Connect with us

Nasional

Ini 7 Pesan Jokowi untuk Pengelolaan APBN/APBD Tahun Anggaran 2018

Published

on

Jakarta, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 kepada 86 Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp847,4 triliun serta DIPA transfer daerah dan dana desa 2018 berjumlah Rp766,2 triliun.

DIPA ini bagian dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp2.220,7 triliun. “Dana yang sangat besar itu harus dapat dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Presiden meminta jajarannya dan kepala daerah di seluruh Tanah Air untuk segera membenahi tata kelola dan administrasi APBN ataupun APBD agar lebih efektif dan efisien. Menurutnya masih banyak sistem di Indonesia yang menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran tanpa hasil maksimal.

“Saya minta pada seluruh menteri, lembaga, pemerintah daerah, untuk terus melakukan penyederhanaan dalam pelaksanaan APBN sehingga orientasinya adalah hasil, bukan orientasinya prosedur,” kata Presiden dalam sambutannya.

Pengelolaan APBN/APBD 2018 harus Efektif dan Efisien

Berikut 7 pesan dari Presiden untuk pembenahan tata kelola dan administrasi APBN/APBD yang bisa diterapkan pada tahun Anggaran 2018 oleh K/L serta pemerintah provinsi dan daerah.

Pertama, Presiden meminta agar memperkuat sinkronisasi, keterpaduan dan sinergi antar kegiatan yang didanai APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan dana desa.

“Ini harus sambung, terintegrasi, kalau tidak bisa ulang lagi. Bangun bendungan, bangun waduk, bertahun-tahun irigasinya ndak ada. Bangun pelabuhan, jalan menuju ke pelabuhan ndak ada. Ini nggak satu dua, waduk ndak satu dua pelabuhan ndak satu dua, jangan kita ulang lagi,” kata Presiden.

Kedua, Presiden meminta agar K/L dan pemerintah daerah melakukan perencanaan dan penganggaran yang fokus. “Uang jangan diecer-ecer semuanya ke banyak kegiatan sehingga hasilnya tidak nampak. Baunya saja tidak nampak, apalagi fisiknya. Ini kalau kita terlalu banyak kegiatan,” urai Presiden.

Ketiga, Presiden meminta agar K/L dan pemerintah daerah meningkatkan belanja publik dan memenuhi belanja mandatory. “Ini yang berkaitan dengan anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, alokasi dana desa termasuk alokasi belanja infrastruktur yang bersumber dari DAU maupun DPH,” jelas Presiden.

Keempat, Presiden meminta agar Perda APBD harus disahkan tepat waktu. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan serta menghindari penumpukan anggaran di akhir tahun. “Jadi kalau APBN sudah, DIPA sudah berikan, APBD sudah diketok, 1 Januari mulailah mengeluarkan dana-dana itu agar peredaran uang dibawah (masyarakat) muncul di awal tahun,” kata Presiden.

Kelima, Presiden meminta agar K/L dan pemerintah daerah melakukan efisiensi seperti belanja operasional termasuk belanja pegawai, perjalanan dinas, honor kegiatan dan rapat. Disini Presiden menekankan agar K/L serta pemerintah daerah harus teliti sejak awal penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Dari tiga tahapan RKA yakni persiapan, pelaksanaan dan pelaporan, Presiden meminta agar fokus pada pelaksanaan yang menjadi kegiatan inti.

“Yang terjadi adalah penyusunan RKAKL dan RKA dinas, biasanya malah fokus kegiatan pendukungnya bukan pada kegiatan intinya. Ini sudah saya lihat di kementerian. Saya dulu waktu menjadi walikota dan gubernur, saya lihat di dinas-dinas. Hati-hati dengan ini, sekali lagi malah fokus pada kegiatan pendukung bukan kegiatan inti. Ini kalau menteri-menteri mengerti manajemen keuangan mestinya ini dirubah. Gubernur, walikota, bupati mestinya ini dirubah,” tegas Presiden.

Keenam, Presiden ingin dana desa Tahun Anggaran 2018 dikerjakan secara swakelola yang bersifat padat karya dengan skema cash for work dan menggunakan bahan baku lokal.

“Tolong, Pak Gubernur, Bupati, Walikota mengarahkannya biar betul. Untuk apa ini dilakukan padat karya cash for work, agar masyarakat kita di desa bekerja semuanya. Ini kalau dikerjakan benar, kerja semuanya sudah kita hitung ada 14,8 juta orang bekerja,” kata Presiden.

Ketujuh, Presiden meminta agar jajarannya dan pemerintah daerah fokus bekerja. Ia mengingatkan pada 2018 penuh dengan agenda strategis sebagai tuan rumah Asean Games, pilkada serentak dan tahap awal pemilu 2019.

“Saya mengingatkan agar fokus bekerja, meningkatkan koordinasi diseluruh jajaran sehingga APBN bisa menjadi katalisator pembangunan. Juga perlu menggandeng sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional khususnya di infrastruktur,” kata Presiden. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua2 hari ago

Tembak Anggota Polisi dan Kamra, Terduga KKSB Dilumpuhkan di Pasar Jibama

WAMENA, HaIPapua.com – Aparat gabungan TNI-Polri menembak mati satu orang terduga anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Pasar Jibama,...

Nasional3 hari ago

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Pelaku Rasisme

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menindak secara tegas pelaku tindakan diskriminasi...

Nasional3 hari ago

Ada Kelompok yang Menunggangi Isu Rasisme

JAKARTA, HaIPapua.com – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menuding ada pihak-pihak yang menunggangi unjuk rasa antirasis di sejumlah...

Tanah Papua4 hari ago

Unjuk Rasa Antirasis di Timika Berakhir Rusuh

TIMIKA, HaIPapua.com – Unjuk rasa antirasis di Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (21/8/2019) berakhir rusuh dan diwarnai aksi perusakan. “Tidak ada...

Tanah Papua5 hari ago

Pascarusuh di Papua Barat, Pengamanan Areal Freeport Ditingkatkan

TIMIKA, HaIPapua.com – Meningkatnya tensi politik di Provinsi Papua dan Papua Barat, aparat kepolisian meningkatkan pengamanan di Objek Vital Nasional...

Tanah Papua6 hari ago

Kecam Aksi Rasisme, Ribuan Massa Unjuk Rasa di Papua dan Papua Barat

JAYAPURA, HaIPapua.com – Aksi massa yang berujung kerusuhan terjadi di Manokwari dan Sorong, Provinsi Papua Barat, Senin (19/8/2019). Aksi ini...

Tanah Papua1 minggu ago

Jenazah Praka Anumerta Sirwandi Akan Dimakamkan di Lombok Timur NTB

JAYAPURA, HaIPapua.com – Jenazah Praka Anumerta Sirwandi Zahidillah dikirim ke kampung halamannya di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB)...

Tanah Papua1 minggu ago

Pratu Sirwandi Meninggal Dunia di RSUD Wamena

JAYAPURA, HaIPapua.com – Pratu Sirwandi (23) anggota Yonif RK 751/VJS meninggal dunia di ICU RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (17/8/2019)...

Tanah Papua1 minggu ago

Yonas Kenelak: Kita Sudah Merdeka, Saatnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Pembangunan

KOBAKMA, HaIPapua.com – Upacara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamberamo Tengah digelar di halaman Kantor Bupati di...

Nasional1 minggu ago

Presiden Jokowi: Keutuhan NKRI Adalah Segala-galanya

JAKARTA, HaIPapua.com – Kesatuan dan keutuhan negara adalah hal yang paling penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan Presiden Joko...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.