Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Bahasa Indonesia telah Mempersatukan Suku Bangsa di Papua

Published

on

SENTANI, HaIPapua.com – Mantan Ketua Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua Pdt Albert Yoku mengakui bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu di Papua yang terdiri dari kurang lebih 250 suku dengan 350 bahasa daerah.

Buktinya, kata Pdt Albert, dengan modal bahasa Indonesia maka kita bisa berkomunikasi dengan warga di kampung-kampung di pedalaman Papua. “Ini menandakan integrasi Papua ke Republik Indonesia pada tahun 1963 membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan Papua,” kata Pdt Albert di kediamannya di Jayapura, Senin (30/4/2018) kemarin.

(Baca Juga: Mama-Mama Papua Tunjukkan Kontribusi Perempuan Membangun Negara)

Pdt Albert mengatakan masyarakat di suatu daerah dalam waktu tertentu pasti punya momentum sejarah. Sebagai warga negara Indonesia (WNI), maka tanggal 1 Mei wajib diketahui oleh seluruh warga Papua sebagai peringatan bergabungnya Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi. Secara de facto dan de jure bahwa 1 Mei 1963, Papua telah menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selaku tokoh agama di Papua, saya menyampaikan salam kemerdekaan. Kita, masyarakat Papua sebagai bagian dari Republik Indonesia dalam bingkai NKRI yang kita cintai. Selaku tokoh agama, saya menyapa seluruh masyarakat Papua yang tinggal di Tanah Papua,” ujar Pdt Albert.

Sejak integrasi 55 tahun lalu, Papua sudah banyak mengalami perubahan sampai peradaban baru. Dahulu interaksi sosial masyarakat Papua cenderung homogen dan sekarang berkembang menjadi heterogen. Saat ini telah terjadi perubahan mendasar dari segi sarana dan prasarana masyarakat di Papua. “Jika ada aksi-aksi pada tanggal 1 Mei, itu hanya ulah segelintir orang-orang yang tidak mensyukuri kearifan lokal rakyat Papua,” kata Pdt Albert.

Ia berharap integrasi Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi tidak perlu dipolitisir tapi diselami dalam kehidupan bermasyarakat di Papua, sehingga kerukunan hidup yang sudah tercipta semakin baik setiap tahun.

“Saya harap kerukunan hidup masyarakat di Papua tahun ini dan tahun-tahun ke depan akan semakin baik. Agama dan budaya dapat menjadi sarana untuk kemajuan Papua, karena Tuhan adalah zat dari segala zat yang harus disembah sesuai keyakinan masing-masing,” kata Pdt Albert.

Ondofolo Sosiri, Enoch Boash. (ist/ haipapua.com)

Papua dan Indonesia Tak Dapat Dipisahkan

Ditempat yang sama, Ondofolo Sosiri Enoch Boash menegaskan bahwa Papua dan Indonesia tidak dapat dipisahkan. “Sebagai suku bangsa di Indonesia kita adalah satu saudara. Mari kita rapatkan barisan untuk membangun Papua dan Indonesia. Saya imbau kepada saudara-saudara yang sering melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak perlu untuk dihentikan,” ujar Enoch Boash.

Ia mengajak segenap komponen masyarakat di Papua melakukan koreksi diri guna membangun Papua sebagai tanah damai. “Saya imbau kepada seluruh rakyat Papua, hilangkan dan buang jauh-jauh  hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri. Kita bisa menjadi orang baik dan membangun Papua menjadi tanah damai. Disanalah Tuhan memberkati kita,” ujarnya.

(Baca Juga: Pendeta Lipius Biniluk: Kehadiran TNI Mulai Diterima Masyarakat Papua)

Enoch mengingatkan bahwa tanah Papua diberkati untuk memberi makan masyarakat dari seluruh dunia. “Jadi kemerdekaan seperti apa lagi kita cari, sedangkan Papua adalah dapur yang bisa memberi makan dunia. Mari kita kembali ke NKRI, negara yang kita cintai bersama,” kata Enoch. (Mas)

Advertisement

Berita terbaru

Tanah Papua4 hari ago

Yonif 754/ENK Gelar Baksos Ciptakan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

TIMIKA, HaiPapua.com – Sebagai bentuk kepedulian dalam kemanunggalan TNI dan rakyat, Satuan Batalyon Infanteri 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan Baksos dengan membagikan...

Tanah Papua6 hari ago

SAR Timika Temukan Pemuda Yang Tersesat di Hutan Wania

TIMIKA, HaiPapua.com – Kantor pencarian dan pertolongan SAR Timika akhirnya berhasil menemukan Syarif (30), pemuda yang dilaporkan keluarganya tersesat di...

Olahraga3 minggu ago

Mountain Gold Basketball Timika mendaftar IBL

TIMIKA, HaiPapua.com – Geliat olahraga Papua terus berkembang. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan menjadi kebangkitan olahraga di berbagai cabang...

Tanah Papua4 minggu ago

Sebanyak 40 Personel SAR Timika Jalani Rapid Test

TIMIKA, Haipapua.com – Dalam rangka mendukung pencegahan dan penyebaran virus corona baru atau covid-19, sebanyak 40 personel Kantor Pencarian dan...

Tanah Papua4 minggu ago

Pemkab Mimika Evaluasi Pra New Normal Pekan Ini

TIMIKA, Haipapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua telah memberlakukan pra new normal sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir pada...

Tanah Papua1 bulan ago

Polres Mimika Musnahkan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Seberat 17,69 Gram

TIMIKA, HaiPapua.com – Kepolisian Resort Mimika musnahkan barang bukti Narkotika/ Golongan I jenis tembakau sintetis seberat 17,69 gram bertempat dikantor...

Berita1 bulan ago

Kodim 1710/Mimika Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Cara Unik

TIMIKA, HaiPapua.com – Keluarga besar Kodim 1710/Mimika beserta jajaranmemperingati hari lahir Pancasila dengan cara yang unik yaitu melaksanakan nonton bareng...

Tanah Papua1 bulan ago

222 Warga Mimika terinfeksi COVID-19 Hingga 28 Mei

TIMIKA, HaiPapua – Jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) sejak 29 Maret hingga 28...

Tanah Papua2 bulan ago

Lemasko Desak Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Perwalian Rp4,6 Miliar

TIMIKA, HaiPapua.com – Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare , meminta jajaran kepolisian resort Mimika untuk segera...

Tanah Papua2 bulan ago

LEMASA Seruhkan Delapan Poin Sikapi Ancaman Pandemi Covid-19 di Mimika

TIMIKA, HaiPapua.com – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menyikapi situasi pandemi covid-19 di Kabupaten Mimika dan mendorong proses penanganan...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.