Connect with us
isidisini

Nasional

Kapolri Tempatkan Lulusan Terbaik Akpol 1990 Pimpin Polda Papua Barat

Published

on

JAKARTA, HaIPapua.com – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian kembali menempatkan perwira terbaik Polri peraih bintang Adhy Makayasa untuk bertugas di Tanah Papua. Rotasi terbaru dalam jajaran Korps Tribrata, Tito menempatkan Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak sebagai Kapolda Papua Barat menggantikan Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja yang mendapat promosi sebagai Kapolda Papua.

Herry Nahak adalah penerima bintang Adhy Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990. Sebelum menduduki jabatan Kapolda Papua Barat, ia menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Kabareskrim Mabes Polri.

(Baca Juga: Brigjen Pol Rudolf Rodja Jabat Kapolda Papua)

Semasa tugasnya, Herry Nahak yang berpengalaman di bidang reserse lebih banyak berkecimpung dalam penanggulangan terorisme. Ia pernah menduduki jabatan sebagai Kasubden Investigasi Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Polri.

Pada 2014, ia menjabat sebagai Karo Ops Polda Sulawesi Tengah yang saat itu sedang menangani aksi sporadis Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di kabupaten Poso. Setelah bertugas di Polda Sulawesi Tengah, pada 2016, ia ditunjuk sebagai Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memimpin serah terima jabatan Kapolda Papua Barat dari Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja digantikan Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak di Gedung Rupatama Mabes Polri Jakarta, Kamis (2/5/2019). (Humas Polri)

Kompleksitas Masalah

Penunjukan Herry Nahak sebagai Kapolda Papua Barat menambah jumlah peraih bintang Adhy Makayasa yang bertugas di Tanah Papua. Sebelumnya, Tito menempatkan lulusan terbaik Akpol 1998, AKBP Agung Marlianto, sebagai Kapolres Mimika menyusul carut marutnya pelaksanaan Pilkada Mimika 2018 lalu.

Penempatan dua orang peraih Adhy Makayasa di Tanah Papua tentu tidak lepas dari kompleksitas masalah di Provinsi Papua dan Papua Barat. Dalam bukunya yang berjudul Bhayangkara di Bumi Cenderawasih, Tito yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua periode 2012-2014 mengakui kompleksitas masalah yang dihadapi personel Polri di Tanah Papua.

(Baca Juga: Humas Polda Papua: Mabes Polri Tempatkan Lulusan Terbaik AKPOL’98 di Mimika)

Kompleksitas masalah yang dimaksud adalah konflik kesukuan yang masih kental di sebagian masyarakat yang masih hidup primitif dan masih memegang teguh adat setempat. Kondisi ini dipersulit dengan banyaknya kelompok kriminal bersenjata yang di wilayah Papua.

Pada saat yang sama, personel Polri juga harus berhadapan dengan berbagai aksi kejahatan trans nasional seperti perdagangan senjata, narkotika, illegal logging, illegal fishing, dan pelintas batas ilegal karena wilayah Papua dan Papua Barat adalah daerah terluar di Indonesia bagian timur.

Keputusan Kapolri menempatkan dua orang lulusan terbaik di Tanah Papua tentu tidak lepas dari pengalamannya selama 22 bulan menjadi Kapolda Papua yang tertuang dalam buku tersebut.

Selain itu, lulusan terbaik Akpol 1987 tentu ingin menampilkan wajah institusi pengayom keamanan dan ketertiban masyarakat ini sesuai misi yang ia usung yakni Polri yang profesional, modern, dan terpercaya (promoter). (Ong)

Berita terbaru

Berita16 jam ago

Linmas Nawaripi Perketat Pengawasan ‘Social Distancing’ Pada Malam Hari

TIMIKA, HaiPapua.com – Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait social distancing di Timika, aparat kampung Nawaripi mulai membatasi kerumunan warga...

Berita5 hari ago

Bupati Mimika Minta Pengadaan Alkes Melalui Perusahaan Swasta

TIMIKA, HaiPapua.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta Menteri Dalam negeri Tito Karnavian untuk mengizinkan pengadaan alat kesehatan dalam rangka...

Berita5 hari ago

Wabup Mimika Minta Warga Manfaatkan Waktu Dengan Baik Di Tengah Pendemi Covid-19

TIMIKA, HaiPapua.com – Wakil Bupati Mimika Yohannis Rettob mengimbau masyarakat kabupaten Mimika secara khusus di wilayah kota Timika agar memanfaatkan...

Berita5 hari ago

Bupati Mimika Perpanjang Masa Karantina Wilayah Hingga 23 April

TIMIKA, HaiPapua.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Timika, Jumat (03/04/2020) mengumumkan perpanjangnan waktu karantina wilayah di kabupaten Mimika hingga...

Tanah Papua5 hari ago

DLH Mimika Diminta Serius Tangani Sampah di TPS Nawaripi

TIMIKA, HaiPapua.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua diminta untuk serius menangani sampah sehingga tidak terjadi penumpukan di...

Berita7 hari ago

Pemkab Mimika Akan Beri Stimulan Bagi Tiga Pelaku Usaha

TIMIKA, HaiPapua.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, akan memberikan stimulan bagi para pelaku usaha secara khusus pelaku usaha perhotelan,...

Tanah Papua7 hari ago

Lemasa Imbau Warga Mimika Patuhi Instruksi Bupati

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme, mengimbau kepada seluruh warga kabupaten Mimika untuk mematuhi instruksi bupati Mimika Eltinus...

Tanah Papua1 minggu ago

Tokoh Nilai Bantuan YPMAK ke Pusat dan Provinsi Papua Tidak Efisien

TIMIKA, HaiPapua.com – Partisipasi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 di tingkat...

Tanah Papua1 minggu ago

Amankan Jalur Penerbangan, Pasukan TNI Duduki Markas KKSB di Distrik Serambakon

JAYAPURA, HaIPapua.com – Pasukan TNI berhasil mengusir Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Komandan Korem...

Tanah Papua1 minggu ago

Pendulang Emas Tradisional Ditemukan Tewas di Kali Kabur Mil 22

TIMIKA, HaIPapua.com – Modestus Welerubun (29) ditemukan tewas setelah terseret arus di Kali Kabur Mil 22, Timika, Kabupaten Mimika, Senin...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.