Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Partisipasi Pemilih di Papua Tertinggi Dari 17 Provinsi, Kontribusi Sistem Noken?

Published

on

JAKARTA, HaIPapua.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyebut tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Papua yang tertinggi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengatakan persentase partisipasi pemilih pada Pilgub Papua sebesar 84 persen, jauh diatas rata-rata partisipasi pemilih pada Pilgub yang digelar di 17 provinsi yang hanya mencapai 69 persen.

“Kalau melihat target KPU untuk persentase partisipasi pemilih sebesar 77 persen, maka hanya Papua yang melebihi target,” ujar Afif dalam konferensi pers evaluasi Pilkada 2018 di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (12/7/2018) pekan lalu.

(Baca Juga: KPU dan Bawaslu Belum Melaksanakan Peran Penyelenggara secara Maksimal)

Menurutnya, meski terjadi berbagai masalah selama Pilkada Serentak 2018 di Papua, namun menariknya Papua adalah provinsi dengan persentase partisipasi pemilih tertinggi berdasarkan data Bawaslu dalam laporan pengawasan proses Pilkada Serentak 2018.

“Jumlah masyarakat Papua yang menggunakan hak pilih tercatat sebanyak 2,91 juta pemilih, atau 84% dari total jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT yakni sebanyak 3,4 juta lebih,” kata Afif.

Untuk provinsi dengan persentase pemilih Pilgub paling kecil, kata Afif, di Provinsi Riau dan Kalimantan Timur sebesar 58 persen.

“Di Riau, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 2,14 juta dari total pemilih dalam DPT sebanyak 3,6 juta lebih. Sementara di Kalimantan Timur, jumlah pengguna hak pilih sebanyak 1,3 juta dari total jumlah DPT sebanyak 2,33 juta pemilih,” kata Afif.

Afif menjelaskan, total persentase partisipasi pemilih pada Pilgub yang digelar di 17 provinsi hanya mencapai 69 persen atau sebanyak 98,6 juta pemilih, sementara persentase keikutsertaan pemilih disabilitas rata-rata hanya 49 persen.

“Semua hasil pengawasan ini tentu menjadi catatan. Ke depan perlu didorong bagaimana partisipasi masyarakat ini benar-benar maksimal,” ucap Afif.

Sistem Noken

Tingginya partisipasi pemilih dalam Pilgub Papua tidak lepas dari penggunaan sistem noken di sejumlah kabupaten yang berada di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Sistem noken yang memakai keterwakilan lewat kuasa para kepala kampung atau kepala suku sehingga jumlah partisipasi pemilih bisa mencapai 100 persen tanpa kehadiran pemilih tersebut.
Berbeda dengan sistem pemungutan suara pada umumnya yakni satu pemilih untuk satu suara yang mengharuskan pemilih hadir di tempat pemungutan suara (TPS).

Dilansir dari gugatan Pasangan Calon Gubernur Papua nomor urut 2, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA) menilai sistem noken ini berpotensi menghilangkan hak pilih seseorang karena hak pilihnya diwakili oleh kepala kampung atau kepala suku.

“Mengacu pada data KPU Papua, dalam Pilgub Papua ada 9.922 TPS yang tersebar di 29 kabupaten/kota. Dari jumlah itu ada 2.109 TPS yang tersebar di 16 kabupaten menggunakan sistem noken. Sistem noken ini sangat merugikan kami, karena pemilihan dengan sistem ini sangat mudah disalahgunakan,” tulis Kuasa Hukum JOSUA dalam pokok permohonan mereka ke Mahkamah Konstitusi (MK) tertanggal 11 Juli 2018.

(Baca Juga: Keberhasilan Pilkada Tergantung KPU dan Bawaslu Melaksanakan UU Nomor 10/2016)

Dalam permohonan tersebut, kuasa hukum JOSUA membandingkan kejanggalan tingkat partisipasi pemilih di wilayah pesisir yang hanya paling banyak hanya 50 persen, sementara partisipasi pemilih di daerah pegunungan tingkat partisipasi mencapai 90 persen dan bahkan ada yang 100 persen.

“Jika mengacu pada tingkat kesulitan medan, wilayah pesisir seharusnya lebih mudah dijangkau oleh pemilih untuk menggunakan hak pilihnya ketimbang wilayah pegunungan. Namun tingkat partisipasi pemilih justru lebih tinggi di wilayah pegunungan yang menggunakan sistem noken,” tulisnya.

Berdasarkan Keputusan KPU Papua Nomor 91/PL.03.1/91/Kpt/Prov/VII/2018 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara dan Hasil Pilgub Papua 2018 menetapkan pasangan nomor urut 1, Lukas Enembe-Klemen Tinal (LUKMEN) memperoleh suara sebanyak 1.939.539, sementara pasangan nomor urut 2 JOSUA memperoleh suara 932.008. Jumlah suara sah mencapai 2.871.547, sementara suara tidak sah sebanyak 38.954. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua4 hari ago

Yonif 754/ENK Gelar Baksos Ciptakan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

TIMIKA, HaiPapua.com – Sebagai bentuk kepedulian dalam kemanunggalan TNI dan rakyat, Satuan Batalyon Infanteri 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan Baksos dengan membagikan...

Tanah Papua7 hari ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga4 minggu ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua4 minggu ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua4 minggu ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua1 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita1 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua2 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 bulan ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.