon pimpinan KPK agar melakukan tugasnya dengan baik dan memunculkan para pimpinan KPK yang berkualitas, berintegritas, dan mampu mengemban tugasnya dalam mengatasi permasalahan korupsi di Indonesia dengan lebih baik.

“Presiden meminta kepada kami mengemban amanah dengan baik untuk menghasilkan komisioner yang baik. Karena bagaimanapun juga peran dari pimpinan KPK itu sangat penting,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, kata Yenti, Presiden dan pansel KPK juga membicarakan soal dinamika dan permasalahan pemberantasan dan pencegahan korupsi di Indonesia.

“Kami membahas berbagai permasalahan yang ada di dalam dinamika pemberantasan dan pencegahan korupsi selama empat tahun ini. Itu juga presiden sangat mendalami, sangat memahami, sangat mengikuti dinamika yang ada,” tuturnya.

Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK, Yenti Garnasih memberikan keterangan pers usai bertemu Presiden di Istana Negara, Jakarta. (Biro Pers Setpres)

Libatkan BNPT dan BNN

Yenti menjelaskan bahwa dalam melakukan seleksi calon pimpinan KPK kali ini akan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Keterlibatan dua badan tersebut melengkapi badan dan lembaga lainnya yang sebelumnya turut terlibat.

“Kali ini kami menambahkan tracking, yang standar adalah (dari) polisi, jaksa, KPK, BIN, dan PPATK, sekarang ditambah BNPT dan BNN,” ungkap Yenti.

(Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Papua Mengaku Khilaf)

Penambahan pihak-pihak yang akan turut melacak rekam jejak calon pimpinan KPK tersebut merupakan upaya dari pansel untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang mendesak sekaligus menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia saat ini.

Yenti mengatakan bahwa keterlibatan BNPT dimaksudkan untuk memeriksa rekam jejak para calon pimpinan KPK apakah yang bersangkutan memiliki keterlibatan dengan radikalisme maupun lainnya.

“Kita lihat keadaan Indonesia, berbagai hal dinamika yang terjadi adalah kaitannya dengan radikalisme sehingga pansel tidak mau kecolongan ada yang kecenderungannya ke sana,” ucapnya.

“Tapi tentu saja penilaiannya nanti menggunakan penilaian-penilaian yang bisa dilakukan secara psikologis, klinis, dan data-data dari BNPT itu sendiri,” imbuhnya.

(Baca Juga: Presiden: Pansel Calon Pimpinan KPK Kredibel dan Punya Kapasitas)

Sementara keterlibatan BNN dibutuhkan untuk melacak rekam jejak dan adanya kemungkinan seorang calon merupakan pengguna narkoba atau bahkan memiliki keterlibatan dengan sindikat narkoba.

“Ini juga penting. Karena di beberapa negara, itu hal yang sangat mungkin dalam pemilihan apapun. Orang yang terpilih itu ternyata yang membackingnya adalah kartel-kartel narkoba,” ungkap Yenti.

Adapun pansel calon pimpinan KPK 2019-2023 yang hadir adalah ketua pansel Yenti Garnasih, wakil ketua pansel Indriyanto Senoadji, dan para anggotanya, yaitu Harkristuti Harkrisnowo, Hamdi Moeloek, Marcus Priyo, Hendardi, Al Araf, Diani Sadia, dan Mualimin Abdi. (Fox)

Berita terbaru

Tanah Papua21 jam ago

85 Prajurit Kodam Jaya Diperbantukan di Sejumlah Satuan Teritorial Baru di Papua

JAYAPURA, HaIPapua.com – Sebanyak 85 prajurit TNI-AD dari Kodam Jayakarta yang akan diperbantukan di Kodam XVII Cenderawasih tiba di Bandar...

Tanah Papua1 hari ago

Legislator Desak Polisi Atasi Begal di Timika

TIMIKA, HaIPapua – Legislator DPRD Mimika, Papua, Tansil Ashari mendesak aparat kepolisian resort Mimika untuk segera mengatasi aksi pembegalan yang...

Tanah Papua2 hari ago

Tiga Terdakwa Penjual Amunisi Menanti Vonis di Pengadilan Negeri Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Kasus jual beli amunisi yang melibatkan 3 warga Timika segera memasuki sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN)...

Tanah Papua5 hari ago

LMA Tsingwarop Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Tiga Kampung

TIMIKA, HaIPapua.com – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsinga, Waa/Banti dan Aroanop (Tsingwarop) berkomitmen memperjuangkan hak-hak dasar warga dari tiga kampung...

Tanah Papua5 hari ago

Kegiatan Belajar Mengajar di SD YPPK Titigi Belum Aktif

TIMIKA, HaIPapua.com – Usai libur Natal dan Tahun Baru, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD YPPK Titigi, Kabupaten Intan Jaya...

Nasional5 hari ago

BMKG: Kecil Kemungkinan Asap dari Australia Menyebar ke Wilayah Indonesia

JAKARTA, HaIPapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai kecil kemungkinan asap dari kebakaran hutan di Australia akan menyebar...

Nasional6 hari ago

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata di Raja Ampat

JAKARTA, HaIPapua.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah merampungkan pembangunan Instalasi Pengolahan...

Tanah Papua1 minggu ago

Pelaku Penembakan di Mil 53 Diduga KKSB Kali Kopi Pimpinan Joni Botak

TIMIKA, HaIPapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meninjau langsung lokasi penembakan bus karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) di...

Tanah Papua1 minggu ago

Bus Karyawan Freeport Ditembak OTK di Mile 53

TIMIKA, HaIPapua.com – Iring-iringan bus karyawan PT. Freeport Indonesia kembali ditembak orang tak dikenal (OTK) di area mile 53 ruas...

Tanah Papua1 minggu ago

Katedral Tiga Raja Timika Buka Posko Bantuan Bagi Warga Titigi

TIMIKA, HaIPapua.com – Gereja Katolik Keuskupan Timika, Katedral Tiga Raja Timika, Mimika, Papua membuka posko bantuan bagi warga Titigi, Kabupaten...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.