Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Polres Nabire Pulangkan 3 Anak Korban Perdagangan Orang ke Jawa Barat

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian Resor Nabire berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap tiga anak perempuan asal Kota Bandung, Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan ketiga anak perempuan yang berinisial HW (16), AD (17), dan D (18) diamankan dari salah satu tempat karaoke di Nabire, Senin (31/12/2018) lalu. Setelah menjalani pemeriksaan di Polres Nabire, ketiganya dipulangkan ke Bandung didampingi anggota Polda Jawa Barat pada Jumat (4/1/2019).

“Ketiga anak yang diduga menjadi korban TPPO ini sudah dikirim ke Bandung dengan pengawalan anggota Polda Jawa Barat,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/1/2019).

(Baca Juga: Kepala Staf Kepresidenan dan Menteri Yohana Satukan Tekad untuk ‘Three Ends’)

Terungkapnya kasus TPPO ini, kata Kamal, setelah orang tua dari salah seorang anak melapor ke Mapolda Jawa Barat pada 13 Desember 2018 lalu. Dalam laporannya menyebut anaknya dibawa oleh sindikat perdagangan orang ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

“Setelah laporan itu, Polda Jawa Barat langsung berkoordinasi dengan Polda Papua dan Polres Nabire. Dari penyelidikan akhirnya ke-3 anak korban perdagangan orang atau human trafficking ini ditemukan di salah satu tempat hiburan di Nabire,” ujar Kamal.

Menurut Kamal, dari pemeriksaan terhadap ke-3 anak perempuan itu diketahui bahwa dua di antaranya masih berstatus pelajar. Mereka mengaku direkrut oleh FA dan Mami B di Kota Bandung, kemudian ditawari pekerjaan dengan iming-iming gaji sebesar Rp30 juta per bulan.

“Untuk mengelabui petugas, sindikat perdagangan orang ini membuat surat domisili palsu dengan menambah umur HW dan AD menjadi 21 tahun. Usia ini dianggap dewasa untuk KUHAP,” papar Kamal.

(Baca Juga: Kantor Imigrasi Klas II Tembagapura Amankan 37 Tenaga Kerja Asing di Nabire)

Dengan terungkapnya kasus ini, kata Kamal, Polda Papua langsung berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk mengamankan FA dan Mami B guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Dalam kasus ini FA dan Mami B disangkakan dengan Pasal 12 Jo Pasal 19 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan pidana denda maksimal Rp600 juta,” ucap Kamal.

Pengawasan Orang Tua

Menanggapi kejadian ini, Kamal mengaku prihatin karena ketiga anak tersebut seharusnya masih mengenyam bangku pendidikan namun terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Dari kejadian ini diharapkan para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak, terlebih setelah menginjak usia remaja yang rentan terhadap hal-hal negatif, mudah terhasut, dan keingintahuan terhadap hal-hal baru sangat tinggi,” ucap Kamal. (Rex)

Berita terbaru

Berita2 hari ago

Linmas Nawaripi Perketat Pengawasan ‘Social Distancing’ Pada Malam Hari

TIMIKA, HaiPapua.com – Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait social distancing di Timika, aparat kampung Nawaripi mulai membatasi kerumunan warga...

Berita6 hari ago

Bupati Mimika Minta Pengadaan Alkes Melalui Perusahaan Swasta

TIMIKA, HaiPapua.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta Menteri Dalam negeri Tito Karnavian untuk mengizinkan pengadaan alat kesehatan dalam rangka...

Berita6 hari ago

Wabup Mimika Minta Warga Manfaatkan Waktu Dengan Baik Di Tengah Pendemi Covid-19

TIMIKA, HaiPapua.com – Wakil Bupati Mimika Yohannis Rettob mengimbau masyarakat kabupaten Mimika secara khusus di wilayah kota Timika agar memanfaatkan...

Berita6 hari ago

Bupati Mimika Perpanjang Masa Karantina Wilayah Hingga 23 April

TIMIKA, HaiPapua.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Timika, Jumat (03/04/2020) mengumumkan perpanjangnan waktu karantina wilayah di kabupaten Mimika hingga...

Tanah Papua1 minggu ago

DLH Mimika Diminta Serius Tangani Sampah di TPS Nawaripi

TIMIKA, HaiPapua.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua diminta untuk serius menangani sampah sehingga tidak terjadi penumpukan di...

Berita1 minggu ago

Pemkab Mimika Akan Beri Stimulan Bagi Tiga Pelaku Usaha

TIMIKA, HaiPapua.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, akan memberikan stimulan bagi para pelaku usaha secara khusus pelaku usaha perhotelan,...

Tanah Papua1 minggu ago

Lemasa Imbau Warga Mimika Patuhi Instruksi Bupati

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme, mengimbau kepada seluruh warga kabupaten Mimika untuk mematuhi instruksi bupati Mimika Eltinus...

Tanah Papua1 minggu ago

Tokoh Nilai Bantuan YPMAK ke Pusat dan Provinsi Papua Tidak Efisien

TIMIKA, HaiPapua.com – Partisipasi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 di tingkat...

Tanah Papua1 minggu ago

Amankan Jalur Penerbangan, Pasukan TNI Duduki Markas KKSB di Distrik Serambakon

JAYAPURA, HaIPapua.com – Pasukan TNI berhasil mengusir Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Komandan Korem...

Tanah Papua1 minggu ago

Pendulang Emas Tradisional Ditemukan Tewas di Kali Kabur Mil 22

TIMIKA, HaIPapua.com – Modestus Welerubun (29) ditemukan tewas setelah terseret arus di Kali Kabur Mil 22, Timika, Kabupaten Mimika, Senin...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.