Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Isu Pendeta Germin Nirigi Dihembuskan untuk Menolak Kehadiran TNI-Polri di Nduga

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar menduga isu terbunuhnya Pendeta Gemin Nirigi dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak menghendaki kehadiran aparat TNI-Polri di Kabupaten Nduga.

Sejak isu itu berhembus, kata Jonathan, pihaknya bersama aparat kepolisian telah melakukan pengecekan di lokasi yang disebut sebagai tempat pembunuhan pendeta Gereja Kingmi tersebut.

“Kami sudah mengecek ke lokasi yang dimaksud dan tidak ada tanda-tanda mayat di honai (rumah adat setempat) yang hangus terbakar. Kami hanya mencium bau minyak tanah di sekeliling puing honai yang diduga dipakai membakar honai tersebut,” kata Jonathan di Skouw, Kecamatan Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (25/1/2019) kemarin.

(Baca Juga: Kutuk Aksi Biadab TPN-OPM, Bupati Nduga Persilahkan TNI-Polri Lakukan Penegakan Hukum)

Menurut Jonathan, saat melakukan pengecekan pihaknya bersama anggota DPRD Kabupaten Nduga dan anggota Polres Jayawijaya. Di lokasi tersebut, mereka juga sempat menggali lokasi yang dicurigai sebagai kuburan, namun tidak membuahkan hasil.

“Jadi di lokasi itu, disaksikan anggota DPRD, aparat kepolisian sempat melakukan penggalian yang diduga tempat menguburkan pendeta tapi tidak menemukan apa-apa. Dari puing honai juga ditemukan ada 7 atau 8 potong tulang, tapi diduga bukan tulang manusia karena ukuran hanya sebesar jari tangan,” papar Jonathan.

Jonathan mengatakan aparat TNI-Polri masih terus berupaya mencari keberadaan pendeta yang dikabarkan terbunuh tersebut. Salah satunya, adalah mencari penyebar isu tersebut untuk mengecek kebenaran informasi itu dan langsung menunjukkan lokasi yang dimaksud.

“Kami sudah beberapa kali menghubungi yang bersangkutan, tapi orang itu terkesan menghindar. Ada yang menyebut dia ada di Kecamatan Paro, tapi saat dicek katanya ada di Timika. Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan Kodim 1710 Mimika untuk membantu menemui yang bersangkutan,” ujar Jonathan.

Selain itu, kata Jonathan, salah seorang anak buahnya juga bermarga Nirigi dilibatkan untuk menghubungi kerabatnya untuk mengetahui keberadaan pendeta yang sudah berusia lanjut itu.

“Jika informasi yang disampaikan tidak benar, kan bisa dianggap melakukan tindak pidana melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Jonathan.

(Baca Juga: KKSB, Hoaks, dan Isu HAM)

Di tempat yang sama, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menegaskan pihaknya sampai saat ini belum dapat memastikan apakah Pendeta Germin Nirigi masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Namun, menurut Aidi, pihaknya sudah melakukan pengecekan seperti informasi yang beredar di media sosial kepada anggota anggota yang berada di Kecamatan Mapenduma dan dipastikan tidak ada kejadian itu.

“Kami sudah mengecek anggota yang berada di sana, bahkan kepada masyarakat di Mapenduma bahwa tidak ada kejadian kontak tembak. Memang ada penembakan terhadap anggota TNI dari arah bukit, tapi tidak berlanjut dengan kontak tembak,” ujar Aidi.

“Jadi kalaupun pendeta ini sudah meninggal, kami pastikan itu tidak terkait dengan TNI,” kata Aidi menambahkan.

Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar merangkul Pendeta Nataniel dan tokoh masyarakat Distrik Mbua usai perayaan Natal di Gereja Kingmi Distrik Mbua. (Penerangan Kodam XVII Cenderawasih)

Isu Hoaks

Tanggapan serupa sebelumnya sempat disampaikan Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring yang meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan isu terbunuhnya Pendeta Gemin Nirigi di Kecamatan Mapenduma, Kabupaten Nduga.

“Sabarlah kita tunggu hasil penyelidikan dari kepolisian yang sudah melakukan penyelidikan ke sana,” kata Yosua Sembiring usai memimpin serah terima jabatan Kasdam Cenderawasih, Selasa (15/1/2019) lalu.

Ia mengungkapkan maraknya informasi yang tidak benar (hoaks) melalui media sosial yang dialamatkan kepada TNI-Polri untuk menutupi kekejaman kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang sudah membantai pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga.

“Kemarin kami dituduh melakukan menyerang perkampungan warga dengan bom di Kabupaten Nduga. Disebutkan pula bahwa TNI menggunakan bom fosfor. Selanjutnya pekerja yang dibunuh KKSB katanya intelijen TNI. Semua itu kan tidak benar,” ujar Yosua Sembiring.

(Baca Juga: Kapendam Cenderawasih: Hentikan Manuver Politik untuk Melindungi KKSB di Nduga)

“Jadi kalau punya bukti-bukti silahkan laporkan ke aparat berwajib, nanti mereka yang selidiki kebenarannya. Jangan justru disebar di media sosial, padahal informasi itu tidak benar,” katanya menambahkan.

Isu hoaks lain juga disampaikan Danrem 172/PWY ketika pasukan TNI-Polri hendak melakukan evakuasi terhadap pekerja korban pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kecamatan Yigi.

Saat itu, kata Jonathan, beredar isu bahwa ada tokoh Majelis Gereja Kingmi yang tertembak aparat TNI di sana. Kenyataannya ketika sampai di sana, orang yang dimaksud justru pertama kali menemuinya dan memberikan ayam hitam.

“Jadi saat kami sampai di Kecamatan Yigi, orang yang katanya dibunuh itu yang pertama kali menyambut kami. Jadi dalam kasus di Nduga, memang ada upaya untuk menutupi kekejaman KKSB yang telah membantai secara biadab warga sipil yang sedang mengerjakan jembatan di ruas jalan Trans Papua,” ucap Jonathan. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua2 hari ago

KKSB Serang Pos TNI di Kenyam, 1 Orang Tewas dan 2 Luka Tembak

JAYAPURA, HaIPapua.com – Satu orang meninggal dunia dan dua lainnya terluka dalam kontak tembak antara aparat dengan Kelompok Kriminal Separatis...

Tanah Papua2 hari ago

Hilang Sejak Sabtu Lalu, Karyawan Kontraktor PTFI Ditemukan Tewas di Kali Kabur

TIMIKA, HaIPapua.com – Seorang karyawan kontraktor PT Freeport Indonesia (PTFI) ditemukan meninggal dunia tertimbun pasir konsetrat di Kali (sungai) Kabur...

Tanah Papua3 hari ago

Nyaris Ditawan KKSB, 3 Guru SD Inpres Baluni Dievakuasi ke Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Tiga orang guru SD Inpres Baluni yang nyaris ditawan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) akhirnya dievakuasi ke...

Tanah Papua4 hari ago

Binmas Noken Polri dan Polres Puncak Jaya Berikan Bibit Sayur Kepada Warga Muliambut

MULIA, HaiPapua.com – Satgas Binmas Noken bersama Polres Puncak Jaya kepada memberikan bibit tanaman sayuran kepada warga kampung Muliambut, Distrik...

Tanah Papua5 hari ago

DPRD Mimika Desak Pimpinan OPD Patuhi Instruksi Bupati Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

TIMIKA, HaIPapua.com – Anggota DPRD Mimika Den B Hagabal mendesak pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda)...

Tanah Papua5 hari ago

Anggota DPRD Mimika Soroti Dugaan Penggunaan Profil Pengusaha Asli untuk Mendapat Proyek

TIMIKA, HaIPapua.com – Anggota DPRD Mimika Den B Hagabal menyoroti dugaan penggunaan profil pengusaha asli Papua untuk mendapatkan proyek dari...

Nasional5 hari ago

Teknologi Mortar Busa untuk Konstruksi Infrastruktur di Tanah Lunak

JAKARTA, HaIPapua.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong jajarannya melakukan riset dan pengembangan bagi penyediaan...

Olahraga1 minggu ago

Turnamen Persemi Cup II Resmi Bergulir

TIMIKA, HaiPapua.com – Turnamen sepak bola Persemi Cup II resmi bergulir setelah dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika...

Penandatanganan berita acara pelantikan oleh salah satu Dikmaba disaksika oleh PangdamXVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab Penandatanganan berita acara pelantikan oleh salah satu Dikmaba disaksika oleh PangdamXVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab
Tanah Papua1 minggu ago

Pangdam Cenderawasih Lantik 465 Siswa Dikmaba

JAYAPURA, HaiPapua.com – Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab melantik 465 siswa Pendidikan Pertama Bintara...

Tanah Papua1 minggu ago

Satgas TNI Tembak 2 Anggota KKSB di Distrik Yigi

JAYAPURA, HaIPapua.com – Tiga orang terluka dalam kontak tembak antara Satgas Penegakan Hukum TNI dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB)...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.