Connect with us
isidisini

Tanah Papua

KPUD Mimika Pertontonkan Keborokannya, Bagaimana Kelanjutan Pilkada Mimika?

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – “Latihan lain, main lain,” sebuah pepatah keseharian di Papua yang tepat untuk menggambarkan sandiwara yang ditunjukkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua dan KPUD Mimika dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Mimika 2018.

Saat aksi unjuk rasa yang dilakukan massa dari pasangan calon Petahana Bupati Mimika Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (OMTOB) di Kantor KPUD Mimika, Selasa (12/6/2018) kemarin, Izak Hikoyabi salah seorang komisioner KPU Papua mengumumkan bahwa Ketua KPUD Mimika Theodora Ocepina Magal dinonaktifkan hingga pelaksanaan Pilkada Kabupaten Mimika.

Berbicara di depan ratusan massa OMTOB, Izak menegaskan bahwa KPU Papua telah menggelar rapat pleno dan memutuskan menonaktifkan Ocepina Magal hingga selesai pelaksanaan Pilkada Mimika 2018. Ocepina Magal dinonaktifkan karena dianggap tidak netral karena dia adalah adik kandung calon bupati Hans Magal.

Unjuk rasa massa OMTOB menyampaikan mosi tidak percaya kepada kinerja KPUD Mimika. (ist)

Selain itu, kata Izak, pihaknya memberhentikan dengan tetap komisioner KPUD Mimika Alfrets Petupetu yang sebelumnya mengundurkan diri. “Sebagai gantinya, dua komisioner KPU Provinsi Papua yakni Izak Hikoyabi dan Tarwinto akan mengisi kekurangan komisioner KPUD Mimika untuk mencapai kuorum,” ujar Izak di hadapan ratusan massa OMTOB di Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (12/6/2018).

(Baca Juga: Protes Kinerja KPUD Mimika, Paslon OMTOB Tolak Hadiri Debat Kandidat)

Hanya berselang beberapa jam, KPUD Mimika menyebar undangan pelaksanaan debat terbuka yang kembali ditandatangani Ketua KPUD Mimika Ocepina Magal. Saat pelaksanaan debat terbuka yang digelar KPUD Mimika, di Gedung Serbaguna Eme Neme Yauware Timika, Ocepina Magal bahkan tampil menyampaikan kata sambutan sebagai Ketua KPUD Mimika.

Calon Wakil Bupati Mimika, John Rettob pun bereaksi terhadap dagelan yang dipertunjukkan oleh KPUD Mimika. Ia mengaku keberatan dengan keputusan KPUD Mimika memindahkan jadwal debat terbuka tanpa melalui mekanisme pleno KPUD yang melibatkan semua paslon.

“Kami adalah paslon yang mencoba taat pada hukum, taat pada aturan maka seharusnya debat dilaksanakan sesuai jadwal pada 26 Mei lalu. Kami sudah berulang kali menanyakan ini kepada KPUD namun tidak pernah dijawab,” ujar John Rettob di Gedung Serbaguna Eme Neme Yauware Timika, Rabu (13/6/2018).

Surat pernyataan Komisioner KPUD Mimika Theodora Ocepina Magal dan Yoe Luis Rumaikewi yang mengakui mengadakan pleno tanpa menghadirkan paslon OMTOB. (ist)

Ia juga mempertanyakan kedudukan Ocepina Magal yang menyampaikan kata sambutan dalam pelaksanaan debat terbuka. Padahal, pada awal acara sudah dilakukan pembacaan surat pemberhentian sementara Ocepina Magal oleh KPU Papua. “Ibu Ocepina Magal sudah membaca sendiri surat keputusan pemberhentian sementara dari Ketua KPU Papua, mestinya setelah itu dia harus turun dari podium tapi mengapa masih memberikan kata sambutan,” kata John.

(Baca Juga: Mau Selamatkan Demokrasi di Mimika, Pecat dan Proses Hukum Komisioner KPUD)

“Dengan adanya kejadian di depan mata ini maka paslon dan tim OMTOB menyatakan tidak percaya dengan KPUD Mimika,” kata John Rettob seraya meninggalkan ruangan yang diikuti puluhan pendukungnya dari ruang debat terbuka.

Sebelum pelaksanaan debat terbuka ini, KPUD Mimika menggelar pertemuan dengan mengundang 5 paslon lain dan dengan sengaja tidak menghadirkan paslon OMTOB.

Pertemuan yang digelar di Hotel Emeral Timika ini, akhirnya dibubarkan paksa oleh sejumlah massa OMTOB yang mengetahui pertemuan ini. Ocepina Magal dan Yoe Luis Rumaikewi pun membuat surat diatas materai yang mengakui kesengajaan mereka tidak mengundang paslon OMTOB.

SK Nomor 20 Hanya Ditandatangani 2 Komisioner

Bukan kali itu saja KPUD Mimika menunjukkan keborokannya sebagai penyelenggara pilkada. Pada rapat Pleno KPUD Mimika sebagai tindak lanjut dari keputusan sidang musyawarat sengketa Pilkada Mimika di Bawaslu Papua, pada 30 Mei lalu, kembali melakukan hal yang sama.

Karena jumlah komisioner KPUD Mimika tidak kuorum untuk mengambil keputusan, secara sepihak Ocepina lantas menerbitkan surat permintaan kepada Kapolres Mimika untuk menghadirkan Reinhard Gobai, salah seorang komisioner KPUD Mimika yang dinonaktifkan oleh KPUD Mimika.

Berita Acara Pleno yang memutuskan SK Nomor 20 yang hanya ditandatangani 2 komisioner KPUD Mimika. (ist)

Pada waktu yang bersamaan, KPU Papua sudah mengeluarkan surat bahwa Ocepina Magal yang punya hubungan darah tidak diperboleh menggunakan hak suaranya sebagai komisioner KPUD Mimika. Sementara Alfrets Petupetu yang sebelumnya sempat menjadi tersangka oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu, memutuskan untuk mengundurkan diri dari komisioner KPUD Mimika.

(Baca Juga: Akhirnya Permainan Kotor KPUD Mimika Terbongkar)

Rapat pleno pun kembali digelar sehari kemudian setelah Reinhard Gobai dihadirkan ke Jayapura dengan pengawasalan Kabag Ops Polres Mimika Kompol Toni Upuya.

Dalam rapat pleno KPUD Mimika yang dipimpin Ocepina Magal kembali membuat kontroversi dengan kembali meloloskan paslon nomor urut 4 Hans Magal-Abdul Muis (HAM) setelah sebelumnya sudah ada perintah dari KPU RI melaksanakan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menilai Abdul Muis tidak memenuhi syarat calon menjadi wakil bupati karena sebelumnya sudah menjabat sebagai Bupati.

KPUD Mimika akhirnya mengeluarkan SK Nomor 20/HK.03.1.Kpt/9109/ KPU-KAB/V/2018 dimana berita acara hanya ditandatangani oleh 2 komisioner. Setelah keputusan tersebut, KPUD Mimika akhirnya dilaporkan oleh Bawaslu Papua dan paslon OMTOB ke DKPP.

Ketidaktegasan Aparat Penegak Hukum

Buruknya kinerja KPUD Mimika sebenarnya sudah menuai status tersangka dari Gakkumdu Provinsi Papua setelah dilaporkan oleh paslon OMTOB. Namun, apa yang tertera dalam berkas perkara yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua diduga telah menghilangkan pasal-pasal yang memberatkan yang sebelumnya menjadi temuan Bawaslu Papua.

(Baca Juga: Kajati Papua: Berkas Perkara Komisioner KPUD Mimika Sudah Dikembalikan ke Penyidik)

Ketidaktegasan aparat penegak hukum menindaklanjuti berbagai temuan pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu di Kabupaten Mimika akhirnya menuai ketidakpastian oleh peserta pilkada dan bukan tidak mungkin akan berakibat tertundanya pelaksanaan pilkada di Kabupaten Mimika 2018. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua2 hari ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua5 hari ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua5 hari ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita7 hari ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua1 minggu ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi3 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita3 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita4 minggu ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Berita4 minggu ago

Pasien Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Menjadi 91 Kasus

TIMIKA, Haipapua.com – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynol Ubra mengumumkan penambahan kasus baru...

Tanah Papua4 minggu ago

DPRD Mimika Bentuk Tim Satgas Terkait Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika telah membentuk Tim Satuan Tugas Satgas DPRD yang akan melakukan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.