Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Dua Gugatan LMA Ditolak MK, Hasil Pilkada Puncak dan Mamberamo Tengah Final

Published

on

JAKARTA, HaIPapua.com – Mahkamah Konstitusi menolak permohonan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) yang diajukan oleh dua Lembaga Masyarakat Adat(LMA) dari Papua, yakni Kabupaten Puncak dan Kabupaten Mamberamo Tengah.

Pada Putusan MK Nomor 18/PHP.BUP-XVI/2018 yang dibacakan pada sidang putusan yang digelar di Ruang Sidang MK, pada Jumat (10/8/2018), memutuskan menolak permohonan perkara perselisihan hasil Pilkada Puncak 2018 yang diajukan Lembaga Masyarakat Adat Kerukunan Masyarakat Pegunungan Tengah Lapago.

(Baca Juga: Kuasa Hukum KPUD Puncak Permasalahkan Legalitas Lembaga Masyarakat Adat Lapago di MK)

Dalam amar putusannya, Rapat Permusyawaratan Hakim oleh 9 Hakim Konstitusi menyatakan LMA Kerukunan Masyarakat Pegunungan Tengah Lapago tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan gugatan tersebut.

“Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” ucap Ketua MK Anwar Usman dalam sidang putusan didampingi 8 Hakim Konstitusi.

Pada pertimbangan hukumnya, MK menilai LMA Kerukunan Masyarakat Pegunungan Tengah Lapago bukan lembaga pemantau pemilu sebagaimana yang diatur dalam Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2017.

Walaupun LMA Kerukunan Masyarakat Pegunungan Tengah Lapago berbadan hukum, namun tidak terakreditasi di KPU sebagaimana diatur pada Pasal 123 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemiihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU.

Dengan hasil tersebut, otomatis petahana bupati Willem Wandik – Pelinus Balinal akan kembali memimpin Kabupaten Puncak periode 2018-2023. Calon tunggal Pilkada Puncak 2018 ini meraih suara sebanyak 143.527 suara dari total suara sah sebanyak 158.340, mengalahkan kotak kosong yang hanya meraih 14.813 suara.

Ketua KPUD Mamberamo Tengah Steven Payokwa bersama 4 komisioner lainnya didampingi Sekretaris KPUD Mamberamo Tengah Happy di Gedung MK. (ist)

Pilkada Mamberamo Tengah

Keputusan yang hampir serupa juga dialami Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mamberamo Tengah yang menggugat hasil Pilkada Mamberamo Tengah 2018.

Dalam Putusan MK Nomor 59/PHP.BUP-XVI/2018 menyatakan permohonan LMA Kabupaten Mamberamo Tengah tidak dapat diterima karena tidak memiliki kedudukan hukum dalam perkara pilkada ini.

(Baca Juga: Kuasa Hukum KPUD Permasalahkan Kedudukan Hukum Penggugat Hasil Pilkada Mamberamo Tengah)

Rapat Permusyawaratan Hakim oleh 9 Hakim Konstitusi dalam pertimbangan hukumnya secara tegas menyatakan LMA Kabupaten Mamberamo Tengah tidak memiliki kedudukan hukum karena tidak terdaftar sebagai pemantau pemilu yang terakreditasi di KPU sebagaimana yang diatur dalam Pasal 3 ayat (1) PMK 6/2017.

Dengan hasil tersebut, pasangan petahana Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak – Yonas Kenelak (HANAS) kembali memimpin Mamberamo Tengah untuk periode ke-2. Calon tunggal pada Pilkada Mamberamo Tengah 2018 ini meraih 28.845 suara pada pemungutan suara lalu, mengalahkan kotak kosong yang meraih 4.426 suara.

Ketua KPUD Mamberamo Tengah Steven Payokwa mengaku bersyukur dengan putusan MK sehingga semua proses hukum menyangkut sengketa Pilkada Mamberamo Tengah sudah selesai.

“Setelah proses ini, kami akan serahkan Surat Keputusan (SK) hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Mamberamo Tengah 2018 kepada DPRD untuk selanjutnya menindaklanjutinya dengan mengusulkan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih kepada Kemendagri,” kata Steven didampingi 4 komisioner KPUD lainnya di Gedung MK Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Steven berharap masyarakat di Kabupaten Mamberamo Tengah bisa menerima keputusan MK, karena ini adalah upaya hukum terakhir.

“Terima kasih banyak kepada masyarakat Mamberamo Tengah sehingga tahapan pilkada sudah dilalui dengan aman dan kondusif. Kita berharap hingga akhir putusan ini tetap berjalan sesuai dengan harapan kita bersama, bisa berlangsung aman dan lancar,” ujar Steven.

Kuasa Hukum KPUD Mamberamo Tengah Stefanus Budiman menegaskan bahwa putusan MK ini menjadi akhir perbedaan pendapat di Kabupaten Mamberamo Tengah.

“Dengan putusan ini, tidak boleh ada lagi isu-isu yang menyatakan begini atau begitu, ini sudah final. Jadi mari kita sambut Pemimpin Mamberamo Tengah hasil Pilkada 2018 untuk bekerja bagi rakyat lima tahun ke depan,” kata Stefanus.

Bupati terpilih, Ricky Ham Pagawak mengatakan putusan MK ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat Mamberamo Tengah.

“Saya bersyukur dengan putusan ini. Sebagai bupati terpilih dan juga wakil, kami menyatakan bahwa ini adalah kemenangan masyarakat Mamberamo Tengah. Kami berjanji ke depan dengan program-program yang belum kami selesaikan lima tahun yang lalu, akan diselesaikan lima tahun ke depan,” ujarnya.

(Baca Juga: Sengketa Pilkada Serentak 2018 di MK, Terbanyak dari Papua)

Kemenangan pasangan HANAS, kata Ricky, menjadi bukti masyarakat Mamberamo Tengah ingin daerah mereka dibangun dengan baik oleh pemimpin yang punya visi yang jelas dan punya hati untuk membangun masyarakat.

“Saat ini masyarakat di 5 distrik dan 59 kampung sedang menantikan pelantikan bupati dan wakil bupati. Setelah menjadi bupati definitif, kami langsung melaksanakan program-program pembangunan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, sehingga betul-betul masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah maju, mandiri, dan juga sejahtera,” kata Ricky. (Ern)

Berita terbaru

Dermaga Pelabuhan Portsite PT Freeport Indonesia Dermaga Pelabuhan Portsite PT Freeport Indonesia
Tanah Papua2 minggu ago

Danbrigif 20/3 Kostrad Lepas 330 Prajurit Lattuk Raider

Timika, Haipapua.com – Komandan Batalyon Infanteri 755/20/3 Kostrad Mayor Inf Afrianto Dolly beserta 330 orang prajurit jajaran Brigif 20/3 Kostrad dilepas...

Tanah Papua1 bulan ago

Yonif 754/ENK Gelar Baksos Ciptakan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

TIMIKA, HaiPapua.com – Sebagai bentuk kepedulian dalam kemanunggalan TNI dan rakyat, Satuan Batalyon Infanteri 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan Baksos dengan membagikan...

Tanah Papua1 bulan ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga2 bulan ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua2 bulan ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua2 bulan ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua2 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita2 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua2 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua2 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.