Connect with us

Tanah Papua

Pangdam Cenderawasih: Oknum TNI yang Menembak Perusuh di Distrik Fayit Sudah Ditahan

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan pihaknya sudah menahan Serka Fajar pelaku penembakan 4 orang warga sipil di Distrik (kecamatan) Fayit, Kabupaten Asmat.

Menurutnya, Serka Fajar akan menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di Pengadilan Militer.”Dia sudah ditahan untuk proses hukum dan nanti Pengadilan Militer yang akan menentukan apakah bersalah atau tidak. Proses hukum ini kan butuh waktu, nanti penyidik memeriksa saksi-saksi dari masyarakat dan juga dari TNI,” kata Pangdam Cenderawasih di Jayapura, Sabtu (1/6/2019).

(Baca Juga: Rusuh di Distrik Fayit, Kodam Cenderawasih Kirim Tim Investigasi)

Pangdam Cenderawasih mengaku langsung berinisiatif membentuk tim investigasi setelah mendapat laporan kejadian kerusuhan di Kabupaten Asmat yang berujung tewasnya 4 warga sipil. Tim investigasi yang berangkat ke Distrik Fayit sehari setelah kejadian terdiri dari perwakilan Kodam Cenderawasih, Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, dan Polda Papua.

“Memang saya minta tim investigasi dari Komnas HAM, TNI, dan Polri supaya masalah itu dilihat dari berbagai aspek karena sekarang era keterbukaan, hukum harus ditegakkan,” ujar Yosua Sembiring.

Belum Ada Tersangka

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja yang ditemui di tempat yang sama mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan kerusuhan di Distrik Fayit. Kepolisian tidak terburu-buru untuk menetapkan tersangka karena mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat. Kapolda juga mengaku tidak melakukan penambahan personel pasca kejadian.

“Saya sudah perintahkan Kapolres Asmat bersama tokoh masyarakat yang melihat untuk mencari pelaku perusakan dan lain-lain. Untuk sementara belum ada yang diamankan, tapi saksi-saksi sudah diperiksa,” kata Rudolf Rodja.

“Kami bekerja sama dengan TNI, karena kasus ini terkait dengan prajurit TNI dan kita mendukung penyelesaian melalui proses hukum,” katanya menambahkan.

(Baca Juga: Ini Temuan Tim Investigasi TNI-Polri dan Komnas HAM Papua di Distrik Fayit)

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan massa bersenjata tajam melakukan penyerangan dan perusakan di Distrik Fayit, Senin (27/5/2019) lalu. Massa pendukung salah satu calon anggota legislatif (caleg) yang gagal terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Asmat melakukan perusakan rumah anggota DPRD Asmat, Hamdayani.

Serka Fajar yang melihat kejadian tersebut berusaha menghalau massa yang bergerak ke kantor distrik dengan melepaskan tembakan peringatan. Mendengar suara tembakan, massa menjadi beringas dan berusaha menyerang Serka Fajar. Karena terpojok, akhirnya ia melepaskan tembakan yang mengakibatkan 4 orang tewas dan satu orang kritis.

Tombak dan kampak yang ditemukan dilokasi penembakan perusuh di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat. (Pendam XVII Cenderawasih)

Komnas HAM Desak Proses Hukum

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Frits Ramandey mendesak agar prajurit TNI yang melakukan penembakan warga sipil segera diproses hukum di Pengadilan Militer.
Frits menilai tindakan Serka Fajar tidak sesuai dengan prosedur yang semestinya.

“Tindakannya sudah kelewat batas dan tidak sesuai dengan prosedur dari institusi TNI,” kata Frits di Jayapura, Jumat (31/5/2019), yang dilansir dari laman PapuaSatu.com.

Dari hasil temuan tim investigasi diketahui bahwa Serka Fajar menembak 5 warga sipil di Distrik Fayit menggunakan peluru tajam. Padahal, kata Frits, pengakuan Danrem 174/ATW Brigjen TNI R Agus Abdurrauf bahwa dalam buku saku yang dikeluarkan Mabes TNI tentang penanganan aksi massa selama masa pemilu bahwa penembakan dapat dilakukan namun tidak untuk mematikan.

“Jadi yang bersangkutan terindikasi tidak mengindahkan perintah atasan dan melanggar Sumpah Prajurit TNI yang diatur dalam Pasal 25 ayat (1) huruf d Undang Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,” ujar Frits.

(Baca Juga: Berusaha Lerai Tawuran, Prajurit TNI Justru Dianiaya Hingga Tewas)

Fakta lain dari temuan tim investigasi diketahui bahwa Serka Fajar bukan pasukan organik yang ditempatkan di Distrik Fayit. Menurut Frits, Serka Fajar adalah anggota Kodim Merauke yang ditugaskan untuk mengawasi pembangunan di Distrik Fayit.

“Saat kejadian, Serka Fajar baru berada di lokasi selama 19 hari. Berbeda dengan rekannya Serda Jemadu Rettob dan Briptu Dimas yang sudah bertugas lebih dari satu tahun di Distrik Fayit. Saat kejadian itu, kedua rekannya tidak membawa senjata sementara Serka Fajar berusaha mencari senjata dan melepaskan tembakan peringatan,” papar Frits.

Frits mengakui tembakan peringatan tersebut membuat massa yang sebelumnya melampiaskan kemarahannya dengan merusak rumah anggota DPRD Asmat semakin beringas dan berusaha menyerang Serka Fajar.

“Ia (Serka Fajar) mengaku dalam keadaan terdesak, ia menembak massa yang mengamuk dari jarak hanya satu meter,” ucap Frits.

Komnas HAM perwakilan Papua juga merekomendasikan agar Bupati Asmat selaku kepala daerah untuk melakukan upaya pemulihan pasca insiden berdarah tersebut. (Zul/Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua3 hari ago

Tembak Anggota Polisi dan Kamra, Terduga KKSB Dilumpuhkan di Pasar Jibama

WAMENA, HaIPapua.com – Aparat gabungan TNI-Polri menembak mati satu orang terduga anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Pasar Jibama,...

Nasional3 hari ago

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Pelaku Rasisme

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menindak secara tegas pelaku tindakan diskriminasi...

Nasional3 hari ago

Ada Kelompok yang Menunggangi Isu Rasisme

JAKARTA, HaIPapua.com – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menuding ada pihak-pihak yang menunggangi unjuk rasa antirasis di sejumlah...

Tanah Papua4 hari ago

Unjuk Rasa Antirasis di Timika Berakhir Rusuh

TIMIKA, HaIPapua.com – Unjuk rasa antirasis di Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (21/8/2019) berakhir rusuh dan diwarnai aksi perusakan. “Tidak ada...

Tanah Papua5 hari ago

Pascarusuh di Papua Barat, Pengamanan Areal Freeport Ditingkatkan

TIMIKA, HaIPapua.com – Meningkatnya tensi politik di Provinsi Papua dan Papua Barat, aparat kepolisian meningkatkan pengamanan di Objek Vital Nasional...

Tanah Papua6 hari ago

Kecam Aksi Rasisme, Ribuan Massa Unjuk Rasa di Papua dan Papua Barat

JAYAPURA, HaIPapua.com – Aksi massa yang berujung kerusuhan terjadi di Manokwari dan Sorong, Provinsi Papua Barat, Senin (19/8/2019). Aksi ini...

Tanah Papua1 minggu ago

Jenazah Praka Anumerta Sirwandi Akan Dimakamkan di Lombok Timur NTB

JAYAPURA, HaIPapua.com – Jenazah Praka Anumerta Sirwandi Zahidillah dikirim ke kampung halamannya di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB)...

Tanah Papua1 minggu ago

Pratu Sirwandi Meninggal Dunia di RSUD Wamena

JAYAPURA, HaIPapua.com – Pratu Sirwandi (23) anggota Yonif RK 751/VJS meninggal dunia di ICU RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (17/8/2019)...

Tanah Papua1 minggu ago

Yonas Kenelak: Kita Sudah Merdeka, Saatnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Pembangunan

KOBAKMA, HaIPapua.com – Upacara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamberamo Tengah digelar di halaman Kantor Bupati di...

Nasional1 minggu ago

Presiden Jokowi: Keutuhan NKRI Adalah Segala-galanya

JAKARTA, HaIPapua.com – Kesatuan dan keutuhan negara adalah hal yang paling penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan Presiden Joko...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.