Connect with us
isidisini

Tanah Papua

OTT di Pelabuhan Jayapura, Tim Saber Pungli Polda Papua Amankan Pegawai PT SPIL

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Papua melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor PT Salam Pasific Indonesia Lines (SPIL) Pelabuhan Laut Jayapura, Kota Jayapura, Selasa (23/10/2018) kemarin.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan OTT yang dilakukan di Kantor PT SPIL di Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura dipimpin Kompol Philip Ladjar pada pukul 13.56 WIT.

“Dalam OTT ini, Tim Saber Pungli Polda Papua mengamankan petugas loket berinisial NA (32) bersama 3 orang saksi yakni BM, FAN, dan MJI. Barang bukti yang diamankan yakni uang tunai sebesar Rp6,260 juta, dua lembar DO, dan 6 lembar gate sistem karcis,” ujar Kamal dalam keterangan tertulis pada Rabu (24/10/2018).

(Baca Juga: Calon Bupati dan Anggota PPD Mimika Baru Terjaring OTT Politik Uang)

Menurut Kamal, OTT ini berawal dari pengaduan masyarakat bahwa PT SPIL yang bergerak dalam jasa pelayaran memberlakukan tarif baru pembongkaran barang dari peti kemas (stripping container) secara sepihak.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Jasa Pengurusan Transportasi, pada Pasal 16 disebutkan bahwa besaran tarif pelayanan jasa pengurusan transportasi dari pengirim dan ke penerima ditetapkan atas dasar kesepakatan bersama antara penyedia jasa dan pengguna jasa berdasarkan jenis, struktur, dan golongan tarif dengan menggunakan pedoman perhitungan tarif yang ditetapkan oleh menteri.

“Pemberlakuan tarif baru ini sudah mendapat penolakan dari pihak Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dan sudah beberapa kali dilakukan pertemuan antara EMKL dan PT SPIL. Meski belum ada kata sepakat terkait tarif baru ini, pihak PT SPIL selaku penyedia jasa justru sudah menerapkan tarif baru itu kepada pengguna jasa,” papar Kamal.

Tim Saber Pungli Polda Papua OTT Kantor PT SPIL di Kawasan Pelabuhan Jayapura. (Humas Polda Papua)

Dari data yang dikumpulkan di lapangan, biaya pembongkaran barang dari peti kemas berbobot 20 feet sebesar Rp345.720 per peti kemas, namun kenyataannya PT SPIL memasang tarif sebesar Rp600 ribu. Sementara untuk peti kemas berbobot 40 feet yang sebelumnya dikenai biaya pembongkaran barang sebesar Rp519.771 per peti kemas, dinaikkan menjadi Rp1 juta.

“Ini berarti ada indikasi pungli untuk biaya pembongkaran peti kemas berbobot 20 feet sebesar Rp254.280 dan untuk peti kemas berbobot 40 feet sebesar Rp480.229 per peti kemas. Indikasi pungli ini yang merugikan pengguna jasa yaitu EMKL,” kata Kamal.

(Baca Juga: Presiden: Jangan Main-Main Dengan Korupsi Karena Tiap Bulan Ada OTT KPK)

Dugaan pungli yang dilakukan PT SPIL, kata Kamal, saat ini ditangani oleh Tim Saber Pungli Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua. “Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan, serta pemeriksaan saksi-saksi yang diamankan dalam OTT tersebut,” pungkas Kamal. (Rex)

Berita terbaru

Tanah Papua1 hari ago

Helikopter PT NUH Ditemukan Mendarat Darurat di Ketinggian 4.700 Kaki

JAYAPURA, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan keberadaan helikopter Bell 212 PK-USS milik PT Nasional Utility Helicopter (NUH) pada...

Tanah Papua2 hari ago

TNI Akui Senpi Milik Almarhum Serka Sahlan Hilang

TIMIKA, HaIPapua.com – Senjata api (senpi) milik almarhum Serka Sahlan dilaporkan hilang setelah diserang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di...

Tanah Papua2 hari ago

Jenazah Ahmad Baidlawi Dievakuasi ke Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Jenazah Ahmad Baidlawi (50), korban penganiayaan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten...

Tanah Papua2 hari ago

Helikopter PT NUH Hilang Kontak di Kabupaten Nabire

JAYAPURA, HaIPapua.com – Helikopter Bell 212 nomor registrasi PK-USS milik PT Nasional Utility Helicopter (NUH) hilang kontak dalam penerbangan dari...

Tanah Papua2 hari ago

Anggota Babinsa dan Pengemudi Ojek Tewas Dibantai KKSB

TIMIKA, HaIPapua.com – Seorang prajurit TNI dan seorang warga sipil dibunuh secara biadab oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di...

Tanah Papua3 hari ago

TNI Tanggung Biaya Pengobatan 2 Warga Korban Penembakan KKSB di Intan Jaya

TIMIKA, HaIPapua.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menanggung biaya pengobatan dan membantu membiayai keluarga dua warga sipil korban penyerangan...

Tanah Papua5 hari ago

Dua Warga Korban Penembakan KKSB di Intan Jaya Dievakuasi ke Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Dua warga korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Intan Jaya dievakuasi ke Timika, Kabupaten...

Tanah Papua1 minggu ago

Bebas Covid-19, Warga Ilaga Syukuri Dengan Bakar Batu dan Makan Bersama

Ilaga, HaiPapua.com – Kabupaten Puncak Ilaga masih termasuk dalam Zona hijau  Covid-19. Dengan kondisi tersebut pemerintah daerah dan warga mensyukuri...

Tanah Papua3 minggu ago

Mogok Kerja Kerap Berujung PHK, DPRD Mimika Imbau PTFI Pertimbangkan Sisi Kemanusiaan

TIMIKA, HaIPapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika mengimbau manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak melakukan pemutusan hubungan...

Tanah Papua3 minggu ago

Tuntutan Dipenuhi Manajemen PTFI, Blokade Jalan Tambang Berakhir

TIMIKA, HaIPapua.com – Ribuan pekerja tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) akhirnya membuka blokade jalan tambang setelah manajemen PTFI menjawab tuntutan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.