Connect with us
isidisini

Nasional

Inisiatif Smart City untuk Menyeimbangkan Berbagai Kepentingan dan Pembangunan Kota Berkelanjutan

Published

on

JAKARTA, HaIPapua.com – Hari ini, hampir separuh dari penduduk dunia tinggal di perkotaan. Menurut perkiraan UNDP, pada tahun 2030, kurang lebih 60 persen dari masyarakat dunia akan hidup di area urban dan akan terjadi ekspansi urbanisasi di negara-negara berkembang sebesar 95 persen.

Urbanisasi yang masif akan semakin menekan persediaan air bersih, lingkungan untuk hidup, dan kesehatan masyarakat.

(Baca Juga: Jika Imunisasi MR Gagal, Indonesia Akan Rentan Penyakit Menular)

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho menegaskan pembangunan yang berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa mengubah cara bagaimana kita membangun dan mengelola ruang-ruang perkotaan.

Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan, menurut Yanuar, adalah komunitas dan kota yang berkelanjutan (sustainable cities and communities).

“Menciptakan perkotaan yang berkelanjutan berarti meningkatkan kualitas kehidupan di kota itu termasuk aspek-aspek ekologi, kultural, politik, institusional, sosial, dan ekonomi tanpa meninggalkan beban untuk generasi di masa depan. Keberlanjutan sebuah kota bertumpu pada optimalisasi kebijakan dan proses bisnis yang mencerminkan prinsip-prinsip sustainable management,” ujar Yanuar dalam acara ASEAN Leaders’ Programme yang bertajuk “What makes city smart and inclusive” di Jakarta, Selasa (11/9/2018) lalu.

Menurutnya, pengelolaan yang berkelanjutan bisa dimaknai sebagai mengelola kompleksitas tiap sektor dan mengelola institusi yang saling terkait. Ia mencontohkan, antara Jakarta dan Bekasi terdapat banyak hal yang bertautan. Salah satu yang paling utama ialah komuter masyarakat dan persoalan pergerakan barang.

“Jadi, Pemerintah Jakarta dan Bekasi harus mampu mengelola koordinasi antarkota sedemikian rupa, hingga masalah-masalah ini bisa terurai,” kata Yanuar.

Salah satu tantangan dari upaya mengurai masalah lintas sektor dengan berbagai aktor ialah ragam kepentingan yang tidak terduga.

“Dalam dinamika perumusan kebijakan seperti ini, argumentasi-argumentasi berbasis data dan bukti perlu dikedepankan,” papar Yanuar di hadapan 45 pejabat setingkat eselon II dan III, serta wakil pimpinan sektor privat dari seluruh negara anggota ASEAN di Hotel Grand Melia, Jakarta.

Kebijakan berbasis data dan bukti pada akhirnya memunculkan inisiatif Kota Cerdas (Smart City) di berbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta dan Bojonegoro.

(Baca Juga: Ted Fishman: Terapkan Nilai-Nilai Persahabatan Membuat Presiden Jokowi Tidak Berjarak dengan Masyarakat)

Sebagai contoh, di Bojonegoro manajemen inovasi yang progresif berbasis masalah dan revolusi data, bersama dengan keterbukaan dan participatory budgeting dapat membantu pemerintah daerah membangun argumen yang solid kepada legislatif, yang pada akhirnya mendukung program-program kunci pemerintah.

“Inisiatif kota cerdas atau smart city semacam itu akan makin dibutuhkan sekarang ini dan di masa-masa mendatang. Hal ini merupakan wujud nyata adanya upaya menyeimbangkan beragam kepentingan untuk kepentingan bersama dan pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujar Yanuar.

ASEAN Leader’s Programme merupakan program pengembangan kepemimpinan yang dilaksanakan oleh ASEAN Foundation, bekerja sama dengan Common Purpose, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Indonesia. (Fox)

Berita terbaru

Tanah Papua7 jam ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua10 jam ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Tanah Papua3 hari ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi2 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita3 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita3 minggu ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Berita3 minggu ago

Pasien Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Menjadi 91 Kasus

TIMIKA, Haipapua.com – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynol Ubra mengumumkan penambahan kasus baru...

Tanah Papua3 minggu ago

DPRD Mimika Bentuk Tim Satgas Terkait Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika telah membentuk Tim Satuan Tugas Satgas DPRD yang akan melakukan...

Berita3 minggu ago

TNI dan Polri Razia Warga Yang Tidak Gunakan Masker di Timika

TIMIKA, Haipapua.com – Jajaran TNI dan Polri dibawah pimpinan Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Pio L Nainggolan S.E, M.Tr Han dan...

Direktur YPMAK, Vebian Magal serahkan bantuan ke 7 suku secara simbolis Direktur YPMAK, Vebian Magal serahkan bantuan ke 7 suku secara simbolis
Ekonomi1 bulan ago

YPMAK Salurkan Bama ke Masyarakat 7 Suku di Mimika Terkait Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Kabupaten Mimika menyalurkan bantuan untuk mengatasi pandemik Coronavirus Disease 2019...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.