Connect with us

Tanah Papua

Jafar Umar Thalib dan 6 Pengikutnya Jadi Tersangka Kasus Perusakan di Koya Barat

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kepolisian Daerah Papua meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dalam kasus perusakan rumah Henock Niki, warga kampung Koya Barat, Distrik (Kecamatan) Muara Tami, Kota Jayapura, yang terjadi Rabu (27/2/2018) pagi.

Pasca kejadian ini, jajaran Polda Papua melakukan kerja cepat mengamankan 8 orang terduga pelaku di Arso XIV kampung Wulukubun, Kecamatan Skamto, Kabupaten Keerom. Dari para terduga pelaku disita barang bukti berupa 2 buah samurai dan mobil Mitsubishi Triton.

“Dari hasil pemeriksaan saksi dan terduga pelaku, serta gelar perkara yang dipimpin Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono memutuskan untuk meningkatkan penanganan kasus menjadi penyidikan dan menetapkan 7 orang sebagai tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal di Jayapura, Kamis (28/2/2019) malam.

(Baca Juga: Polda Papua Amankan Ustaz Jafar Umar Thalib dan 7 Orang Pengikutnya)

Tujuh orang tersangka dalam kasus ini masing-masing berinisial JUT (58), AJU (20), AY alias S (42), AR (43), IJ (29), MM alias Z (31) dan AD alias A (20). Dari 8 orang terduga pelaku yang diperiksa, kata Kamal, satu orang di antaranya bernama Fauzi Maqsud tidak terbukti terlibat aksi perusakan.

“Para tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda dalam kasus ini. JUT (58) selaku pimpinan kelompok ini berperan menghasut pengikutnya sehingga terjadi aksi perusakan itu. Ia juga diketahui sebagai pemilik dua buah senjata tajam jenis samurai yang berada di dalam mobil Triton miliknya,” ujar Kamal.

“Sementara itu, AJU (20) dan AY alias S (42) masing-masing berperan membawa senjata tajam dan melakukan perusakan dengan memotong kabel speaker. AR (43) yang masuk ke dalam rumah Henock Niki dan mematikan musik, dan 3 orang lainnya berada di halaman rumah dan ikut menegur pemilik rumah,” katanya menambahkan.

Para tersangka, kata Kamal, disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yakni perbuatan membawa, menguasai, dan memiliki senjata tajam penikam atau senjata penusuk dengan ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

“Para tersangka juga disangkakan melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-1 yakni barang siapa dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun,” papar Kamal.

Aparat Polres Jayapura Kota mengamankan Ustaz Jafar Umar Thalib (JUT) bersama 7 orang pengikutnya di Arso XIV Kampung Wulukubun, Distrik (kecamata) Skamto, Kabupaten Keerom. (HaIPapua/ist)

Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebelumnya, Jafar Umar Thalib (JUT) pimpinan kelompok yang diduga melakukan perusakan itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara saat menjalani pemeriksaan intensif pada Rabu (27/2/2019) malam.

“Ada sedikit masalah saat pemeriksaan, karena JUT sempat dilarikan ke rumah sakit karena gangguan kesehatan. Mungkin karena yang bersangkutan sudah berumur,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin di Jayapura, Kamis (28/2/2019) pagi.

(Baca Juga: Presiden Ajak Masyarakat Lawan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme)

Kejadian itu, kata Martuani, tak menghambat proses pemeriksaan terhadap 7 orang saksi lainnya dan proses gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik.

“Proses pemeriksaan ini tetap berlanjut terhadap 7 orang saksi yang lain. Untuk pemeriksaan terhadap JUT menunggu kondisi kesehatannya membaik. Meski ada kejadian ini tak menghambat proses gelar perkara untuk memutuskan kelanjutan dari perkara ini,” ujar Martuani.

Kasus perusakan di rumah Henock Niki di jalan protokol Koya Barat terjadi pada Rabu (27/2/2019) pagi sekitar pukul 05.30 WIT. Kejadian ini bermula ketika Henock Niki memutar musik dengan volume keras di rumahnya. Tak lama berselang sejumlah orang berpakaian putih dan ada di antaranya membawa samurai mendatangi rumahnya.

Mereka menegur Henock Niki dan mengaku terganggu dengan suara musik yang diputar. Henock Niki membantah, karena menurutnya warga menunaikan salat di masjid pada pukul 04.15 WIT, sementara ia memutar lagu rohani pada pukul 05.30 WIT.

Tidak puas dengan jawaban itu, sejumlah orang itu lalu mengancam dan ada di antaranya masuk ke dalam rumah mematikan musik dan ada juga yang melakukan perusakan speaker dan memutus kabelnya dengan samurai.

(Baca Juga: Presiden Jokowi: Dari Paduan Suara Kita Belajar Toleransi)

Kasus ini dengan cepat meluas melalui media sosial, namun segera ditenangkan setelah kunjungan Ketua Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua yang langsung mendatangi Polda Papua.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu mengimbau seluruh umat Kristiani di Kota Jayapura dan Papua untuk tidak terpancing dengan kejadian itu. Iapun menyerahkan sepenuhnya kasus itu ditangani aparat kepolisian.

“Terima kasih kepada Polda Papua yang sudah bergerak cepat merespons masalah ini. Saya sebagai Ketua Sinode mengimbau kepada jemaat di Koya untuk tetap tenang dan tidak memanasi situasi karena kasus ini sudah ditangani,” kata Pdt Andrikus di Mapolda Papua, Rabu (27/2/2019). (Rex)

Berita terbaru

Tanah Papua3 hari ago

Tim SAR Berhasil Evakuasi 12 Jenazah dan FDR Heli Mi-17 ke Oksibil

OKSIBIL, HaIPapua.com – Tim SAR berhasil mengevakuasi 12 jenazah kru dan penumpang Helikopter Mi-17 HA-5138 dari tebing pegunungan Mandala ke...

Tanah Papua3 hari ago

Pangdam Cenderawasih: Terima Kasih Telah Mendukung Operasi SAR Heli TNI-AD

JAYAPURA, HaIPapua.com – Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengapresiasi semua pihak yang telah membantu TNI untuk menemukan dan...

Tanah Papua4 hari ago

Tim SAR Temukan 12 Jenazah Di Antara Puing Heli TNI-AD

OKSIBIL, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan berhasil mencapai lokasi puing Helikopter TNI-AD Mi-17 HA-5138 pada Jumat (14/2/2020) siang, sekitar pukul...

Tanah Papua4 hari ago

DKPP Berhentikan Anggota KPU Mimika Dedy Nataniel Mamboay

TIMIKA, HaIPapua.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Dedy Nataniel Mamboay selaku anggota Komisi Pemilihan...

Tanah Papua5 hari ago

Norman Ditubun Menggagas Pendirian Perpustakaan Kampung Nawaripi

TIMIKA, HaIPapua.com – Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi, distrik Wania, Mimika, Papua menggagas berdirinya perpustakaan di kampung Nawaripi. Norman yang...

Tanah Papua5 hari ago

Satu SST Tim Evakuasi Diterjunkan Dekat Lokasi Kecelakaan Heli TNI-AD

OKSIBIL, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan akhirnya memulai proses evakuasi terhadap kru dan penumpang Helikopter TNI-AD Mi-17 HA-5138, Kamis (13/2/2020)...

Tanah Papua5 hari ago

Danrem 172: Cuaca Ekstrem Jadi Kendala Utama Evakuasi Heli TNI-AD

OKSIBIL, HaIPapua.com – Tim SAR terus mematangkan persiapan evakuasi Helikopter TNI-AD Mi-17 HA-5138 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik (kecamatan)...

Nasional5 hari ago

Kecam Aksi Intoleransi, Presiden Perintah Kapolri Tindak Tegas Pelaku Intoleran

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait kasus intoleransi yang terjadi di Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung...

Nasional6 hari ago

Presiden Lantik Laksamana Madya TNI Aan Kurnia Sebagai Kepala Bakamla

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo melantik Laksamana Madya TNI Aan Kurnia sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla). Pelantikan tersebut...

Tanah Papua6 hari ago

Polres Pegunungan Bintang Siapkan Satu Peleton Dukung Evakuasi Heli TNI-AD

OKSIBIL, HaIPapua.com – Polres Pegunungan Bintang menyiapkan satu peleton personel untuk mendukung evakuasi Helikopter TNI-AD Mi-17 HA-5138. Seperti diberitakan sebelumnya,...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.