Connect with us

Tanah Papua

Dandim Jayawijaya Ajak Tim Solidaritas Nduga Ungkap Isu Penyanderaan Anak

Published

on

WAMENA, HaIPapua.com – Komandan Kodim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menantang Tim Solidaritas Peduli Konflik Nduga untuk bersama-sama mengungkap isu pembunuhan seorang ibu dan penyanderaan anak 1 tahun yang dituduhkan kepada prajurit TNI.

Isu tersebut dihembuskan Penggiat HAM Theo Hesegem bersama Pendeta Esmon Walilo dalam konferensi pers di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (1/8/2019) kemarin.

“Kami menantang tim solidaritas untuk bersama-sama mengungkap kebenaran informasi yang mereka sebarkan,” ujar Candra melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2019).

(Baca Juga: Bantah Laporan Solidaritas untuk Nduga, Kodam Cenderawasih: Laporan Asal Bunyi)

Candra mengatakan bahwa pihaknya sudah mengkonfirmasi langsung kepada sejumlah perwakilan masyarakat dan anggota TNI di Kabupaten Nduga, namun belum ada satupun yang bisa menunjukkan data terkait kejadian tersebut.

“Sampai saat ini belum ada pihak yang mampu menjelaskan fakta ataupun data kejadian tersebut, termasuk bukti foto lokasi kejadian,” kata Candra.

Ke depan, kata Candra, pihaknya akan mengajak gereja dan kelompok penggiat HAM untuk bersama-sama membentuk tim pencari fakta. Tim ini nantinya akan mendatangi lokasi kejadian yang dimaksud untuk mengecek kebenaran isu tersebut.

(Baca Juga: KKSB, Hoaks, dan Isu HAM)

“Apabila informasi itu benar tentu kita akan usut tuntas dan jika perlu dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku,” kata Candra menegaskan.

Ia meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing isu-isu provokatif dan bersabar untuk menunggu hasil investigasi bersama untuk mengecek isu tersebut.

“Kamipun (TNI) berharap isu ini harus diusut tuntas dan jika tidak benar maka ada konsekuensi hukum terhadap penyebar isu tersebut,” ucap Candra.

Pembunuhan dan Penyanderaan

Dilansir dari laman jubi.co.id, penggiat HAM Theo Hesegem menuduh pasukan TNI menyandera Raina Nirigi yang berusia 1 tahun, setelah sebelumnya membunuh ibunya pada 4 Juli 2019. Theo mengaku mendapatkan informasi tersebut dari para tokoh gereja di Kabupaten Nduga.

Mengenai isu ini, Pendeta Esmon Walilo mengaku mendapat informasi tersebut dari sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.

“Seorang mama disuruh aparat menggali tanah. Setelah menggali tanah, aparat tembak baru kubur ibu itu. Lalu anak kecil itu dijadikan sandera untuk pancing OPM (organisasi Papua merdeka) turun,” kata Pendeta Esmon.

(Baca Juga: Kapolda Papua: Jangan Bersaksi Dusta, Jadi Penyebar Hoaks di Tanah Papua)

Tapi, kata Pendeta Esmon, OPM tidak terpancing dengan penyanderaan anak kecil yang dilakukan TNI. “OPM juga buat ancaman akan habisi orang-orang non Papua maupun anak-anaknya,” ujar koordinator Gereja Kingmi di Kabupaten Jayawijaya ini.

Pendeta Esmon mengklaim alasan prajurit TNI membunuh ibu itu, karena suaminya anggota OPM yang ikut bergerilya di hutan.

“Yang gereja tidak terima, kenapa ibu ini disuruh gali tanah sendiri baru dibunuh lalu dikubur. Itu tidak manusiawi. Kami pikir aparat diperintahkan Presiden untuk mengejar OPM, kenapa korban yang jadi sasaran empuk masyarakat sipil,” kata Pendeta Esmon kepada jubi.co.id. (Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua2 minggu ago

Situasi Skouw Kondusif, PLBN Buka Pintu Perlintasan Perbatasan RI-PNG

JAYAPURA, HaIPapua.com – Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru memastikan situasi di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dalam...

Tanah Papua2 minggu ago

Teror Penembakan di Area PLBN Skouw, Satgas Pamtas Siaga Satu

JAYAPURA, HaIPapua.com – Teror penembakan terjadi di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw, Distrik (kecamatan) Muara Tami, Kota...

Nasional3 minggu ago

Kerusuhan Wamena Bukan Konflik Etnis, Tapi Dipicu KKSB untuk Meresahkan Masyarakat

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo mengucapkan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya,...

Tanah Papua3 minggu ago

Kecam Pembunuhan Dokter, PDEI dan MHKI Desak Pemerintah Jamin Keamanan Petugas Kesehatan

JAKARTA, HaIPapua.com – Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) mengecam terbunuhnya dr Soeko Marsetiyo dalam...

Tanah Papua3 minggu ago

Tim SAR Berhasil Temukan Black Box Pesawat Twin Otter PK-CDC

TIMIKA, HaIPapua.com – Tim SAR dari Indonesian Vertical Rescue berhasil menemukan dan mengangkat black box pesawat Twin Otter PK-CDC, pada...

Tanah Papua3 minggu ago

Jenazah Korban Penembakan KKSB Akan Dimakamkan di Takalar dan Buton

TIMIKA, HaIPapua.com – Dua jenazah korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika,...

Tanah Papua3 minggu ago

Dua Pengemudi Ojek Tewas Ditembak KKSB di Kabupaten Puncak

ILAGA, HaIPapua.com – Dua pengemudi ojek ditemukan tewas dengan luka tembak di Kampung Amungi, Distrik (kecamatan) Ilaga Utara, Kabupaten Puncak,...

Tanah Papua3 minggu ago

Tim SAR Berhasil Evakuasi 4 Jenazah Awak Pesawat Twin Otter PK-CDC

TIMIKA, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi 4 jenazah awak pesawat Twin Otter PK-CDC di daerah pegunungan di...

Tanah Papua3 minggu ago

Bekas Kantor Bupati Yalimo Dibakar OTK, Ratusan Warga Mengungsi ke Koramil

JAYAPURA, HaIPapua.com – Gedung bekas Kantor Bupati Kabupaten Yalimo di Distrik Elelim hangus dilalap si jago merah, Selasa (24/9/2019) malam....

Tanah Papua3 minggu ago

Kantor Imigrasi Mimika Deportasi Warga Negara Kamerun

TIMIKA, HaIPapua.com – Kantor Imigrasi Mimika mendeportasi warga negara asing (WNA) asal Kamerun Nguetse Zangue Elvige Flore, Selasa (24/9/2019). Nguetse...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.