Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Mogok Kerja Kerap Berujung PHK, DPRD Mimika Imbau PTFI Pertimbangkan Sisi Kemanusiaan

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika mengimbau manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja yang melakukan aksi mogok kerja di Tembagapura.

Seperti diketahui, ribuan pekerja tambang yang mengatasnamakan pekerja 7 suku melakukan mogok kerja dan memblokade jalan tambang di Mil 72 Ridge Camp, Distrik Tembagapura sejak Senin (24/8/2020) lalu.

Para pengunjuk rasa menuntut jadwal bus SDO (Shift Day Off) ke Timika kembali normal agar mereka bisa bertemu keluarga. Selain itu mereka juga meminta pembayaran insentif kerja selama masa pandemi COVID-19.

“Saya meminta kepada PT Freeport (PTFI), jangan lagi menjadikan demo karyawan ini dipakai sebagai pintu masuk untuk mem-PHK-kan karyawan,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Mimika Saleh Alhamid di kantor DPRD Mimika, Jumat (28/8/2020).

(Baca Juga: Tuntutan Tidak Dipenuhi Manajemen PTFI, Pekerja Tetap Blokade Jalan Tambang)

Saleh mengakui mogok kerja yang dilakukan pekerja tentu mengganggu aktivitas perusahaan tambang emas ini. Di sisi lain, para pekerja melakukan mogok kerja untuk menyampaikan keresahan dan unek-unek agar bisa diketahui manajemen perusahaan dan mencari solusinya.

“Kalau mereka tidak demo, mana mungkin apa yang menjadi keresahan pekerja bisa diketahui oleh manajemen,” kata politisi Partai Hanura ini.

(Baca Juga: Bantuan Keuangan Parpol Direalokasi, DPC Partai Hanura Ancam Polisikan Kepala Kesbangpol Kabupaten Mimika)

Para pengunjuk rasa, kata Saleh, bukanlah pekerja kantoran tapi pekerja lapangan yang tidak memungkinkan mereka menyampaikan sesuatu kepada pihak manajemen perusahaan. Karenanya, mungkin dengan cara mogok ini mereka bisa menyampaikan keluhannya.

“Saya tidak tahu, apakah demo yang dilakukan pekerja diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau tidak. Namun, selaku komisi yang membidangi ketenagakerjaan berharap perusahaan tidak melakukan PHK. Kalaupun tindakan mereka salah, cukup diberi peringatan,” ucapnya.

Berkaca dari pengalaman demo pekerja yang terjadi di areal PTFI sebelumnya, kata Saleh, biasanya berujung tindakan PHK. Akibatnya tentu berdampak pada keluarga mereka.

“Jadi kami berharap manajemen Freeport bisa mempertimbangkan dari sisi kemanusiaan, karena para pekerja itu hanya menyampaikan aspirasi mereka di areal kerja,” pungkasnya. (JND)

Berita terbaru

Tanah Papua4 hari ago

Anggota Satgas Apter Gugur Dalam Kontak Tembak Dengan KKSB di Kampung Hitadipa

TIMIKA, HaIPapua.com – Seorang prajurit TNI gugur dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Hitadipa, Distrik...

Tanah Papua4 hari ago

Tim SAR Berhasil Evakuasi 3 Kru Helikopter PK-USS

JAYAPURA, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi 3 kru helikopter Bell 212 PK-USS, Sabtu (19/9/2020) siang. Seperti diberitakan...

Tanah Papua5 hari ago

Helikopter PT NUH Ditemukan Mendarat Darurat di Ketinggian 4.700 Kaki

JAYAPURA, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan keberadaan helikopter Bell 212 PK-USS milik PT Nasional Utility Helicopter (NUH) pada...

Tanah Papua5 hari ago

TNI Akui Senpi Milik Almarhum Serka Sahlan Hilang

TIMIKA, HaIPapua.com – Senjata api (senpi) milik almarhum Serka Sahlan dilaporkan hilang setelah diserang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di...

Tanah Papua6 hari ago

Jenazah Ahmad Baidlawi Dievakuasi ke Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Jenazah Ahmad Baidlawi (50), korban penganiayaan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten...

Tanah Papua6 hari ago

Helikopter PT NUH Hilang Kontak di Kabupaten Nabire

JAYAPURA, HaIPapua.com – Helikopter Bell 212 nomor registrasi PK-USS milik PT Nasional Utility Helicopter (NUH) hilang kontak dalam penerbangan dari...

Tanah Papua6 hari ago

Anggota Babinsa dan Pengemudi Ojek Tewas Dibantai KKSB

TIMIKA, HaIPapua.com – Seorang prajurit TNI dan seorang warga sipil dibunuh secara biadab oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di...

Tanah Papua7 hari ago

TNI Tanggung Biaya Pengobatan 2 Warga Korban Penembakan KKSB di Intan Jaya

TIMIKA, HaIPapua.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menanggung biaya pengobatan dan membantu membiayai keluarga dua warga sipil korban penyerangan...

Tanah Papua1 minggu ago

Dua Warga Korban Penembakan KKSB di Intan Jaya Dievakuasi ke Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Dua warga korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Intan Jaya dievakuasi ke Timika, Kabupaten...

Tanah Papua2 minggu ago

Bebas Covid-19, Warga Ilaga Syukuri Dengan Bakar Batu dan Makan Bersama

Ilaga, HaiPapua.com – Kabupaten Puncak Ilaga masih termasuk dalam Zona hijau  Covid-19. Dengan kondisi tersebut pemerintah daerah dan warga mensyukuri...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.