Connect with us

Tanah Papua

Keuskupan Agats Kecam Penembakan Warga Saat Kerusuhan di Distrik Fayit

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Gereja Katolik Keuskupan Agats mengecam penembakan yang dilakukan oknum anggota TNI terhadap 5 orang dalam kerusuhan yang terjadi di Kampung Basim, Distrik (kecamatan) Fayit, Kabupaten Asmat, Senin (27/5/2019) lalu.

Gereja Katolik menilai penembakan yang mengakibatkan 4 orang tewas dan 1 orang lainnya luka berat mencerminkan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

“Gereja Katolik Keuskupan Agats sangat prihatin dengan penembakan yang terjadi di Distrik Fayit, sebab Kabupaten Asmat selama ini dikenal sebagai daerah yang aman,” tulis pernyataan sikap Gereja Katolik Keuskupan Agats Nomor 059.020.22.06 yang ditanda tangani Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito OFM, pada Senin (1/6/2019).

(Baca Juga: Rusuh di Distrik Fayit, Kodam Cenderawasih Kirim Tim Investigasi)

Keuskupan Agats menilai penembakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) karena dilakukan menggunakan alat negara dalam kondisi negara tidak dalam keadaan darurat. Penembakan tersebut juga dikategorikan sebagai penyalahgunaan penggunaan senjata api (senpi) sesuai ketentuan yang dipercayakan negara kepada institusi TNI-Polri.

“Dampak dari peristiwa ini membawa luka yang sangat besar dan mendalam bagi orang Asmat dan khususnya keluarga korban. Nilai nyawa manusia tidak bisa tergantikan dalam bentuk apapun,” tulisnya.

Pasca kerusuhan yang terjadi di Distrik Fayit, Gereja mendorong untuk dilakukan upaya pemulihan secara holistik dengan cara bermartabat dan memenuhi unsur keadilan. “Pelaku penembakan harus meminta maaf dan mengakui kesalahan secara tulus dengan hati kepada keluarga korban,” tulis pernyataan sikap Keuskupan Agats.

Selain permintaan maaf, Gereja juga mendesak agar pelaku penembakan harus diadili menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Memberi kesempatan kepada pihak korban untuk mengikuti proses pengadilan dengan membawa saksi-saksi supaya proses pengadilan menghasilkan keputusan seadil-adilnya,” tulisnya.

(Baca Juga: Ini Temuan Tim Investigasi TNI-Polri dan Komnas HAM Papua di Distrik Fayit)

Gereja Katolik mengajak semua pihak untuk menjadikan kasus kerusuhan di Distrik Fayit menjadi pembelajaran bagi semua, khususnya bagi warga yang berasal dari luar Asmat untuk mengetahui kebiasaan warga setempat agar kasus serupa tidak terulang.

“Gereja juga mendesak semua pihak untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dan memecahkan segala persoalan dalam koridor hukum,” tulisnya.

Dalam pernyataan sikap itu, Keuskupan Agats juga merekomendasikan kepada Gubernur Papua dan Bupati Kabupaten Asmat untuk berdiri kokoh membela kepentingan masyarakat asli Papua khususnya masyarakat Asmat. Selain itu, merekomendasikan kepada Pangdam XVII Cenderawasih untuk segera memproses hukum oknum TNI yang melakukan penembakan di Distrik Fayit.

“Gereja juga merekomendasikan kepada Kapolda Papua untuk memastikan situasi kamtibmas di Kabupaten Asmat berlangsung aman,” tulisnya.

(Baca Juga: Pangdam Cenderawasih: Oknum TNI yang Menembak Perusuh di Distrik Fayit Sudah Ditahan)

Gereja juga meminta kepada Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua dan Komnas HAM RI untuk melakukan investigasi dengan baik, benar, independen, dan objektif untuk memproses setiap pelanggaran HAM.

“Gereja juga meminta kepada DPR Papua untuk mengawal proses penegakan hukum terhadap pelaku penembakan di Distrik Fayit serta meminta MRP berani menjalankan fungsinya untuk melindungi hak hidup orang asli Papua,” tulis pernyataan sikap Keuskupan Agats. (Ong)

Advertisement

Berita terbaru

Tanah Papua2 minggu ago

Situasi Skouw Kondusif, PLBN Buka Pintu Perlintasan Perbatasan RI-PNG

JAYAPURA, HaIPapua.com – Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru memastikan situasi di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dalam...

Tanah Papua2 minggu ago

Teror Penembakan di Area PLBN Skouw, Satgas Pamtas Siaga Satu

JAYAPURA, HaIPapua.com – Teror penembakan terjadi di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw, Distrik (kecamatan) Muara Tami, Kota...

Nasional3 minggu ago

Kerusuhan Wamena Bukan Konflik Etnis, Tapi Dipicu KKSB untuk Meresahkan Masyarakat

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo mengucapkan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya,...

Tanah Papua3 minggu ago

Kecam Pembunuhan Dokter, PDEI dan MHKI Desak Pemerintah Jamin Keamanan Petugas Kesehatan

JAKARTA, HaIPapua.com – Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) mengecam terbunuhnya dr Soeko Marsetiyo dalam...

Tanah Papua3 minggu ago

Tim SAR Berhasil Temukan Black Box Pesawat Twin Otter PK-CDC

TIMIKA, HaIPapua.com – Tim SAR dari Indonesian Vertical Rescue berhasil menemukan dan mengangkat black box pesawat Twin Otter PK-CDC, pada...

Tanah Papua3 minggu ago

Jenazah Korban Penembakan KKSB Akan Dimakamkan di Takalar dan Buton

TIMIKA, HaIPapua.com – Dua jenazah korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika,...

Tanah Papua3 minggu ago

Dua Pengemudi Ojek Tewas Ditembak KKSB di Kabupaten Puncak

ILAGA, HaIPapua.com – Dua pengemudi ojek ditemukan tewas dengan luka tembak di Kampung Amungi, Distrik (kecamatan) Ilaga Utara, Kabupaten Puncak,...

Tanah Papua3 minggu ago

Tim SAR Berhasil Evakuasi 4 Jenazah Awak Pesawat Twin Otter PK-CDC

TIMIKA, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi 4 jenazah awak pesawat Twin Otter PK-CDC di daerah pegunungan di...

Tanah Papua3 minggu ago

Bekas Kantor Bupati Yalimo Dibakar OTK, Ratusan Warga Mengungsi ke Koramil

JAYAPURA, HaIPapua.com – Gedung bekas Kantor Bupati Kabupaten Yalimo di Distrik Elelim hangus dilalap si jago merah, Selasa (24/9/2019) malam....

Tanah Papua3 minggu ago

Kantor Imigrasi Mimika Deportasi Warga Negara Kamerun

TIMIKA, HaIPapua.com – Kantor Imigrasi Mimika mendeportasi warga negara asing (WNA) asal Kamerun Nguetse Zangue Elvige Flore, Selasa (24/9/2019). Nguetse...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.