Connect with us

Tanah Papua

Bantah Laporan Solidaritas untuk Nduga, Kodam Cenderawasih: Laporan Asal Bunyi

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Sejumlah pihak terus berupaya ‘menggoreng’ isu mengenai situasi Kabupaten Nduga pascapembantaian pekerja PT Istaka Karya di Distrik (kecamatan) Yigi awal Desember 2018 lalu.

Data terbaru dilontarkan Tim Solidaritas untuk Nduga, Hipolitus Wangge yang mengklaim ada 129 pengungsi asal Kabupaten Nduga meninggal dunia. Dalam diskusi bertajuk situasi Nduga di Kantor LBH Jakarta, Kamis (18/7/2019), Hipolitus menyebut korban terbaru adalah anak berumur 2 tahun meninggal dunia karena kelaparan.

“Pada bulan Juli ini, ada 3 pengungsi yang meninggal di Wamena,” ujar Hipolitus dilansir dari Liputan6.com, Kamis (18/7/2019).

(Baca Juga: KKSB, Hoaks, dan Isu HAM)

Sehari berselang, Hipolitus menyebut ada 139 pengungsi asal Kabupaten Nduga meninggal dunia karena menderita berbagai penyakit. “Data ini dihimpun oleh Tim Solidaritas untuk Nduga dari Desember 2018 hingga 16 Juli 2019,” ujar Hipolitus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/7/2019).

Hipolitus yang mengaku sebagai peneliti dari Marthinus Academy mengklaim ada 5 ribu warga Nduga yang mengungsi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya akibat konflik antara kelompok bersenjata dengan TNI-Polri.

“Tim Solidaritas juga mencatat korban tewas akibat konflik di Nduga sebanyak 168 orang, dari Desember 2018 hingga Juli 2019. Korban tewas itu berasal dari warga, kelompok bersenjata, TNI-Polri, termasuk 139 pengungsi. Selebihnya, ada 9 aparat TNI-Polri yang mengalami luka tembak dan 5 orang hilang,” papar Hipolitus.

Menurutnya, kondisi para pengungsi Nduga di Wamena sangat memprihatinkan karena minim bantuan. “Ada bantuan dari pemerintah daerah setempat, namun dalam dua bulan terakhir bantuan semakin jarang disalurkan karena konflik yang terus terjadi di Nduga dan sekitarnya,” kata Hipolitus.

Aksi pemasangan lilin di depan istana mendesak Presiden menarik pasukan TNI-Polri dari Kabupaten Nduga. (ist)

Laporan Asal Bunyi

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dikonfirmasi membantah laporan jumlah pengungsi dan korban meninggal yang disampaikan Tim Solidaritas untuk Nduga.

“Terus terang kami TNI tidak mengerti itu data dari mana, bagaimana cara mendatanya, dan dimana pengungsi itu,” ujar Aidi, Sabtu (20/7/2019).

Umumnya penyebar informasi mengenai Nduga mengaku telah melakukan investigasi. Namun, kata Aidi, kebanyakan mereka melaporkan data asal bunyi dan bukan data otentik yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Bila ada korban meninggal dunia, lalu mana identitasnya. Kapan, dimana, dan bagaimana meninggalnya, serta dimana kuburnya,” kata Aidi.

(Baca Juga: Ada Kelompok yang Ingin Menggoreng Isu Nduga Lewat Kegiatan Sekolah Darurat)

Menurut Aidi, sampai saat ini Pemda Nduga belum pernah mengumumkan secara resmi tentang jumlah pengungsi dari Nduga dan lokasi pengungsiannya.

“Sampai saat ini 80 persen penduduk Kabupaten Nduga belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga. Lalu, bagaimana memastikan bahwa orang yang diklaim sebagai pengungsi adalah warga asal Kabupaten Nduga?” ucap Aidi.

Mantan Dandim 1702 Jayawijaya ini mengaku sudah menanyakan masalah pengungsi ini kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nduga dan Sekda Kabupaten Lanny Jaya. Kedua pejabat itu, kata Aidi, membantah informasi yang disampaikan oleh Tim Solidaritas untuk Nduga.

“Informasi yang kami dapatkan bahwa ada sebagian warga Nduga memilih menetap di Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Tiom, Kabupaten Lanny Jaya untuk mendampingi anak mereka yang ingin melanjutkan pendidikan,” papar Aidi.

“Pascapenyanderaan dan pemerkosaan yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mapenduma, Oktober 2018 lalu, sudah tidak ada guru yang berani mengajar di pedalaman Nduga,” kata Aidi menambahkan.

Bantuan Kemsos yang tersimpan di gudang Dinsos Papua sejak April 2019. (ist)

Bantuan Kemensos Tersimpan di Gudang Dinsos Papua

Tanggapan senada disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat. Menurutnya informasi yang disampaikan Tim Solidaritas untuk Nduga tidak dapat dipertanggungjawabkan dan perlu klarifikasi lebih lanjut.

“Laporan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Papua menyampaikan bahwa belum ada klarifikasi lebih lanjut dari Dinsos Kabupaten Jayawijaya terkait laporan itu. Selain itu belum ada permohonan atau rilis kejadian baik secara lisan atau tulisan dari instansi terkait ke Dinsos Papua,” ujar Harry.

(Baca Juga: Presiden: Gubernur Harus Siap Jadi Komandan Satgas Darurat, Jangan Hanya Berharap Pusat)

Ia mengatakan bantuan Kemsos untuk bencana sosial di Provinsi Papua, sudah dikirim pada April 2019 lalu dan saat ini tersimpan di gudang Dinsos Papua. Informasi dari Dinsos Papua, kata Harry, bantuan tersebut akan disalurkan bersamaan dengan bantuan dari Pemprov Papua.

“Kendala teknis yang disampaikan Dinsos Papua bahwa perlu koordinasi lebih lanjut dengan Pemda Nduga dan Pemda Jayawijaya untuk membahas biaya pengiriman bantuan. Selain itu, belum ada data pasti mengenai jumlah pengungsi karena sifat pengungsi berpindah-pindah dan sulit mengidentifikasi antara pengungsi dan bukan pengungsi,” kata Harry menambahkan. (Ong)

Berita terbaru

Nasional23 jam ago

Presiden Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk 2020

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat berpartisipasi dan menyukseskan Sensus Penduduk 2020. Presiden mengatakan data kependudukan yang valid...

Nasional2 hari ago

Presiden Jokowi: Kedaulatan NKRI Harga Mati, Tidak Ada Tawar Menawar

JAKARTA, HaIPapua.com – Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa isu utama yang paling penting dalam pertahanan negara adalah kedaulatan. Karena itu,...

Tanah Papua3 hari ago

TNI-Polri Gagalkan Transaksi Jual Beli Senpi, Satu Anggota KKSB Tewas Tertembak

NABIRE, HaIPapua.com – Tim gabungan TNI-Polri berhasil menggagalkan transaksi jual beli senjata api (senpi) di Kampung Nifasi, Distrik (kecamatan) Makimi,...

Ekonomi4 hari ago

Tunggakan Puluhan Miliar, PDAM Jayapura Akan Tertibkan Pelanggan Nakal

JAYAPURA, HaIPapua.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Jayapura akan melakukan penertiban besar-besaran pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air....

Tanah Papua5 hari ago

85 Prajurit Kodam Jaya Diperbantukan di Sejumlah Satuan Teritorial Baru di Papua

JAYAPURA, HaIPapua.com – Sebanyak 85 prajurit TNI-AD dari Kodam Jayakarta yang akan diperbantukan di Kodam XVII Cenderawasih tiba di Bandar...

Tanah Papua5 hari ago

Legislator Desak Polisi Atasi Begal di Timika

TIMIKA, HaIPapua – Legislator DPRD Mimika, Papua, Tansil Ashari mendesak aparat kepolisian resort Mimika untuk segera mengatasi aksi pembegalan yang...

Tanah Papua6 hari ago

Tiga Terdakwa Penjual Amunisi Menanti Vonis di Pengadilan Negeri Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Kasus jual beli amunisi yang melibatkan 3 warga Timika segera memasuki sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN)...

Tanah Papua1 minggu ago

LMA Tsingwarop Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Tiga Kampung

TIMIKA, HaIPapua.com – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsinga, Waa/Banti dan Aroanop (Tsingwarop) berkomitmen memperjuangkan hak-hak dasar warga dari tiga kampung...

Tanah Papua1 minggu ago

Kegiatan Belajar Mengajar di SD YPPK Titigi Belum Aktif

TIMIKA, HaIPapua.com – Usai libur Natal dan Tahun Baru, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD YPPK Titigi, Kabupaten Intan Jaya...

Nasional1 minggu ago

BMKG: Kecil Kemungkinan Asap dari Australia Menyebar ke Wilayah Indonesia

JAKARTA, HaIPapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai kecil kemungkinan asap dari kebakaran hutan di Australia akan menyebar...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.