Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Mau Selamatkan Demokrasi di Mimika, Pecat dan Proses Hukum Komisioner KPUD

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Fungsionaris Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Mimika Herman Gofur mendesak aparat penegak hukum memberikan kepastian hukum mengenai kelanjutan proses hukum terhadap komisioner KPUD dan Panwaslu Mimika.

Menurut Herman, saat ini Sentra Gakkumdu sudah meningkatkan status para komisioner KPUD dan Panwaslu Mimika dari terlapor menjadi tersangka. Ia yakin para penyidikan sudah menemukan fakta-fakta bahwa sesungguhnya KPUD Mimika telah bekerja di luar konteks Undang-Undang (UU) dan Peraturan KPU (PKPU).

“Jadi, sesungguhnya persoalan ini sudah terang benderang. Gakkumdu sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan kewenangan mereka, tinggal Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) untuk menindaklanjuti jika ingin benar-benar menegakkan hukum dan demokrasi di Papua,” kata Herman melalui telepon selulernya, Rabu (30/5/2018).

(Baca Juga: Sidang Kode Etik, Komisioner KPUD Mimika Terindikasi Lakukan Banyak Pelanggaran)

Dia menduga, ada intervensi politik sehingga kasus tindak pidana pemilu yang melibatkan komisioner KPUD dan Panwaslu hingga saat ini tidak ditindaklanjuti. Intervensi yang dimaksud, kata Herman, alasan pertimbangan keamanan di Kabupaten Mimika seperti yang sering disampaikan komisioner KPUD, padahal sesungguhnya kondisi Kabupaten Mimika kondusif.

“Misalnya menyinggung kasus pengrusakan di Hotel 66 kemarin. Kepolisian kan telah menangkap pelaku pengrusakan, nah tinggal didalami siapa aktor dibalik ini sesungguhnya. Apakah paslon terlibat dalam kejadian itu,” ujar Herman.

“Seandainya terbukti paslon yang memerintahkan massanya melakukan pengrusakan, maka polisi tidak boleh main-main dengan penegakan hukum ini. Jika aparat penegak hukum tidak bisa memberikan kepastian hukum di Kabupaten Mimika, saya pikir nanti masyarakat akan mengambil langkah-langkah sendiri berdasarkan apa yang mereka yakini untuk melindungi hak konstitusional mereka,” kata Herman menambahkan.

Pengulangan Kasus Pemilihan Legislatif 2014

Herman mengatakan para komisioner KPUD Mimika sekarang ini, tidak lain dari perpanjangan tangan komisioner KPUD sebelumnya yang sudah merusak pelaksanaan pemilihan legislatif pada 2014 lalu. Para komisioner ini tidak melaksanakan hajatan demokrasi, tapi mengamankan kelompok mereka dan pada akhirnya memaksakan kehendak mereka melalui keputusan KPUD.

“Saya pikir mereka (komisioner KPUD Mimika) kan setali dua tali dengan yang lalu, mereka hanya perpanjangan tangan. Kami sudah tahu kok siapa aktornya, kami ini semua korban dari pemilihan legislatif 2014 kemarin,” kata Herman.

(Baca Juga: Akhirnya Permainan Kotor KPUD Mimika Terbongkar)

Pada Pileg 2014 lalu, komisioner KPUD mengacaukan proses pemilu dengan menerbitkan 4 SK KPUD. Namun, komisioner KPUD Mimika yang sekarang masih pada proses tahapan sudah amburadul. Ia bahkan tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi saat perekapan, perhitungan suara dan pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih jika para komisioner KPUD Mimika terus dipertahankan.

“Kalau Mimika mau aman, damai, demokrasi mau jalan baik, hanya satu kuncinya, komisioner KPUD diberhentikan, dan apa yang mereka lakukan diproses secara hukum. Karena mereka ini biang kerok proses demokrasi yang ada di Kabupaten Mimika,” kata Herman menegaskan.

“Pelaksana demokrasi seperti ini, saya percaya manfaatnya tidak akan ada. Yang ada hanya sisi buruknya dan dampak yang begitu besar yang akan mereka hasilkan dari keberpihakan mereka kepada salah satu paslon,” kata Herman menambahkan.

Koalisi partai-partai pengusung pasangan petahana Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (OMTOB), kata Herman, berharap agar hukum senantiasa menjadi panglima, seperti halnya yang selalu disampaikan para penegak hukum untuk mempercayakan para proses hukum. Namun, apa jadinya ketika penegak hukum itu sendiri yang tidak mampu menjadikan hukum sebagai panglima.

“Ingat kesabaran kamipun ada batasnya, jangan sampai kami melakukan hal-hal seperti yang mereka lakukan kepada kami, kira-kira daerah ini mau seperti apa, kalau semua kerangka hukum dikacaukan hanya untuk mengakomodir kepentingan tertentu,” katanya.

(Baca Juga: AKBP Agung Marlianto: Kami Salah Terlalu Percaya pada Ketua KPUD Mimika Ternyata…)

“Kami sudah dari awal menjaga keamanan, tapi seandainya aparat hukum membiarkan persoalan ini, maka kami akan amini. Kamipun tidak akan ragu untuk melawan persoalan kezhaliman terhadap kami. kami akan pastikan Kabupaten Mimika bukan hanya tidak aman tapi lebih parah dari itu,” kata Herman menegaskan. (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua4 hari ago

Yonif 754/ENK Gelar Baksos Ciptakan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

TIMIKA, HaiPapua.com – Sebagai bentuk kepedulian dalam kemanunggalan TNI dan rakyat, Satuan Batalyon Infanteri 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan Baksos dengan membagikan...

Tanah Papua7 hari ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga4 minggu ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua4 minggu ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua4 minggu ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua1 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita1 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua2 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 bulan ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.