Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Permohonan Ditolak, LUKMEN Kembali Gagal Jadi Calon Tunggal

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menolak permohonan pasangan calon (paslon) petahana Gubernur Papua Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) dalam gugatan terhadap keputusan KPU Provinsi Papua.

Dalam sidang musyawarah sengketa pilkada yang digelar di Kantor Bawaslu, Sabtu (10/3/2018) kemarin, Majelis sidang yang dipimpin Ketua Bawaslu Papua, Fegie Wattimena menyatakan menolak seluruh permohonan kuasa hukum paslon LUKMEN yang menggugat Keputusan KPU Papua.

“Menetapkan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya. Keputusan ini dibuat dalam Pleno Bawaslu yang berlangsung Jumat (9/3/2018) yang dipimpin Ketua Bawaslu Papua, Fegie Wattimena, dan dihadiri Anugrah Pata dan Yacob Paisei sebagai anggota Bawaslu Papua,” kata Fegie saat membaca amar putusan sidang musyawarat penyelesaian sengketa pilkada Papua, Sabtu (10/3/2018) kemarin.

(Baca Juga: JOSUA dan LUKMEN Saling Melaporkan Pelanggaran Ke Bawaslu Papua)

Dengan keputusan itu berarti keputusan KPU Provinsi Papua Nomor 28/PL.03.1/Kpt/Prov/II/2018, tertanggal 28 Februari 2018, tentang penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, John Wempi Wetipo -Habel Melkias Suwae (JOSUA) memenuhi persyaratan menjadi peserta Pemilihan Gubernur Papua 2018-2023.

Kuasa Hukum KPU Papua, Petrus Pieter Ell mengatakan permohonan kuasa hukum LUKMEN yang mempersoalkan keabsahan ijazah milik Wempi Wetipo dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Silas Papare Jayapura tidak tepat karena KPU bukan lembaga yang berwenang melakukan verifikasi ijazah. Saat mendaftar ke KPU Papua, kata Pieter, JWW tidak pernah melampirkan ijazah tersebut.

“Seharusnya permohonan ini diajukan ke institusi lain, karenanya kami minta ketua majelis sidang musyawarah agar menolak permohonan pemohon,” kata Pieter.

Menurutnya, kasus ijazah yang dipermasalahkan kuasa hukum LUKMEN sebelumnya sudah pernah dipermasalahkan pada Pilkada Jayawijaya 2013 lalu. Saat itu Wempi Wetipo yang berpasangan dengan Jhon Banua digugat pasangan Paskalis Kosay dan Ibrahim Oilek Lokobal di Mahkamah Konstitusi.

“Kasus ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap dalam sengketa Pilkada Jayawijaya berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 151/PHPU.D-XI/2013,” kata Pieter.

(Baca Juga: FPDP Desak KPU Papua Selidiki Dugaan Ijazah Palsu JWW)

Kasus dugaan ijazah palsu ini, kata Pieter, juga pernah dilaporkan ke Polda Papua namun berakhir dengan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). “Dalam gelar perkara disimpulkan kasus ini tidak dapat dilanjutkan karena alat bukti tidak cukup sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 263 KUHP,” kata Pieter.

Sementara kuasa hukum JOSUA James Simanjuntak mengaku akan mengikuti kasus ini hingga tuntas termasuk jika pemohon dari Paslon LUKMEN mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Makassar. “Putusan pemohon kan seluruhnya ditolak, jadi kami sifatnya menunggu reaksi dan mengikuti saja,” kata James. (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua2 minggu ago

Jadi Tersangka Penyebar Video Porno, Bupati Mimika Terancam Dicopot

JAYAPURA, HaIPapua.com – Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng (EO) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan...

Tanah Papua2 minggu ago

Adang TGPF, Bukti KKB Lakukan Kekerasan Bersenjata Masif di Kabupaten Intan Jaya

TIMIKA, HaIPapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan penyerangan terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) membuktikan masifnya kekerasan...

Tanah Papua2 minggu ago

Kapolda Papua Desak Bupati Bantu Redam Kekerasan Bersenjata

TIMIKA, HaIPapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mendesak para Kepala Daerah ikut terlibat meredam aksi kekerasan yang dilakukan...

Tanah Papua2 minggu ago

Anggota TGPF dan Prajurit TNI Dievakuasi ke Jakarta

JAYAPURA, HaIPapua.com – Bambang Purwoko dan Sertu Faisal Akbar dievakuasi dari Sugapa, Kabupaten Intan Jaya ke Jakarta, Sabtu (10/10/2020) pagi....

Tanah Papua2 minggu ago

Rombongan TGPF Diadang KKSB, 3 Orang Luka Tembak

SUGAPA, HaIPapua.com – Rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diberondong tembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Mamba, Distrik...

Tanah Papua3 minggu ago

HUT Ke-24 Kabupaten Mimika, Lemasa Harap Pemberdayaan Putra-Puitri Amor Lebih Ditingkatkan

Timika, HaiPapua.com – Bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Mimika ke-24 tahun 2020, yang jatuh pada Kamis (8/10), Direktur Eksekutif Lemasa,...

Tanah Papua3 minggu ago

Direktur Lemasa Kecewa Tidak Dilibatkan Dalam Pembahasan Dana Perwalian Bersama Bupati Eltinus

Timika, HaiPapua.com – Direktur Eksekutif Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) Stingal Johnny Beanal, Amd.Kom S.Sos mengaku kecewa lantaran tidak...

Tanah Papua3 minggu ago

Direktur Lemasa Ucapkan Permohonan Maaf Kepada PTFI dan Publik Terkait Pembakaran Pintu Kantor SLD

Timika, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) menyampaikan permohonan maaf kepala PT. Freeport Indonesia atas aksi pembakaran pintu...

Tanah Papua4 minggu ago

Maskapai Tolak Hasil Rapid Test, Lemasa Desak Pemkab Segera Perjelas

Timika, haipapua.com – Lembaga musyawarah adat suku Amungme (Lemasa) meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperjelas terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi...

Tanah Papua1 bulan ago

Teror Penembakan Dekat Bandar Udara Bilorai di Sugapa

SUGAPA, HaIPapua.com – Kontak tembak antara aparat dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Jumat...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.