Connect with us

Tanah Papua

3 Anggota TNI Diamankan Terkait Skandal Jual Beli Amunisi dengan KKSB di Timika

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Skandal jual beli senjata dan amunisi kepada kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang melibatkan oknum anggota TNI kembali terkuak. Sejak 24 Juli 2019, tim gabungan TNI-Polri sudah mengamankan 3 anggota TNI dan sejumlah warga sipil yang diduga kuat terlibat kasus ini.

Informasi yang dihimpun HaIPapua.com, terungkapnya skandal jual beli senjata dan amunisi ini bermula dari tertangkapnya seorang warga berinisial J di Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (23/7/2019) lalu.

(Baca Juga: Jual Amunisi ke KKSB, Oknum Anggota Kodim 1710 Mimika Diancam Hukuman Mati)

Dari hasil pemeriksaan terhadap J, selanjutnya tim gabungan TNI-Polri mengamankan Pratu MSF, anggota Yonif 754/Eme Neme Kangasi (ENK) Kostrad, pada Rabu (24/7/2019).

Pada hari berikutnya, tim gabungan mengamankan seorang warga berinisial BD yang sedang melakukan transaksi jual beli amunisi di suatu tempat di Timika. Dari tangan BD, tim gabungan menyita 600 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dan 35 butir amunisi kaliber 5,56 mm diamankan di rumahnya.

Dari pengakuan BD, amunisi yang disimpan di rumahnya adalah milik Pratu MSF, sementara ratusan amunisi yang hendak diperjualbelikan adalah milik Pratu MSF dan Pratu OPM.

Pratu OPM berhasil dibekuk tim gabungan Koramil 1503/Dobo dan Subdenpom 1503/Dobo di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Rabu (31/7/2019). (ist/HaIPapua.com)

Ketika Pratu MSF tertangkap, secara bersamaan dua anggota TNI menghilang dari satuannya, Pratu OPM anggota Brigif 20/IJK Kostrad dan Pratu DAT anggota Kodim 1710 Mimika. Penyelidikan terus berlanjut, tim gabungan TNI-Polri terus mencari keberadaan dua anggota TNI yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini.

Keberadaan Pratu OPM berhasil terendus di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Ia akhirnya dibekuk tim gabungan Koramil 1503/Dobo dan Subdenpom 1503/Dobo di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, pada Rabu (31/7/2019).

Pada 1 Agustus 2019, Pratu MSF dan Pratu OPM diterbangkan ke Makassar untuk menjalani proses hukum di Markas Divisi Infanteri III Kostrad di Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

(Baca Juga: Penumpang Tujuan Yahukimo Kedapatan Bawa 153 Butir Amunisi di Bandara Timika)

Empat hari berselang, Pratu DAT, anggota Kodim 1710 Mimika diamankan tim gabungan TNI dari Korem 181/PVT dan Kodim 1802 Sorong di sebuah rumah di Distrik (kecamatan) Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Setelah sempat menjalani pemeriksaan di Kodim 1802 Sorong dan ditahan sementara di Denpom XVIII-1 Sorong, akhirnya Pratu DAT dibawa ke Jayapura.

“Tersangka akan menjalani proses penyelidikan dan penyidikan di Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII Cenderawasih. Sementara proses hukum dua tersangka lainnya ditangani Kostrad,” ujar Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto di Jayapura, Selasa (6/8/2019).

Kapendam Cenderawasih memastikan para tersangka akan dijatuhi hukuman berat karena telah membuat citra negatif bagi institusi TNI khususnya Kodam XVII Cenderawasih. Iapun memastikan para tersangka tersebut akan dipecat dari keanggotaan sebagai prajurit TNI-AD.

“Mereka akan disangkakan melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun,” papar Eko.

Pratu DAT, tersangka pelaku jual beli amunisi dikawal Pjs Pasi Intel Kodim 1710 Mimika dan Anggota POM Timika dari Sorong ke Jayapura. (ist)

Skandal Berulang

Skandal jual beli senjata dan amunisi yang melibatkan aparat TNI-Polri sudah terjadi beberapa kali terjadi di Papua dalam 5 tahun terakhir.

Pada akhir 2014 silam, Polda Papua memecat Briptu Tanggam Jikwa, anggota Polsek Nduga yang terbukti menghilangkan senjata revolver milik Pos Polisi Sub Sektor Sinakma. Ia juga terbukti melakukan jual beli amunisi dengan Dinus Wakerkwa alias Rambo Tolikara yang diketahui salah satu pentolan KKSB di Kabupaten Puncak Jaya.

Dalam sidang etik, Briptu Tanggam mengakui telah mendapatkan amunisi dari anggota Kodim 1702 Jayawijaya Serda Arsyad dan purnawirawan bintara TNI Serda Urbanus Wenda.

(Baca Juga: Terlibat Kasus Makar, WNA Asal Polandia Divonis 5 Tahun Penjara di PN Wamena)

Pada Februari 2015, kasus jual beli senjata kembali terungkap melibatkan 5 prajurit Ajendam XVII Cenderawasih. Dalam persidangan di Pengadilan Militer, Serma Supriadi, Serka Ikrom, Pratu Supratman, Pratu Ahmad Agung, dan Sertu Nurul Huda dipecat dengan tidak hormat dari TNI-AD.

Mereka juga divonis hukuman penjara masing-masing 12 tahun, 10 tahun, 8 tahun, 5 tahun, dan 3 tahun. (Ong/Mas)

Berita terbaru

Tanah Papua21 jam ago

85 Prajurit Kodam Jaya Diperbantukan di Sejumlah Satuan Teritorial Baru di Papua

JAYAPURA, HaIPapua.com – Sebanyak 85 prajurit TNI-AD dari Kodam Jayakarta yang akan diperbantukan di Kodam XVII Cenderawasih tiba di Bandar...

Tanah Papua1 hari ago

Legislator Desak Polisi Atasi Begal di Timika

TIMIKA, HaIPapua – Legislator DPRD Mimika, Papua, Tansil Ashari mendesak aparat kepolisian resort Mimika untuk segera mengatasi aksi pembegalan yang...

Tanah Papua2 hari ago

Tiga Terdakwa Penjual Amunisi Menanti Vonis di Pengadilan Negeri Timika

TIMIKA, HaIPapua.com – Kasus jual beli amunisi yang melibatkan 3 warga Timika segera memasuki sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN)...

Tanah Papua5 hari ago

LMA Tsingwarop Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Tiga Kampung

TIMIKA, HaIPapua.com – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsinga, Waa/Banti dan Aroanop (Tsingwarop) berkomitmen memperjuangkan hak-hak dasar warga dari tiga kampung...

Tanah Papua5 hari ago

Kegiatan Belajar Mengajar di SD YPPK Titigi Belum Aktif

TIMIKA, HaIPapua.com – Usai libur Natal dan Tahun Baru, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD YPPK Titigi, Kabupaten Intan Jaya...

Nasional5 hari ago

BMKG: Kecil Kemungkinan Asap dari Australia Menyebar ke Wilayah Indonesia

JAKARTA, HaIPapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai kecil kemungkinan asap dari kebakaran hutan di Australia akan menyebar...

Nasional6 hari ago

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata di Raja Ampat

JAKARTA, HaIPapua.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah merampungkan pembangunan Instalasi Pengolahan...

Tanah Papua1 minggu ago

Pelaku Penembakan di Mil 53 Diduga KKSB Kali Kopi Pimpinan Joni Botak

TIMIKA, HaIPapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meninjau langsung lokasi penembakan bus karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) di...

Tanah Papua1 minggu ago

Bus Karyawan Freeport Ditembak OTK di Mile 53

TIMIKA, HaIPapua.com – Iring-iringan bus karyawan PT. Freeport Indonesia kembali ditembak orang tak dikenal (OTK) di area mile 53 ruas...

Tanah Papua1 minggu ago

Katedral Tiga Raja Timika Buka Posko Bantuan Bagi Warga Titigi

TIMIKA, HaIPapua.com – Gereja Katolik Keuskupan Timika, Katedral Tiga Raja Timika, Mimika, Papua membuka posko bantuan bagi warga Titigi, Kabupaten...

Tanah Papua

Facebook

Trending

Copyright © 2019 HaIPapua Theme.