Connect with us

Tanah Papua

Lelah Gerilya di Hutan, 2 Anggota TPN-OPM Berpaling ke Pangkuan NKRI

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Dua anggota Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) menyerahkan diri dan menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai bukti keseriusan mereka, kedua anggota TPN-OPM yang berinisial AK dan AG menyerahkan satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16 berikut 7 butir amunisinya.

“Belasan tahun kami berjuang di hutan tapi tidak ada hasil sehingga kami berpikir untuk kembali ke Indonesia dan membangun negara Indonesia,” ujar AK dalam konferensi pers di Pos Kotis Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif Para Raider 328/ Dirgahayu Kostrad di Skouw, Kecamatan Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (25/1/2019).

(Baca Juga: Ini Bukti Keberhasilan Pendekatan Teritorial Kodam Cenderawasih)

Ia mengaku bergabung dengan TPN-OPM pimpinan Mathias Wenda sejak tahun 2000 silam. Bersama istrinya yang berinisial PGK dan menantunya yang berinisial AG, mereka kemudian tinggal di hutan yang berada di perbatasan RI – Papua Nugini (PNG).

Kesulitan hidup yang mereka alami selama tinggal di hutan secara berpindah-pindah karena harus menghindari aparat TNI dan tentara PNG membuat dirinya ingin kembali kepada kehidupan normal. Terlebih lagi ketika memikirkan tiga orang anaknya yang sudah bertumbuh semakin besar dan butuh pendidikan memadai.

“Sejak saat itu kami sudah memutuskan untuk kembali ke kampung halaman kami, hidup normal bersama keluarga kami,” katanya.

Keinginannya untuk menyerahkan diri semakin bulat ketika bersentuhan dengan kegiatan teritorial yang dilakukan Satgas Pamtas di wilayah perbatasan. Dari pengalamannya merasakan langsung bantuan pelayanan kesehatan dan bantuan bahan makanan kepada keluarganya sehingga ia memberanikan diri menyatakan niatnya kepada prajurit Satgas Pamtas.

“Dengan bantuan prajurit Satgas, saya bersama keluarga menyatakan keinginan kami bergabung kembali ke Indonesia,” katanya.

(Baca Juga: PLTA Sederhana Jadi Kado HUT Kemerdekaan untuk Warga Kampung Kriku)

Sebagai bentuk komitmennya ia kemudian menyerahkan satu pucuk senjata M16 berikut amunisinya kepada Dansatgas Pamtas Yonif Para Raider 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari pada Rabu (16/1/2019) lalu.

“Saya berharap bisa mendapatkan kartu tanda penduduk (KTP) supaya bisa dianggap sebagai penduduk yang sah. Kami juga berharap anak-anak kami bisa mendapat pendidikan yang memadai dan kami bisa dapat rumah seperti penduduk kampung yang lain,” ucap AK.

Keberhasilan Program Operasi Cinta Kasih

Kedua anggota TPN-OPM yang didampingi oleh istri mereka akhirnya mengucapkan ikrar kembali menjadi warga negara Indonesia yang disaksikan oleh Danrem 172/PWY Kol Inf Jonathan Binsar Sianipar bersama Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan senjata dari Dansatgas Pamtas Yonif 328/DGH kepada Danrem 172/PWY selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops).

Dalam sambutannya, Jonathan menegaskan bahwa mantan anggota TPN-OPM ini adalah warga negara Indonesia dan merupakan saudara kita yang harus kita terima kembali.

“Melalui komunikasi yang baik yang terbangun dalam pembinaan teritorial selama ini membuat saudara-saudara kita ini mau kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” kata Jonathan.

(Baca Juga: PLTA Mini, Kado Natal Istimewa Batalyon 512/QY Untuk Warga Perbatasan RI-PNG)

Di antara mereka, kata Jonathan, ada yang menduduki jabatan dalam struktur TPN-OPM pimpinan Mathias Wenda. Ia juga mengaku sempat ikut dalam beberapa aksi yang dilakukan TPN-OPM, di antaranya penyerangan dan penyanderaan pegawai perusahaan kayu di wilayah perbatasan RI-PNG, 2014 lalu.

“Ini hal yang luar biasa. Mereka bukan orang asing tapi warga negara Indonesia yang dulu memiliki persepsi berbeda. Hari ini mereka datang dengan kesadaran mereka. Kita fasilitasi mereka kembali menjadi warga negara Indonesia,” ujar Jonathan.

Menurutnya, kembalinya dua anggota TPN-OPM ini menjadi bukti keberhasilan Program Operasi Cinta Kasih yang dilakukan TNI bersama semua pihak terkait melalui pembinaan teritorial yang mengedepankan pelayanan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat dengan metode cinta kasih.

“Ini bukan hanya keberhasilan TNI, tapi juga keberhasilan semua pihak di wilayah Skouw, baik itu Polri, PLBN, dan Pemerintah Kota Jayapura. Dan yang lebih penting lagi, warga yang sebelumnya berseberangan paham, kini mau kembali dan berkomitmen untuk membangun Indonesia,” ucap Jonathan.

(Baca Juga: Satgas Pamtas Yonif 501 Kostrad Gelar Patroli Kesehatan di Kampung Pitewi)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Satgas Pamtas Yonif Para Raider 328/DGH.

“Melalui pendekatan dan komunikasi yang begitu baik, sehingga saudara kita menyatakan sikap dan komitmen dengan penuh kesadaran untuk kembali ke pangkuan NKRI,” kata Rustam Saru.

Contoh Bagi Anggota OPM yang Lain

Komandan Satgas Pamtas Yonif Para Raider 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari berharap sikap dari AK bersama keluarganya bisa menjadi contoh bagi anggota OPM yang lain yang saat ini masih bergerilya di hutan.

“Tentunya kami berharap saudara-saudara kita di sana (hutan), mau mengambil sikap yang sama dengan AK kembali ke pangkuan NKRI. Mari kita bersama-sama membangun di tanah ini untuk menciptakan kemajuan di wilayah Papua ini,” ujar Erwin.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Danrem 172/PWY Kol Inf Jonathan Binsar Sianipar, Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi, Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru, Kepala Pos PLBN Yan Numberi, Dandim 1701 Letkol Inf Johanis Parinussa, Camat Muara Tami Supriyanto, beserta tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua10 jam ago

Kodam Cenderawasih Akan Investigasi Tertembaknya 7 Warga di Kabupaten Puncak

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kodam XVII Cenderawasih menyampaikan duka cita menyusul jatuhnya korban jiwa dari warga sipil dalam insiden kontak tembak...

Tanah Papua14 jam ago

Kontak Tembak di Kabupaten Puncak, 3 Warga Sipil Tewas

TIMIKA, HaIPapua.com – Empat warga korban kontak tembak di Kabupaten Puncak, dievakuasi ke RSUD Mimika, Kabupaten Mimika, Rabu (18/9/2019) siang....

Nasional1 minggu ago

Presiden Jokowi Kaji Usulan Pemekaran Wilayah di Papua

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo berjanji akan menindaklanjuti aspirasi pemekaran wilayah di Provinsi Papua. Hal tersebut disampaikan Presiden saat...

Nasional1 minggu ago

Presiden Akan Tempatkan 1.000 Sarjana Muda Papua di BUMN

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Dalam pertemuan itu,...

Tanah Papua1 minggu ago

Ratusan Mahasiswa Tinggalkan Kota Studi, Gubernur Papua Kelabakan

JAYAPURA, HaIPapua.com – Mulutmu harimaumu. Slogan ini mungkin menggambarkan respons emosional Gubernur Papua Lukas Enembe menanggapi insiden di Asrama Mahasiswa...

Tanah Papua1 minggu ago

Polisi Amankan 20 Simpatisan ULMWP yang Diduga Terlibat Kerusuhan Jayapura

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian terus memburu pelaku perusakan dan pembakaran dalam unjuk rasa anti-rasis yang berujung kerusuhan di Jayapura, Kamis...

Tanah Papua2 minggu ago

Polisi Temukan Empat Jasad Pendulang dalam Kondisi Hangus

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian Resor Asmat menemukan 4 jasad dalam kondisi hangus saat melakukan penyisiran di lokasi tambang emas ilegal...

Tanah Papua2 minggu ago

3 Pendulang Luka Bacok Diserang OTK di Distrik Seradala, Yahukimo

TANAH MERAH, HaIPapua.com – Tiga pendulang emas tradisional dari Distrik (kecamatan) Seradala, Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke RSUD Boven Digoel, Kabupaten...

Nasional2 minggu ago

Presiden Santap Siang Bersama Pemenang Festival Gapura Cinta Negeri Asal Papua

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo secara khusus mengundang pemenang Festival Gapura Cinta Negeri asal Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten...

Tanah Papua2 minggu ago

Kantor Imigrasi Sorong Deportasi 4 WNA Pendukung Papua Merdeka

SORONG, HaIPapua.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong mendeportasi 4 warga negara asing (WNA) asal Australia, Senin (2/9/2019). Ke-4...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.