Connect with us

Tanah Papua

Polres Paniai Selidiki Kasus Pembakaran Kantor Polsek Waghete

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian Resor Paniai masih menyelidiki kerusuhan yang terjadi di Distrik (kecamatan) Tigi, Kabupaten Deiyai, Selasa (21/5/2019) lalu. Dalam kejadian itu puluhan massa membawa senjata tajam tradisional membakar kantor Polsek Waghete, dua rumah kios, dan tiga unit mobil.

Aksi brutal ini diduga akibat penembakan yang dilakukan anggota Polsek Waghete yang mengenai salah seorang warga bernama Yulius Mote.

“Kasus ini sudah ditangani Polres Paniai. Kapolres sudah berada di TKP beberapa saat setelah kejadian. Polda Papua juga sudah mengirim Direktur Samapta dan Kabid Propam untuk membantu penyelidikan kasus ini,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Jayapura, Rabu (22/5/2019).

(Baca Juga: Bentrokan Massa Pendukung Caleg Berujung Pembakaran Kantor Distrik di Tolikara)

Kejadian ini bermula ketika anggota Polsek hendak mengamankan seorang pemuda yang menganiaya sopir angkutan kota di depan SMP YPPK Waghete sekitar pukul 17.00 WIT. Saat itu, pemuda yang belakangan diketahui bernama Yulius Mote dalam kondisi dipengaruhi alkohol.

Melihat kedatangan mobil patroli, Yulius justru lari ke arah mobil dan langsung memukul kaca mobil. Ketika hendak diamankan, Yulius kemudian diambil oleh pihak keluarga untuk diamankan di rumah.

Berselang 10 menit setelah diamankan oleh keluarganya, seorang anggota Polantas Polres Paniai melaporkan bahwa kendaraan yang ia tumpangi diserang orang mabuk. Patroli Polsek Waghete kembali mendatangi lokasi kejadian tersebut yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penganiayaan sebelumnya.

Melihat kedatangan mobil patroli, Yulius langsung lari ke rumahnya mengambil panah lalu berusaha menyerang anggota. Anggota Polsek sempat melepas tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan Yulius yang terus mengejar. Salah seorang anggota akhirnya melepaskan tembakan yang mengenai tubuh Yulius.

(Baca Juga: Lerai Tawuran Antarkelompok di Oksibil, 2 Anggota Polisi Terkena Panah)

Setelah kejadian itu, tiba-tiba puluhan orang bersenjata panah langsung menyerang ke kantor Polsek Waghete. Selain membakar kantor Polsek, massa juga membakar dua rumah kios dan 3 buah mobil.
Saat kejadian juga terjadi aksi asusila, pemerkosaan terhadap dua orang ibu dan seorang anak di bawah umur.

“Anggota sudah mengamankan aktor utama kasus ini. Ia kini dirawat di RSUD Paniai akibat tindakan terukur yang dilakukan ketika hendak menyerang anggota dengan panah,” kata Kamal.

“Kami juga sudah mengevakuasi 3 orang korban tindak asusila yang dilakukan massa saat kejadian ke RSUD Paniai. Untuk kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Paniai,” kata Kamal menambahkan.

Pemakaman Yulius Mote di halaman kantor Polsek Waghete, Kamis (23/5/2019). (Facebook Kogemani Edoway)

Dimakamkan di Halaman Polsek

Dilansir dari laman Facebook Kogemani Edoway, diketahui akhirnya Yulius Mote meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Paniai.

Jenazah Yulius Mote kemudian dimakamkan di halaman Kantor Polsek Waghete, pada Kamis (23/5/2019) siang sekitar pukul 14.00 WIT. Dalam unggahannya tersebut, ia menyebut bahwa kasus ini sudah ditangani oleh Bupati Deiyai, Ateng Edowai.

“Bupati akan mempertemukan pihak pelaku dan korban dalam forum yang menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi terbaik bagi Kabupaten Deiyai,” tulis Kogemani pada Kamis (23/5/2019). (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua21 jam ago

Pangdam Cenderawasih Besuk 4 Warga Asal Kampung Olenki di RSUD Mimika

TIMIKA, HaIPapua.com – Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab membesuk 4 korban luka tembak yang tengah dirawat di...

Tanah Papua2 hari ago

Kodam Cenderawasih Akan Investigasi Tertembaknya 7 Warga di Kabupaten Puncak

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kodam XVII Cenderawasih menyampaikan duka cita menyusul jatuhnya korban jiwa dari warga sipil dalam insiden kontak tembak...

Tanah Papua2 hari ago

Kontak Tembak di Kabupaten Puncak, 3 Warga Sipil Tewas

TIMIKA, HaIPapua.com – Empat warga korban kontak tembak di Kabupaten Puncak, dievakuasi ke RSUD Mimika, Kabupaten Mimika, Rabu (18/9/2019) siang....

Tanah Papua2 hari ago

Pesawat Twin Otter Rimbun Air PK-CDC Hilang Kontak di Kabupaten Puncak

TIMIKA, HaIPapua.com – Pesawat Rimbun Air PK-CDC jenis Twin Otter DHC-6 hilang kontak dalam penerbangan dari Timika, Kabupaten Mimika ke...

Nasional1 minggu ago

Presiden Jokowi Kaji Usulan Pemekaran Wilayah di Papua

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo berjanji akan menindaklanjuti aspirasi pemekaran wilayah di Provinsi Papua. Hal tersebut disampaikan Presiden saat...

Nasional1 minggu ago

Presiden Akan Tempatkan 1.000 Sarjana Muda Papua di BUMN

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Dalam pertemuan itu,...

Tanah Papua2 minggu ago

Ratusan Mahasiswa Tinggalkan Kota Studi, Gubernur Papua Kelabakan

JAYAPURA, HaIPapua.com – Mulutmu harimaumu. Slogan ini mungkin menggambarkan respons emosional Gubernur Papua Lukas Enembe menanggapi insiden di Asrama Mahasiswa...

Tanah Papua2 minggu ago

Polisi Amankan 20 Simpatisan ULMWP yang Diduga Terlibat Kerusuhan Jayapura

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian terus memburu pelaku perusakan dan pembakaran dalam unjuk rasa anti-rasis yang berujung kerusuhan di Jayapura, Kamis...

Tanah Papua2 minggu ago

Polisi Temukan Empat Jasad Pendulang dalam Kondisi Hangus

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian Resor Asmat menemukan 4 jasad dalam kondisi hangus saat melakukan penyisiran di lokasi tambang emas ilegal...

Tanah Papua2 minggu ago

3 Pendulang Luka Bacok Diserang OTK di Distrik Seradala, Yahukimo

TANAH MERAH, HaIPapua.com – Tiga pendulang emas tradisional dari Distrik (kecamatan) Seradala, Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke RSUD Boven Digoel, Kabupaten...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.