Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Kantor Imigrasi Klas II Tembagapura Amankan 37 Tenaga Kerja Asing di Nabire

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Petugas Kantor Imigrasi Klas II Tembagapura, Kabupaten Mimika menangkap 37 Warga Negara Asing (WNA) dari sejumlah perusahaan pertambangan di Kabupaten Nabire, dalam sepekan terakhir. Kepala Kantor Imigrasi Klas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock mengatakan para pekerja asing ini diamankan karena melakukan penyalahgunaan visa kunjungan wisata untuk bekerja di wilayah Indonesia.

“Para pekerja asing ini diduga melakukan penyalahgunaan visa kunjungan wisata untuk bekerja di wilayah Indonesia. Mereka diduga kuat melanggar Pasal 71 jo Pasal 116 jo Pasal 112 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” kata Samuel Enock melalui telepon selulernya di Timika, Kabupaten Mimika, Senin (11/6/2018).

(Baca Juga: Sebar Kebohongan di Akun Twitternya, Jurnalis BBC Dipulangkan dari Asmat)

Menurut Samuel, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi yang mereka terima dari laporan masyarakat, khusus dari Dewan Adat setempat.

“Bukan puluhan orang saja tapi jumlahnya bisa sampai ratusan. ke-37 WNA yang diamankan kemarin itu di bekerja di 2 perusahaan berbeda, sementara di Nabire ada banyak perusahaan. Diduga praktik ini sudah berlangsung lama tanpa ada pengawasan dari aparat setempat,” kata Samuel.

Samuel menjelaskan, pihaknya menerjunkan 5 petugas pengawasan orang asing yang dipimpin Kepala Seksi Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Tembagapura, Wisnu Galih ke 4 lokasi pertambangan emas di Kabupaten Nabire sejak Jumat (8/6/2018) lalu.

Empat lokasi tambang rakyat ini, yakni kilometer 30, 38, 52, dan 70 ruas jalan Trans Papua dari Nabire ke Enarotali, Kabupaten Paniai. Lokasi pertambangan ini umumnya berada di tengah hutan alam di wilayah Kabupaten Nabire. “Saat petugas tiba di lokasi tambang, banyak pekerja asing ini kabur ke hutan. Setelah itu kami meminta agar para perusahaan yang menjadi sponsor untuk menghadirkan mereka,” kata Samuel.

Sejumlah Tenaga Kerja Asing ilegal asal Tiongkok diamankan Petugas Imigrasi Klas 2 Tembagapura di Nabire. (ist)

Informasi lain yang dikumpulkan di Nabire, petugas Imigrasi mengamankan 9 WNA asal Tiongkok yang bekerja di PT Pacific Mining Jaya (PMJ), serta 4 WNA asal Jepang di PT Nur Alam International. Selain itu, 24 WNA lainnya masing-masing dari Tiongkok dan Korea diamankan dari PT Mega Xing Xing, PT Inco, PT Bersatu International.

“Dalam pemeriksaan oleh petugas Imigrasi, para WNA ini khususnya asal Tiongkok tidak bisa memperlihatkan dokumen keimigrasian mereka,” kata Samuel.

(Baca Juga: Perpres Tenaga Kerja Asing untuk Perketat Perizinan Pekerja Asing di Indonesia)

Bahkan, kata Samuel, sejumlah WNA yang diamankan di lokasi tambang rakyat melakukan perlawanan dan meminta diamankan di Polsek terdekat. Karena praktik ini sudah berlangsung lama, kami menduga ada keterlibatan aparat dibalik kehadiran para pekerja asing ini.

“Petugas kami tetap berpendirian bahwa para WNA ini melanggar pidana keimigrasian dan bukan pidana umum sehingga cukup aneh ketika mereka meminta untuk diamankan di Polsek,” kata Samuel.

Dari total 37 pekerja asing yang diamankan, 12 orang diantaranya sudah diberangkatkan ke Kantor Imigrasi Klas 2 Tembagapura di Kabupaten Mimika. Sementara, 25 orang lainnya masih diamankan di salah satu tempat di Nabire menunggu ketersediaan pesawat dari Nabire ke Timika. (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua7 jam ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua3 hari ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua3 hari ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita5 hari ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua6 hari ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi3 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita3 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita3 minggu ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Berita3 minggu ago

Pasien Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Menjadi 91 Kasus

TIMIKA, Haipapua.com – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynol Ubra mengumumkan penambahan kasus baru...

Tanah Papua4 minggu ago

DPRD Mimika Bentuk Tim Satgas Terkait Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika telah membentuk Tim Satuan Tugas Satgas DPRD yang akan melakukan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.