Connect with us
isidisini

Tanah Papua

Audiensi ke DPRD Mimika, Moker Desak Disnaker Papua Tindak Lanjuti Nota Dinas ke PTFI

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Ribuan pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan kontraktor dan privatisasi yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terus memperjuangkan nasib mereka.

Perwakilan pekerja yang tergabung dalam mogok kerja (Moker) PTFI melakukan audiensi dengan Komisi A dan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika di Timika, Rabu (19/8/2020).

“Kami bertemu dengan anggota Komisi A dan Komisi C berkaitan dengan persoalan ketenagakerjaan dan status hukum kami dari Moker yang terus menuntut hak-hak kami. Mereka menyarankan untuk membuat surat resmi ke DPRD Mimika. Segera kami siapkan,” ujar perwakilan Moker Leonard Rumrawer di Kantor DPRD Mimika, Rabu (19/8/2020) siang.

Leonard mengungkapkan tujuan audiensi tersebut untuk meminta DPRD Mimika mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Papua untuk menindaklanjuti nota dinas yang pernah dikeluarkan untuk perusahaan.

“Sebagai perwakilan masyarakat Kabupaten Mimika, kami meminta DPRD Mimika mendesak Disnaker Papua menindaklanjuti nota dinas rahasia yang pernah dikeluarkan untuk perusahaan,” katanya.

Perwakilan Moker lainnya, Ray Arubaya berharap melalui upaya ini akan ada solusi untuk ribuan anggota Moker agar bisa kembali bekerja dan hak-hak mereka dibayarkan.

“Kami sangat berharap agar dewan (DPRD Mimika) bisa mendorong dan memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan 8.300 lebih karyawan yang hingga kini masih melakukan mogok kerja,” ucap Ray.

Menurutnya, mogok kerja yang mereka lakukan adalah membela Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan karena kebijakan furlough yang diterapkan perusahaan tidak dikenal dalam perundang-undangan Indonesia.

“Kebijakan furlough tidak ada dalam UU Ketenagakerjaan sehingga kami menolak itu,” kata Ray menegaskan.

Ia menegaskan bahwa aksi mogok yang mereka lakukan hingga saat ini masih sah dan organisasi selalu menyampaikan perpanjangan mogok kerja kepada pemerintah.

“Orang lain boleh katakan kami mogok tidak sah, tapi menurut kami hingga saat ini mogok yang kami lakukan adalah sah dan sesuai dengan UU yang berlaku di negara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Daud Lawapadang juga menyampaikan harapannya agar DPRD Mimika juga bisa mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika untuk serius mendorong proses penyelesaian kasus mogok kerja ini.

“Kami adalah bagian dari rakyat Kabupaten Mimika dan perusahaan itu juga ada di Mimika. Yang bisa menyelesaikan masalah ini adalah Pemda Mimika, bukan siapa-siapa,” kata Daud. (JND)

Berita terbaru

Tanah Papua4 hari ago

Anggota Satgas Apter Gugur Dalam Kontak Tembak Dengan KKSB di Kampung Hitadipa

TIMIKA, HaIPapua.com – Seorang prajurit TNI gugur dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Hitadipa, Distrik...

Tanah Papua4 hari ago

Tim SAR Berhasil Evakuasi 3 Kru Helikopter PK-USS

JAYAPURA, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi 3 kru helikopter Bell 212 PK-USS, Sabtu (19/9/2020) siang. Seperti diberitakan...

Tanah Papua5 hari ago

Helikopter PT NUH Ditemukan Mendarat Darurat di Ketinggian 4.700 Kaki

JAYAPURA, HaIPapua.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan keberadaan helikopter Bell 212 PK-USS milik PT Nasional Utility Helicopter (NUH) pada...

Tanah Papua5 hari ago

TNI Akui Senpi Milik Almarhum Serka Sahlan Hilang

TIMIKA, HaIPapua.com – Senjata api (senpi) milik almarhum Serka Sahlan dilaporkan hilang setelah diserang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di...

Tanah Papua6 hari ago

Jenazah Ahmad Baidlawi Dievakuasi ke Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Jenazah Ahmad Baidlawi (50), korban penganiayaan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten...

Tanah Papua6 hari ago

Helikopter PT NUH Hilang Kontak di Kabupaten Nabire

JAYAPURA, HaIPapua.com – Helikopter Bell 212 nomor registrasi PK-USS milik PT Nasional Utility Helicopter (NUH) hilang kontak dalam penerbangan dari...

Tanah Papua6 hari ago

Anggota Babinsa dan Pengemudi Ojek Tewas Dibantai KKSB

TIMIKA, HaIPapua.com – Seorang prajurit TNI dan seorang warga sipil dibunuh secara biadab oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di...

Tanah Papua7 hari ago

TNI Tanggung Biaya Pengobatan 2 Warga Korban Penembakan KKSB di Intan Jaya

TIMIKA, HaIPapua.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menanggung biaya pengobatan dan membantu membiayai keluarga dua warga sipil korban penyerangan...

Tanah Papua1 minggu ago

Dua Warga Korban Penembakan KKSB di Intan Jaya Dievakuasi ke Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Dua warga korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Intan Jaya dievakuasi ke Timika, Kabupaten...

Tanah Papua2 minggu ago

Bebas Covid-19, Warga Ilaga Syukuri Dengan Bakar Batu dan Makan Bersama

Ilaga, HaiPapua.com – Kabupaten Puncak Ilaga masih termasuk dalam Zona hijau  Covid-19. Dengan kondisi tersebut pemerintah daerah dan warga mensyukuri...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.