Connect with us
isidisini

Tanah Papua

FPHS Ancam Unjuk Rasa di OB Kuala Kencana

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Forum Pemilik Hak Sulung Tsinga Waa/Banti dan Aroanop (FPHS Tsingwarop) mengancam akan melakukan unjuk rasa di Office Building (OB) perkantoran PT Freeport Indonesia dataran rendah di Kuala Kencana, Distrik (kecamatan) Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua.

“Kami sudah siap untuk unjuk rasa dalam satu atau dua hari kedepan. Kami akan tutup OB di Kuala Kencana. Kami sudah siap,” kata Ketua FPHS Yafet Manga Beanal di Timika, Selasa (04/02/2020).

(Baca Juga: Pemerintah Resmi Ambilalih Freeport, Presiden: Papua Dapat 10 Persen)

Yafet mengatakan unjuk rasa tersebut bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban oknum manajemen Freeport yang diduga telah melakukan konspirasi dengan oknum dosen Universitas Cenderawasi untuk menghalangi perjuangan FPHS terkait hak ulayat area konsesi Freeport.

“Jika tidak ada pertanggungjawaban maka akan kami bawa persoalan ini ke ranah hukum,” ujarnya.

Sekretaris FPHS, Yohan Zonggonau menjelaskan, Ketua tim peneliti Uncen pada Oktober 2018 lalu mengeluarkan surat yang ditujukan kepada PT Freeport Indonesia dan tembusannya kepada Direktur Utama PT Inalum, Bupati Mimika, dan Kapolres Mimika.

Surat yang masih dirahasiakan detail isinya oleh Yohan ini menurut FPHS menjadi penghalang perjuangan FPHS terkait hak ulayat area konsesi Freeport.

Yohan juga mengatakan pihaknya telah mengklarifikasi keabsahan surat tersebut langsung kepada Rektor Uncen dan menurut pengakuan Rektor tidak tahu menahu terkait surat tersebut. Surat tersebut kata Yoan palsu. Surat tersebut menurut Yohan, dikeluarkan tanpa sepengetahuan Rektor Uncen lantaran permintaan oknum-oknum tertentu di Freeport.

“Cukup pimpinan Freeport fokus pada urusan tambang dan tidak usah campur urusan hak ulayat,” ujarnya.

(Baca Juga: Eltinus Omaleng: Mimika Dapat 7 Persen dari 51 Persen Saham Divestasi Freeport)

Sementara itu Sekretaris II FPHS, Elfinus Omaleng Jangkup menambahkan bahwa perjuangan FPHS sebenarnya membantu Freeport dan Pemerintah sebagai pemilik saham mayoritas untuk menegakan keadilan termasuk kepada pemilik hak ulayat dari salah satu tambang raksasa di dunia itu.

“Apa yang kami perjuangan untuk menuntut hak atas hak ulayat yang telah dieksploitasi Freeport telah serahan dengan undang-undang yang berlaku di negara ini. Kami telah memiliki dasar bahwa telah ada identifikasi kepemilikan hak ulayat area konsesi Freeport,” ujarnya. (Lobo)

Advertisement

Berita terbaru

Berita2 jam ago

Pemkab Mimika Akan Beri Stimulan Bagi Tiga Pelaku Usaha

TIMIKA, HaiPapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, akan memberikan stimulan bagi para pelaku usaha secara khusus pelaku usaha perhotelan, restoran dan...

Tanah Papua2 jam ago

Lemasa Imbau Warga Mimika Patuhi Instruksi Bupati

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme, mengimbau kepada seluruh warga kabupaten Mimika untuk mematuhi instruksi bupati Mimika Eltinus...

Berita1 hari ago

Tokoh Nilai Bantuan YPMAK ke Pusat dan Provinsi Papua Tidak Efisien

TIMIKA, HaiPapua.com – Partisipasi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 di tingkat...

Tanah Papua2 hari ago

Amankan Jalur Penerbangan, Pasukan TNI Duduki Markas KKSB di Distrik Serambakon

JAYAPURA, HaIPapua.com – Pasukan TNI berhasil mengusir Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Komandan Korem...

Tanah Papua2 hari ago

Pendulang Emas Tradisional Ditemukan Tewas di Kali Kabur Mil 22

TIMIKA, HaIPapua.com – Modestus Welerubun (29) ditemukan tewas setelah terseret arus di Kali Kabur Mil 22, Timika, Kabupaten Mimika, Senin...

Tanah Papua2 hari ago

KKSB Serang Kantor Freeport Kuala Kencana, Satu Pekerja Asing Tewas

TIMIKA, HaIPapua.com – Dua pekerja tertembak akibat penyerangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Senin (30/3/2020)....

Tanah Papua2 hari ago

OTK Tembak Karyawan Freeport di Kuala Kencana

TIMIKA, HaiPapua.com – Sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Joni Botak, pada Senin (30/03/2020)...

Penyerahan APD dan uang Rp2 miliar Penyerahan APD dan uang Rp2 miliar
Pesona Papua2 hari ago

YPMAK Bantu RP2 Miliar dan APD Untuk Penanganan Covid-19 di Mimika

PenTIMIKA, HaiPapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Tim Gugus...

Puluhan karton minuman yang disita anggota Polres Mimika pada Jumat (29/03/2020) Puluhan karton minuman yang disita anggota Polres Mimika pada Jumat (29/03/2020)
Tanah Papua3 hari ago

Polisi Sita Minuman Beralkohol Yang Dijual di Luar Jam Yang Ditentukan

TIMIKA, HaiPapua.com – Jajaran Polres Mimika menyita puluhan karton minuman keras beralkohol dari penjual yang masih berjualan di luar waktu...

Tanah Papua6 hari ago

Kepala Kampung Nawaripi Inisiatif Sediakan Tempat Cuci Tangan

TIMIKA, HaiPapua.com – Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi, Distrik Wania menginisiasi...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.