Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Bupati Puncak: Pelakunya KKSB Yang Selalu Teror Kami di Pegunungan Tengah Papua

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik mengecam aksi kawanan bersenjata yang membunuh anggota Polri di Kabupaten Puncak, Senin (12/8/2019) kemarin.

Menurutnya, pelaku adalah Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang kerap melakukan teror bersenjata di wilayah pegunungan tengah Papua, seperti Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, dan Nduga.

“Saya atas nama masyarakat dan pemerintah turut berduka dan menyesalkan kejadian ini,” ujar Willem di Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (13/8/2019).

(Baca Juga: Sempat Disandera KKSB, Anggota Satgas Nemangkawi Ditemukan Meninggal Dunia)

Ia mengungkapkan bahwa kerawanan yang terjadi di wilayah Kabupaten Puncak akibat keberadaan KKSB dan pengikutnya. Dalam sebuah wawancara di Jayapura, ia menyebut ada sekitar 500-an pengikut KKSB di Kabupaten Puncak.

“Saya menyesal dengan perilaku saudara-saudara kami yang selalu membawa-bawa senjata bunuh orang. Saya kutuk orang-orang ini. Saya tidak mau daerah saya selalu ada korban seperti itu,” kata Willem.

Untuk meredam aksi-aksi KKSB, Willem mengaku aktif berkomunikasi dan melakukan pendekatan secara persuasif, serta berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri. Namun, kata dia, upaya untuk menyadarkan kelompok itu tidak mudah. Ia hanya bisa berharap suatu saat pengikut KKSB akan menyesal dan kembali kepada NKRI.

“Saya bilang ke orang-orang itu, Tuhan tidak menghendaki hal-hal seperti itu. Siapa yang mengambil darah, ya dia harus bertanggung jawab kepada Tuhan dan alam,” tutur Willem.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja. (ist/HaIPapua.com)

Tidak Terkait Peringatan HUT Kemerdekaan

Saat disinggung kemungkinan motif KKSB untuk mengganggu pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI, Willem dengan tegas membantah hal tersebut. Ia menjelaskan, saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Puncak aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat dan kegiatan pembangunan tetap berjalan normal.

“Insiden yang terjadi kemarin, dilakukan oleh anggota KKSB yang memang sudah lama berada di daerah itu. Mereka hidup berbaur dengan masyarakat dan tidak menginginkan kehadiran aparat,” ucap Willem.

(Baca Juga: Jenazah Briptu Hedar Akan Dimakamkan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan)

Bantahan senada disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja. “Situasi Papua secara umum menjelang perayaan HUT Kemerdekaan dalam kondisi aman dan kondusif,” kata Rudolf di Timika.

Menurut Rudolf, insiden yang menimpa anggota Satgas Nemangkawi Briptu Hedar terjadi ketika ia bersama rekannya melakukan penyelidikan di Kampung Mundidok, Distrik (kecamatan) Gome Utara.

“Pelakunya kemungkinan KKSB, tapi dari kelompok mana, sedang kami dalami,” kata mantan Kapolda Papua Barat ini.

Untuk mengungkap insiden itu, Kapolda Papua menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pascainsiden ini, ia mengaku belum akan menambah pasukan atau meningkatkan status keamanan di Kabupaten Puncak.

“Tidak ada siaga 1 ya. Itu membuat orang takut, seolah-olah ada sesuatu yang besar sekali. Nggak ada, seperti biasa saja. Kami tetap melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) seperti biasa,” kata dia.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Sembiring (kiri) didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja (tengah), dan Bupati Puncak Willem Wandik saat ditemui di Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika. (ist/HaIPapua.com)

Tidak Ada Penambahan Pasukan

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring yang menilai insiden yang menimpa anggota Satgas Nemangkawi di Kabupaten Puncak adalah kasus situasional. Untuk mengungkap insiden itu, kata Yosua, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Papua.

“Itu memang kerja sama ya, jadi tanpa ditanyakan pun, TNI pasti akan membantu Polri,” kata Yosua di Timika.

(Baca Juga: Jelang HUT Kemerdekaan, TNI Deteksi Pergerakan KKSB ke Areal Freeport)

Pangdam juga menepis kemungkinan penambahan pasukan ke Kabupaten Puncak. “Tidak ada penambahan pasukan ya, semua sudah terukur. Jumlah personel TNI-Polri sudah terukur dikaitkan dengan semua tupoksi yang ada,” ujar Yosua.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satgas Nemangkawi Briptu Hedar ditemukan meninggal dunia di Kampung Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin (12/8/2019) sore.

Ia sebelumnya disandera anggota KKSB di dekat kamp PT MTT, saat bersama rekannya Bripka Alfonso hendak mendatangi kamp PT Unggul, dekat Kampung Mundidok, Distrik Gome.

Jenazah Briptu Hedar, siang tadi sudah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika dan selanjutnya dikirim ke kampung halamannya untuk dikebumikan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Briptu Hedar yang meninggal dalam tugas mendapat kenaikan pangkat satu tingkat. “Almarhum dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi sebagai Brigadir Anumerta,” ucap Kapolda Papua. (Ong)

Berita terbaru

Tanah Papua17 jam ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita2 hari ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua5 hari ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua1 minggu ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua1 minggu ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Berita1 minggu ago

Pasien sembuh COVID-19 di Mimika terbanyak di Papua

TIMIKA, HaiPapua.com – Kabupaten Mimika tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak dari kasus COVID-19 di Provinsi Papua, yakni...

Tanah Papua2 minggu ago

Tim SAR Timika Cari Nelayan Korban Logboat Terbalik di Muara Moroga

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Sabtu (23/05/2020) siang mengerahkan sejumlah personel rescue di muara kampung...

Ekonomi4 minggu ago

Kampung Nawaripi Siapkan Data KK Terkait Bansos Sembako Pemkab Mimika

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania sedang mempersiapkan data jumlah kepala keluarga (KK) agar segera diusulkan kepada Pemerintah...

Berita4 minggu ago

Sebanyak 770 Penghuni SATP Diisolasi Selama Pandemi Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjamin keberadaan sebanyak 770 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP)...

Berita4 minggu ago

Kadinkes Mimika: Nakes Meninggal di Agimuga Bukan Karena Covid-19

TIMIKA, Haipapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra menegaskan, salah satu tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Agimuga yang meninggal...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.